Bus = Cinta?? (for them who’ve been waiting for someone to live with)

            Cinta = Bus????


            Sebuah bis datang, dan kau bilang “wah… terlalu
            penuh, nggak bisa duduk nih! Aku nunggu bis
            berikutnya saja”


            Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan
            berkata,”Aduh bisnya sudah tua dan jelek
            begini….nggak mau ah….”


            Bis selanjutnya datang, tapi dia seakan-akan tidak
            melihatmu dan melewatimu begitu saja.
            Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong,
            kondisinya masih bagus, tapi kamu bilang, “Nggak ada
            AC nih, gua bisa kepanasan”, maka kamu membiarkan
            bis ketiga pergi.


            Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu
            bisa terlambat pergi kerja. Ketika bis kelima
            datang, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.
            Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau
            kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya
            bukan menuju kantormu!!!!


            Moral dari cerita ini, sering kali seseorang
            menunggu orang yang benar-benar “ideal” untuk menjadi pasangan
            hidupnya.
            Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan
            kita. Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk
            “calon”, tapi tidak ada salahnya juga memberi
            kesempatan kepada “bis” yang berhenti di depan kita
            (tentunya dengan jurusan yang kita inginkan).
            Apabila ternyata memang “bis” itu tidak cocok, kita
            masih bisa berteriak, “Kiri” dan keluar dari bis.
            Maka memberi kesempatan pada “bis”, semuanya
            bergantung pada keputusan kita. Daripada kita harus
            “jalan kaki menuju kantor” dalam arti meneruskan
            hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.


            Cerita ini juga berarti, kalau kita benar-benar
            menemukan bis yang “kosong, masih baru, dan ber-AC,
            dan tentunya sejurusan”, kita harus berusaha sekuat
            tenaga untuk memberhentikan bis tersebut dan masuk
            ke dalamnya, karena menemukan bis seperti itu adalah
            suatu berkat yang sangat berharga dan sangat berarti
            tapi tidak semua orang yang mendapatkannya.


            Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Advertisements

6 thoughts on “Bus = Cinta?? (for them who’ve been waiting for someone to live with)

  1. XXXX YYYY

    hikikik… aduh, ini siapa yang buat…? mbak cinderella…? [ ini panggilannya bener mbak ? ]
    saya kok ingin ketawa gini… habisnya lucu
    menurut saya kok agak kurang match menyamakan antara bus dengan calon pendamping hidup….
    masak nanti kalo nggak cocok, tinggal bilang 'kiri'… [alias cerai]

    jadi teringat masa2 sma… saya dulu juga suka pilih-pilih bus…

    Reply
  2. Cinderellanty Chan

    hueeehehehehe…. yahh itu kan cuma analogi, setuju ato ga itu terserah, bukan cinderella (almutanabi u're right!!) yg bikin, i'm just intersted in it then… i annouched it on my MP to let u all know…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s