[10] Apa Susahnya Ramah?

Apa susahnya Ramah?

Akhir-akhir ini kata RAMAH adalah sesuatu yang sulit ditemukan di kota-kota besar di Indonesia atau bahkan di kota-kota kecil dan pinggiran sekalipun, tapi sepertinya prosentase yang lebih tinggi adalah kota besar. *analisa pribadi*

Sebut saja Jakarta, rasanya sulit sekali menemukan orang yang dengan ramah menjawab pertanyaan ala kadarnya, contohnya pertanyaan menunjukkan jalan dll. Ramah dan senyum saja sudah sulit, apalagi membuat orang disampingnya merasa diterima, merasa tidak asing, merasa bagian dari mereka. waaaah sulit sekali rasanya.

Entah mungkin apakah ini disebabkan oleh tingkat individualisme yang kian menghebat? Mungkin karena turunnya tingkat kepercayaan masyarakat kita terhadap satu dengan lainnya? ataauu… apakah ini yang disebut “paranoid”? Uweeww. Menurutmu? 

Ramah adalah sebuah sikap yang lahir dari ketulusan dan kasih sayang pada sesama, hal ini tentu tidak sembarangan, hanya orang-orang dengan hati yang bersih akan bersikap seperti ini. Akan sangat terasa perbedaannya dengan orang yang -terpaksa- ramah atau penipu yang berpura-pura ramah. Berbeda jauh dan sungguh akan terasa oleh hati kita.

Pikirku, apa susahnya bersikap ramah dan membuat orang yang baru dikenal tidak merasa canggung? Toh tidak ada yang dirugikan sepertinya.

Kehidupan memang sebenar-benarnya sekolah… Guru kita adalah setiap orang yang memberi pelajaran, makna dan nilai pada hidup kita.

Seperti cerita kemarin sore, ketika aku menyempatkan diri untuk mengunjungi klinik gratis Rumah Zakat yang diperuntukkan bagi mustahik (penerima manfaat zakat) dalam rangka menemui temanku yang bekerja di bagian Project Officer, seperti biasa… aku selalu bertemu dengan ibu setengah baya itu, sepertinya beliau adalah housemaid yang bahkan namanya saja tidak kukenal… tapi setiap kali aku datang kesana (dan mungkin orang lain yang bertanya padanya) selalu disambut dengan hangat, ia menjawab pertanyaan dengan ramah dan membuat kita merasa sudah mengenalnya sejak lama, bukan, bukan SKSD (sok kenal sok akrab), dari mimik muka Ibu tersebut memang sangat terlihat bahwa beliau itu berhati lembut, hingga memiliki kemampuan untuk memperlakukan setiap orang dengan sangat baik, hmm… semoga kita -khususnya aku- bisa bersikap ramah dan baik seperti beliau. *Pelajaran khusus buatku sendiri yang kata orang kesan pertamanya jutek.*


Well, jadiii… apa susahnya ramah? dimulai dengan Senyum => 

Ga tau gimana? caranya adalah: melengkungkan garis sebanyak 2 cm simetris ke kanan dan ke kiri =>, lalu bertegur sapa dengan cara yang lembut dan menyenangkan, setiap orang pasti akan merasa nyaman diperlakukan seperti itu… jadi ingat bagaimana Rasulullah alaihi wasallam selalu bersikap ramah dan membuat sahabat-sahabatnya merasa nyaman dengan senyumnya yang menyejukkan. 


Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan bermuka manis ketika bertemu dengan saudaramu.” (HR. Muslim (2626), Ahmad (5/173) dan Ibnu Hibban (524)

“Senyuman di hadapan saudaramu adalah sedekah.” [HR.at Tirmidzi 1956, Ahmad 5/168, al Bukhari dalam al Adab al Mufrod 891, Ibnu Hibban 864, Ibnu Adi dalam al Kamil 5/275, Syaikh al Albani menyatakan bahwa hadits ini derajatnya hasan lighoirihi, lihat ash Shohihah 572]

See? Rasul aja ngajarin ko…

Rasul tentu bukan malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan, sebagaimana kita tau bahwa hal ini dibahas pada surat ‘Abasa bagaimana Allah menegur Rasul karena telah bermuka masam pada seorang buta, inget kaaan??

Sungguh tidak akan rugi orang yang tersenyum, berbuat ramah, membuat orang lain merasa nyaman dan diterima, selain dia mendapatkan kepuasan dihati karena telah mengikuti sunnah Rasul… ia pun akan merasakan kenikmatan dalam hatinya karena kebaikannya lillaahi ta’ala.

Hayuukk atuh kita belajar menjadi orang-orang yang ramah dan membuat orang nyaman…

The picture’s taken from here

 Sebuah catatan untukku sendiri yang katanya sering manyun dan jutek, semoga membantu mengingatkan dan bermanfaat.
 

Advertisements

36 thoughts on “[10] Apa Susahnya Ramah?

  1. ario fanie

    sikap ramah..dr hati yg tulus dan ikhlas yah….
    orang buta yg tidak melihat sampai bisa merasakan keramahan itu sendiri….mantaps…huaaa…bisa kayak gitu kaga yah

    Reply
  2. Mon Mon

    menurutku ketigana x((( bukan bermaksud suudzon juga sih.. aku lebih ke arah hati-hati karena marakna kasus penipuan dll di jakarta (yang salah satu korbanna adalah aku sendiri). jadi sulit untuk membedakan mana yang ramah betulan, mana yang ramah ada mauna :(((

    keep smiling ^^ senyum itu ibadah kan 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s