TELAT NIKAH? TANYA KENAPA?

Ehm… baru baca artikel di web internal kantor, tampak OK untuk di share… hihiiiy

Saat ini kita menemukan, kenapa banyak saudara kita yang telat menikah hingga usianya berkepalatiga (30-an), mari kita telusuri beberapa sebab seseorang telat nikah, buat merenungi juga, kenapa telat menikah, naah loohhh….


SELERA TINGGI

Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan, tapi dalam memilih jodoh. Pinginnya mendapatkan pasangan yang sempurna segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya bagus [tentu..!!], cakep, kaya raya, keturunan baik-baik,tinggi badan 170 cm, rambut lurus, cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang, keibuan, hafal Al-Qur’an, pinter ceramah..[aduh..banyak sekali !!].

Yang demikian tentu susah dapetnya. Nggak tahu harus nyari dimana, di supermarket ada nggak ya? Yang jelas sih ndak ada. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang ditawarkan, selalu saja kandas. Belum kelasnya MAN, katanya! Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria khusus, Saya pingin nikah dengan yang sudah profesor dan cakep banget. Atau Paling tidak pegawai negeri atau yang sudah punya mobil lah… Karena kriteria yang cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan pemudi yang harus telat nikah.

STUDY ORIENTED
Banyak juga yang telat nikah karena study oriented. Belajar dan belajar adalah prioritas utama. Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Ia pun selalu pingin pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu daerah kedaerah yang lain. SD di Jogja, SMP di Medan, SMU di Jakarta, S1 di Surabaya, S2 di Jepang, S3 di Amerika, terus pulang ke Indonesia tinggal di Paris van Java. Sampai-sampai lupa kalo butuh pendamping hidup. Tahu-tahu usia udah kepala lima. Kasus telat nikah karena alasan studi ini juga sering terjadi.

PUNYA APA-APA DULU
Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu alasan yang diutarakan sebagian orang untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, laptop, mesin cuci atau bus…[untuk apa yaa?].

Prinsip belum punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang yang nikah ndak mesti harus punya hal-hal diatas terlebih dahulu. Rumah, ngontrak dulu juga ndak apa-apa. Nggak ada mobil juga ndak masalah, bisa naik angkutan, motor atau sepeda [romantis khan??]. HP, kulkas dan laptop nggak jadi syarat dalam pernikahan. Apalagi bus….


ORANG TUA PINGIN…..

Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya sich udah pingin juga, tapi orang tua saya…, demikian keluhan mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak yang udah ngebet nikah. Alasannya macam-macam, seperti bantu orang tua dulu lah, jangan terlalu muda, rampungkan studimu, lanjutkan dulu karirmu…..Permintaan orang tua yang seperti ini sering membuat para pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih panjang tentang pernikahannya.

Sebenarnya nggak ada pertentangan antara nikah dengan berbakti sama ortu. Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup bahagia. Oleh karena itu, kalo’ si anak mampu meyakinkan ortu tentang kehidupan rumah tangganya, insyaAllah oke-oke saja kok kalo’ mau nikah cepat.


NIKAH ITU SUSAH
Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo’ udah punya anak, waaah repotnya ndak ketulungan. Bisa tidur itu suatu anugerah, karena hampir tiap malam harus disibukkan dengan rewelnya si kecil, iih tambah susah lagi dong… Akhirnya pengunduran jadwal nikah pun jadi pilihan. Ada juga yang nggak pingin susah [karena nikah] kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu, tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar kesana, keluar kesini…..


PERNAH GAGAL hiks

Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak. Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali. Hehe.. cinta ditolak, dukun bertindak.. Wacau, kalau yang ini jangan yah.. Musyrik MAN! Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami hal yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman yang lain.


PERSAINGAN KETAT
Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari ini membludak. Info saja, di Surabaya sendiri perbandingan jumlah ikhwan dan akhowat bisa satu berbanding empat. Nah loh.. ayo ini tantangan buat ikhwan yang ingin membuktikan kejantanannya, tunggu apalagi, mari kita selamatkan saudari-saudari kita… Jangan sampai jatuh ke tangan orang-orang yang hanya mau menjawab tapi tidak mau menanggung, bisa bahaya dunia akhirat hehe… Kalau udah begitu, akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat jatah pilih kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti loch, tapi sungguhan. Namun percaya dech, Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA.

Itulah tadi beberapa penghalang seseorang untuk melangsungkan pernikahan. Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat, lima….. akhirnya usia pun beranjak tua.

weeeeww…. itu katanya.. bener gak ya? (wondering mode on)

* artikel ini ditulis oleh Edy Aryanto, RZI – Surabaya, dipublish di web internal kantor, so.. ga ada link langsungnya heueheuehu

Advertisements

46 thoughts on “TELAT NIKAH? TANYA KENAPA?

  1. ... Mr. Anas Ayahara ...

    hehe cowok2/ikhwan2 pada terlalu pemalu bin minder
    http://ayahara1.multiply.com/journal/item/1049/Wanita_Belum_Laku_akibat_Banyak_Pria_Pemalu
    atau
    http://www.ayahara.cybermq.com/post/detail/3374/menghalangi-jodoh-anak
    atau
    http://ayahara1.multiply.com/journal/item/1054/Jodoh_Langka_Korban_Kategori_dan_Menunda_1
    atau
    http://ayahara1.multiply.com/journal/item/1057/Jodoh_Langka_Korban_Kategori_dan_Menunda_2

    http://www.ayahara.cybermq.com/post/detail/732/bila-nikah-diganjal-pesta-mewah

    Reply
  2. Moes .

    nikah adalah sunnah nabi..
    maka barang siapa sudah siap! maka buruan nikah
    siap disini bukan berarti siap uang rumah dan sbagainya lho.
    siap yg saya temui disini ternyata siap batin… bukan lahirnya.
    nah kl kl lahirnya aja dah siap maka ya harus buruan hehehe..
    padahal saya sendiri belum hihihi

    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

    Reply
  3. Afandi M.

    Saya punya kawan yg insya Alloh bulan depan nikah… usianya lebih muda dari saya 1th… dan emang no 1 dan 3 yg lebih besar peranannya… padahal menikah dalah separuh agama.
    TETAP, telat lebih baik daripada tidak sama sekali…

    apakah artikel itu berlaku bagi wanita & pria?
    apakah di abad ini, wanita mudah mendapatkan jodoh? karena 100% saya yakin 99% wanita hanya ingin menjadi istri pertama…

    Reply
  4. Afandi M.

    Iya… maksud saya itu…
    Kasihan ya wanita yg lain, padahal kita tahu, pebandingan wanita & pria lebih banyak wanita… (coba tunggu jam pulang kerja di pabrik rokok atau tekstil….)

    Reply
  5. laksita wijayanti

    haiii Mbak, balik lagi neh
    o iya yang kerasa ganjil adalah mayoritas penyebab telat nikah selalu ditudingkan kepada orangnya, apalagi kalau perempuan…padahal yang tidak boleh dilupakan apa apa yang terjadi di dunia ini sudah ada 'naskahnya' masing masing.
    saya termasuk yang sering dikomentarin sudah berusia 29 tapi masih sendiri
    dibilang 'kamu pemilih sih!'
    kalau begini gampang aja jawabnya…ya iyalah jelas harus milih, kita kan nyari imam/pemimpin buat kehidupan kita seterusnya, panglima kita… emang hewan ternak bisa kawin kesana sini, nyari suami kan bukan buat beranak doank
    atau sering ditanya…kenapa sih belum nikah? ngejar karier ya?
    nah jawabnya juga gampang lha emang ada yang salah dengan berkarienr? kalo dengan berkarier saya bisa berbuat banyak, bisa mandiri gak nadahin tangan ke keluarga, bisa balik mbantu orang tua, bisa meningkatkan kompetensi, kualitas dan wawasan diri?yang penting saya tetap berusaha buat nyari calon, gak diem murung nangis nangis di kamar menyesali nasib aja…

    miris juga sih kenapa masih ada yang membuat tulisan seperti di atas dan membuatnya seperti guyonan
    padahal sama sekali gak lucu

    Reply
  6. hanan abdul

    hek2 jangan terlalu di ambil serius……tuk nanggapin tulisan di atas, itu hanya tulisan yg di simpulkan ma orang pada umumnya…, bagaimana kita menyingkapi tu lah yg terpenting, yang jelas tulisan di atas bagaimana membuat kita mawasdiri, dan meyakini sepenuh2nya klo smua sudah ada di tangan Allah…. 😀

    Reply
  7. Cinderellanty Chan

    hummm.. gitu ya? maaf ya klo ga berkenan.. itu tulisan motivasi sebenernya, motivasi buat para lajang yg enggan menikah krn alasan2 diatas, yawh tanpa mencolek masalah Garis tangan, takdir, dll
    klo harus ngejawab: ''KRN TAKDIR” ya ga perlu bikin analisis, ini hanya tulisan yang berdasarkan alasan org2 pd umumnya begitu Mbak.. Mohon maf sekali ya.. saya pun 100% sepakat kalau itu semua masalah skenario Allah dalam lauhul mahfudz ^^ ttp optimis akan janji-Nya Allaaahu Akbar!! ^^

    Reply
  8. Cinderellanty Chan

    ya, berlaku utnuk wanita dan pria.. huehueehe iyaa wanita memang ingin menjadi pertama dan satu2nya.. hummm klo secara fakta wanita cenderung lebih susah mendapatkan suami, tp……….. tergantung takdir jg siyh (wuaaa… ga bisa jawab, lemot+innocent mode on) heuheuh ^^

    Reply
  9. Afandi M.

    Bagaimana bisa seorang pria beristri ingin menikah lagi, kalau setelah itu istri pertama nangis, cemberut, ngambek, bahkan minta cerai…. Home sweet home atau Rumahku Surgaku menjadi hanya mimpi…! Memang tidak mudah menjelaskan (bahkan hanya 1% maybe berhasil) bahwa suami bukan milik istri, tapi semua milik Alloh… Tidak ada yg sakit hati karena Alloh selalu ada dan tidak butuh seorang hamba.

    Reply
  10. Ya Nun Ta Ya .

    dont worry mbak.. age is just a number.. dan jodoh di tangan Tuhan…who knows.. ur best gift will come as your present on your 30th.. kita sebagai hambanya digalakkan bedoa dan terus berdoa kepadaNya dan Insya Allah doa orang2 yang sabar akan dikabulkan… 🙂 memang sudah dijanjikan perempuan yang baik adalah untuk lelaki yg baik juga… Insya Allah.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s