[Copas] Bersihkan harta dgn "Zakat Profesi" yuuk ^^

Alhamdulillah, hak keuangan kita akan segera  cair. Untuk itu, sebelum menikmati hak keuangan tersebut, ada perlunya “mengetahui dan memahami” cara menyisihkan sebagian harta yang merupakan hak mustahik selain menjalankan salah satu rukun Islam berupa zakat. Izinkan kami yang lemah untuk menyampaikan beberapa penjelasan mengenai zakat penghasilan/ profesi. 

Terlepas dari berbagai khilafiyah (perbedaan pendapat di kalangan ulama), zakat profesi di Indonesia kini telah dijadikan sebuah landasan hukum. Setidaknya disebutkan dalam Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia No.3 Tahun 2003 Tentang Zakat Penghasilan.

Besarnya yang harus dikeluarkan Penghasilan/ profesi dari segi wujudnya berupa uang. Dari sisi ini, ia berbeda dengan hasil tanaman, dan lebih dekat dengan `naqdain` (emas dan perak). Oleh sebab itu, para ulama menyebutkan bahwa kadar zakat profesi yang dikeluarkan diqiyaskan (dianalogikan) berdasarkan zakat emas dan perak, yaitu `rub`ul usyur` atau 2,5% dari seluruh penghasilan kotor.

Nash (teks dasar)  yang menjelaskan kadar zakat `naqdaian` sebanyak 2, 5% adalah sabda Rasulullah SAW:
“Bila engkau memiliki 20 dinar (emas) dan sudah mencapai satu tahun
(haul), maka zakatnya setengah dinar (2, 5%)`” (HR Ahmad, Abu Dawud dan al-Baihaqi).

Nishab dan Waktu Membayarnya

Nishab (bilangan tertentu) zakat penghasilan diqiyaskan dengan nishab emas, maka besarnya sebagai berikut. Nishab emas adalah 85 gram per tahun. Harga emas sekarang (per juli 2009) Rp 250.000/gram. Jadi nishab emas setara dengan 85 gram X Rp 250.000 =Rp 21.250.000/tahun. Sehingga nishab zakat profesi adalah Rp 21.250.000/12 bulan = Rp 1.770.833,- per bulan. Artinya, jika penghasilan kita setiap bulan sama atau lebih besar dari Rp 1.770.833, maka wajib mengeluarkan zakat.

Zakat profesi dibayarkan saat menerima pemasukan karena diqiyaskan kepada zakat pertanian yaitu pada saat panen atau saat menerima hasil. Bagi yang berpenghasilan bulanan, bisa membayar zakat setiap bulan sekalipun diperkirakan belum mencapai haul (waktu kena wajibnya zakat yaitu 12 bulan). Dan bagi yang berpenghasilan tidak rutin, maka membayar zakatnya ketika mendapatkan hasil. Artinya, membayar zakat profesi tidak harus menunggu setahun sekali.

Kaidah Perhitungan Zakat

Ada 2 kaidah dalam menghitung zakat, yaitu:

Menghitung dari pendapatan kasar (brutto)
Besar Zakat Profesi = Pendapatan total x 2,5 %

Menghitung dari pendapatan bersih (netto)
Besar Zakat Profesi = ( Pendapatan total-Pengeluaran Perbulan* ) x 2,5 %
Pengeluaran per bulan adalah pengeluaran kebutuhan primer (sandang, pangan, papan ).

Menurut Yusuf Qorodhowi, sangat dianjurkan untuk menghitung zakat dari pendapatan kasar (brutto), untuk lebih menjaga kehati-hatian.

Mustahik  Zakat (orang yang berhak menerima zakat)

1.    Fakir
2.    Miskin
3.    Amil zakat
4.    Mualaf
5.    Budak
6.    Orang yang berutang
7.    Orang yang berjuang fisabilillah (di Jalan Allah)
8.    Ibnu Sabil (orang yang sedang dalam perjalanan)

Mustahik tidak terbatas pada keterangan yang sempit. Zakat dapat pula diberikan kepada saudara atau kerabat dekat kita selama tidak termasuk dalam ushul (ayah, kakek, dan seterusnya) dan bukan pula furu’ (anak, cucu, dst). Sebab, nafkah anak memang merupakan kewajiban ayah. Zakat kepada saudara atau kerabat selain mendapat pahala sedekah juga mendapat pahala silaturahim sebagaimana ditegaskan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

Beliau juga berkata kepada Abu Thalhah ra tentang sedekah yang akan ia berikan, “Berikanlah kepada kerabat dekat!” (HR al-Bukhari).

Kesimpulannya boleh memberikan zakat ataupun sedekah kepada adik atau kakak sepanjang mereka termasuk golongan yang berhak mendapatkannya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Media rujukan dan konsultasi online via YM, SMS, atau telepon:
http://www.mui.or.id/
http://www.syariahonline.com
http://www.pkpu.or.id/
http://www.rumahzakat.org/

Konsultasi : Ust. M. Saman 081314522135
______________________________

jika ada kekurangan, tafadhdhol..mohon koreksi dan solusinya..insyaALLAH, koreksi antum bermanfaat untuk lebih dari 1046 orang, baik Islam maupun Non Islam^_^

copas dari:
http://enha1987.multiply.com/journal/item/171/zakat_profesi_untuk_di_posting_di_web_pajakstan2008.com

Advertisements

13 thoughts on “[Copas] Bersihkan harta dgn "Zakat Profesi" yuuk ^^

  1. Cinderellanty Chan

    zakat profesi termasuk kedalam zakat maal, salah satu jenis zakat maal… profesi: pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan profesional dan sesuai dengan keahliannya 🙂 wallaahua'lam

    Reply
  2. Rasyid Isa

    yups, zakat maal. cuma bedanya zakat profesi ga ada haulnya. klo zakat maal itu ada haulnya karena secara ga langsung merepresentasikan harta yang telah dikurangi belanja kita. kalau zakat profesi yang dihitung adalah total penghasilan (revenue base–mirip bank (1/2) syariah yang ada sekarang) bukan sisa penghasilan setelah dikurangi belanja –^^V

    Reply
  3. Rasyid Isa

    itulah mengapa zakat profesi (kontemporer) ini kontroversial. walaupun berasal dari gaji, simpanan dan sejenisnya tetap kena zakat mal lagi. padahal sama2 zakat mal tapi seolah beda. klo zaman dulu, zakat profesi itu dikeluarkan untuk mempermudah pembayaran zakat mal. jadi gaji pejabat negara langsung dipotong dan uang yang diterima tersebut udah bebas dari zakat mal. itu baru namanya zakat (mal) profesi.

    konsep zakat profesi ini sendiri masih kontroversial dan pada dasarnya bermuara hanya pada ijtihad Syaikh Yusuf Qardhawi. dalam hal ini, ane cenderung mengambil pendapat lain dan nggak sependapat dengan beliau.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s