[5] Putri Mahal’s Birthday

Sekilas Penjelasan:

Happy: Selamat
Birthday: Hari lahir

Yaiyalaaaahh udah pada tau ya… nope bukan sok tau, tapi kuatir salah persepsi… disini esensinya bukan perayaan, tapi peringatan atau perenungan.
Kata yang sama untuk Milad, hanya saja aku tidak menyebutnya Milad, ada sesuatu yang tak bisa digantikan, ada sebuah aroma dalam kata itu ketika mengucapkannya pada Putri Mahal, harap maklum.

(Teman-teman, perkenalkan sahabatku…Putri Mahal, nama aslinya: Dini Mahalianti )


Here we go…


Suatu pagi di kamar Putri Ribut:
Dialing +62857xxxxxxx

Tuuut tuuut tuuut tuuut…

Di Musolla Rumah Putri Mahal:
Panggilan diangkat, Putri Mahal berseru: “Assalamu’alaikum…”
Putri Ribut menjawab dengan jawaban salam dihati dan malah bernyanyi (kalaulah itu layak disebut menyanyi) wqwqwqwq:

“Happy Birthday Diniiii… Happy Birthday Diniiii… Happy Birthdaaaay Happy Birthdaaaay… Happy Birthdaaay Diniiiii…” 


(tentu saja dinyanyikan dengan irama hepi besdey anak Te Ka biar berasaaaaa seru hahahaa )

Perbincangan pun terjadi antara Putri Ribut dan Putri Mahal… tentang harapan, keadaan, do’a, cita-cita de el el diselingi amiin mengamini.

Kami berniat untuk menghabiskan hari itu dengan cerita hidup masing-masing yang tak terasa sudah kami lewati tanpa berbagi beberapa tahun belakangan ini, Dini yang sibuk dengan S2-nya dan aku dengan pekerjaan kantorku, kami telah banyak kehilangan momen. Hari itu aku berjanji untuk menjemput Dini di rumahnya. Di jalan menuju rumahnya, aku seperti flash back ke episode putih abu-abuku dengannya… ingat masa-masa itu, selalu bersama, berdua.

Memori itu berkelebatan satu persatu, mengajakku kembali kesana, ke waktu itu, ketika kami tertawa dan menangis bersama dibelakang kelas, menunggu sampai murid yang lain pulang… sampai anak laki-laki yang mencuri hati sahabatku itu tak menampakkan dirinya lagi. Pernah suatu hari, kami duduk dibelakang kelas hingga sore, hingga hujan turun… pasalnya anak lelaki pencuri hati Sahabatku ini, masih berkeliaran di Sekolah berdua dengan seorang teman perempuan di SMU juga, analisisku sih anak perempuan itu adalah pacar barunya, weeww. Sudah dipastikan apa yang akan terjadi pada Sahabatku ini: memelukku dan menangis sebanyak yang ingin ia keluarkan… maaf ya Din hanya itu yang mampu kutawarkan.
Aku masih ingat bagaimana aku merasa iri dengan Sahabatku sendiri, mengingat hidupnya yang terlihat sangat sempurna, hihihiii sebuah perasaan yang timbul akibat tidak pandai bersyukur. Astaghfirullah.

Adegan ga enak hati

Bukan lupa beli kado, tapi waktu itu aku gagal membeli kado incaranku untuknya, hiks hiks
akhirnya dengan malu hati… justru aku yang menerima kado saat itu hhihihihihi ini dia kadonya, taraaaaaaaaa    
 
Hummm… Dini masih ingat warna favoritku: UNGU *terharu biru*
Saat itu aku benar-benar malu… aku hanya membawakan eskrim favorit kami dan coklat sebagai hadiah desert karena hadiah main course-nya  belom kupenuhi, maaf ya Din…
Tapi Alhamdulillah Dini tetap tampak ceria dengan kebersamaan kami di rumahnya yang sepi, yap benar-benar sepi karena rumahnya yang besaaaaaaaar sekali itu hanya dihuni ia, ibu dan embapnya (embap: panggilan kepada ayahnya) karena kakak-kakaknya sudah menikah. kami bertukar cerita… banyaak sekali, hingga lupa waktu dan hujan-pun turun.. menahan kami untuk beranjak pergi jalan-jalan seperti rencana awal… tapi sepertinya hujan mengerti, ia mereda perlahan… lalu kami berpamitan ke Ibu-nya Dini…

Banyak yang berubah, banyak sekali, aku menyesal telah melewatkan semua itu tanpa dini..
dijalan kami saling bergandengan tangan huhuhuhuhu seperti masa SMU dulu, recalling memories gitu deh… baca buku diary kami berdua, fyi kami punya buku diary bersama loohh, yang diisi bergiliran jadi kami tau banyak hal-hal yang sangat pribadi satu sama lain.
Sore itu, kami makan berdua, aku yang traktir dooonk pastinya (secara kagak bawa kado, masa minta ditraktirin juga? gile ajeee qeqeqe) abis makan, Dini setia menemaniku membeli hadiah buat Milad ibuku esok harinya, aku beli lipstik, pelembab, kertas kado dan kue tart mini buat ibu dan Dini (disini Dini gak tau kalo kue yang satunya buat Dini hehehe) tapi aku pasti akan membelikan Dini kado yang waktu itu gagal kudapatkan.
Dijalan pulang… aku mengeluarkan kue mini itu beserta lilin yang tidak dinyalakan untuk Dini dan Dini pun tersenyum senang => ^___^ semoga Dini semakin shalihah dan dimudahkan segala urusannya Allahumma Amiiin

Teruntuk Dini Mahalianti:

Semoga Allah selalu menjagamu, karena aku takkan mampu selalu berada disisimu,
Semoga Allah selalu menjadi teman curhatmu, karena sering kali aku tak mampu mendengarkanmu,
Semoga segera bertemu dengan Pangeran Kodokmu yang sesungguhnya ya Din…
Semoga Allah meridhai persahabatan kita
tidak hanya di Bumi, tapi di langit-Nya kelak…

Allahumma Amiinn

I Love You Dini…. I’ll always do…

Akhirnya hari kamis itu, ditutup dengan penuh kebahagiaan. dijalan pulang…. 

A note for your special day
Thursday, 13 Mei 2010

Advertisements

29 thoughts on “[5] Putri Mahal’s Birthday

  1. ario fanie

    mantaps….huaa…artikelnya menyentuh…..kalian sehabat sejati yah…
    sahabat ndak mudah nyarinya yah, ndak segampang mencari temen. Ketika menemukan sahabat, pasti selamanya tetep sahabat baik yah…
    wah…senang yah…bersyukur banyak dikelilingin sahabat-sahabat yang baek..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s