(a) Catatan Perjalanan Ukhuwah Kami

Rabu, 2 Juni 2010

Seorang Zarah Saferawati (selanjutnya dipanggil Sera) bertanya apakah aku bersedia menemaninya untuk rihlah akhir pekan kemarin bersama teman sedivisi di kantornya, entah kenapa Sera mengajakku, mungkin karena aku adalah sahabatnya yang ada di Bandung hehehe, but i believe that everything comes for reason, it’s written that i should be with Sera
that day.

Permintaan Sera tentu bukan tanpa alasan, bukan karena kekurangan orang dalam perjalanan itu atau kelebihan budget rihlah. Seksi Pengolahan Data dan Informasi Kantor Pelayanan Pajak Tegalega Bandung itu berisi makhluk Adam semua, kecuali Sera. Adalah mustahil bagi Sera untuk pergi rihlah tanpa teman perempuan, maka ia memutuskan untuk mengajakku yang perempuan ini. Kalau aku pikir “kenapa aku?” well, Sera lah yang lebih tau jawabannya.

Jum’at, 4 Juni 2010


Sore itu, after work… aku langsung menuju kantor Sera dekat Pasar Caringin Bandung, saat di perjalanan menuju kantor Sera, aku baru sadar bahwa jaket yang sudah kusiapkan sedari malam tadi, belum masuk back pack. bunuh diri deeh… ke tempat sedingin itu tanpa jaket hiks hiks. Mengirim laporan pada Sera tentang tragedi ketinggalan jaket dan Sera direpotkan dengan meminjam jaket ke teman-temannya. Maaf ya Sera…

Sesampainya di KPP Tegalega… Rada panik karena pas datang, kantor Sera sudah tampak gelap. Alhamdulillah tak lama kemudian muncul sesosok pria mengendarai motor, menghampiri dan menodongku *lebay* “Miranty ya? itu Sera didalam” syukurlah… ternyata memang tidak salah kalau itu adalah kantornya Sera. Kemudian Sera muncul, kami bersalaman dan ber-cupikacupiki yeaah ritual perempuan itu lah.

Huuff… Ternyata jaket pinjaman dari temannya Sera baru bisa dipakai ketika kami sudah berada di Ciwideuy , karena teman Sera yang meminjamkan itu adalah penduduk setempat, aku berinisiatif untuk melapis double pakaianku untuk menghalau dingin yang menusuk tulang-tulangku *lebay*.



Perjalanan dimulai

Sebagai dua orang perempuan dalam perjalanan itu, aku dan Sera mendapatkan privilege a.k.a perlakuan spesial: diangkut dalam mobil yang ditumpangi Sang obos bersama Supir. Thank you Pak Risang dan teman-teman semua.

Sekitar pukul 20.00 kami berangkat menuju Ciwideuy, di tengah jalan kami menyempatkan diri untuk menyantap sate Cilampeni yang berada di Jalan Terusan Kopo (Jalan Raya Soreang). Saat itu aku memilih sate ayam dan sapi saja, hanya habis beberapa tusuk, karena sedang not delicious stomach (gak enak perut hahahaaha)

Malam harinya, kami menginap di Villa nya Mang Ajo, enak rumahnya… lengkap kap (dengan harga segitu worth it lah) untuk rincian harga liburan bisa diklik di postingannya Sera.







Aku dan Sera berada dalam satu kamar di loteng, kamar spesial, khusus buat kami , dekat balkon, view-nya langsung mengarah ke kebun strawberry, pohon-pohon dan jalan. Indaaah.


Sambil nunggu yang lain bangun, aku dan Sera poti-poti deeh… hihihihihi betapa sukanya kami dipoto dan memoto (wkwkwk memang inilah salah satu kesamaan hobi kami).

Tak lama kemudian, kami serombongan sudah siap meluncur ke Situ Patenggang (nama aslinya Situ Patengan looh) nama Situ Patengan ini diambil dari cerita rakyat setempat tentang dua orang kekasih yang lama terpisah, saling mencari dan bertemu disana, tepatnya di sebuah pulau dimana terdapat batu cinta. Kata patengan ini berasal dari bahasa sunda yang berarti saling mencari (pateang). Konon katanya pasangan yang memegang batu tersebut akan abadi, hadeeuuu boongan deeh, ini sih tak-tik marketing pengelola tempat tersebut agar menarik pengunjung, dengan begitu income pariwisata tempat itu tetap ok, katanya Budi (teman kantornya Sera), income dari kawasan Wisata disana lebih besar dari pada income perkebunan teh-nya itu sendiri, hihihihihi jadi tak heran lah… kalau cerita rakyat ini dibiarkan hidup.



Menyempatkan diri untuk berpose dramatis di tepi danau secara bergantian. Ide ini datang dariku, aku meminta sera berpose seperti foto ini, aku jepret dan hasilnya keren (bisa dilihat HS MP-nya Sera), lalu kemudiam giliran Sera memotoku serupa dengan pose tadi. 


Dalam Plan A saat itu, kami berniat menyewa perahu untuk berkeliling danau dan menginjakkan kaki di Pulau Cinta, sayangnya Plan A tidak terlaksana karena harga perahu yang tidak bisa ditawar sesuai budget yang ada huhuhuu . Akhirnya cuma foto-foto dan melihat view danau yang indah, alhamdulillah.

Dari Situ Patengan kami bergegas menuju Kawah Putih, namun di tengah perjalanan menuju Kawah Putih sangatlah menggoda kami untuk berhenti sejenak dan berfoto ria.

Beginilah sebagian polah kami




<= Sera gak ikut, karena Sera yang moto

Ini siapa yang moto yaa? lupa


Sesudah sesi foto-foto dan menikmati pemandangan yang tersaji, mobil kami langsung membelah jalanan menuju tempat selanjutnya, yaitu Kawah Putih. Sepanjang perjalanan, pemandangan kebun teh yang hijau dan luas menghampar benar-benar menyegarkan mata kami, kiriii kanaan… sejuuk sekali. Ada riak dalam hati yang membuatku ingin kembali ke tempat ini. Insya Allah.

Sampai di Kawah Putih, langit mendung dan kembarannya datang: hujan.

Alhamdulillah meski hujan, tapi kami masih bisa melihat Kawah Putih dan menyaksikan kekuasaan Allah yang lainnya di tempat ini. Kabut menyelimuti dan uap belerang dari kawah menyergap kerongkongan dan paru-paru kami yang telanjang tanpa masker.   Sangat dianjurkan untuk memakai masker, karena uap tersebut berbahaya. Kami tidak sempat berlama-lama disana, mengingat cuaca yang tidak mendukung keberadaan kami.


Akhirnya kami pulang. Jalan dari Bandung Selatan menuju Bandung kota melalui Soreang (tempat Stadion Jalak Harupat berada), disana kami memutuskan untuk mengisi perut kami yang sedari tadi sudah berdemo musik a.k.a keroncongan di sebuah tempat makan yang menyajikan makanan dan minuman unik hehee (untuk cerita lengkap mengenai tempat makan ini bisa dilihat di postingan Sera). Alhamdulillaah nikmat.

***Pssttt… liburanku dengan Sera kali ini adalah GRATIS adanya.
Hari itu aku menemukan kembali berkah ukhuwah dari sahabatku Zarah Saferawati.
Thanks to Sera dan seluruh staff di Sie P.Data dan Informasi Kantor Pelayanan Pajak Tegalega Bandung. Thank you for our adventure, see u next time insya Allah…

Oya Sera, kalo denger Misread-nya KOC jadi berasa Soundtrack hari itu dan inget Sera deeh wkwkwkwk

Maret 2010

Wuiih…panjang, lanjuutt gan!!

Postingan ini adalah hutangku yang belum tertunaikan sejak Maret lalu (rapel postingan ceritanya).
Hari Ahad tanggal 28 Maret 2010 aku dan Sera nge-date!

Dari Sebuah Short School yang kami ikuti di Salman, kami berencana untuk menghabiskan waktu bersama.

Hari itu kami nonton Film Hachiko yang sukses besar membuat kami hujan air mata, lalu kami makan dan terakhir kami ke tempat relaksasi dan reflexiology untuk memanjakan diri huehuehue (It’s also my first time, Sera )

That was a fine day dating with you.

Januari 2010

Aku mem-posting link tentang sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh anak-anak Salman dalam 3 bulan kedepan, lalu Sera menyatakan kalau ia pun akan turut serta dalam acara tersebut. Dari acara tersebut pertama kali kami bertemu secara nyata dan itu membuat kami bertemu hampir seminggu sekali.

Sera adalah teman FB-ku yang ternyata adalah temannya Kak Catur dan Mbak Vivi. Mbak Vivi dan Kak Catur adalah teman sekelasku di tempat kami les preparation for IELTS. The World is Flat Hihihii. Kelak, aku dan Sera makan malam bersama di rumah Mbak Vivi. hohohoo

Another surprise… Pada malam tersebut, tanpa sengaja aku mengetahui bahwa kami memiliki jas hujan yang kembar. Jas hujan muslimah (rok dan atasan) warna ungu-kebirubiruan. Sungguh, tak ada rekayasa disini.

Gyabooo… Sera dan aku baru saja menyadari bahwa kami berdua memiliki akun MP!!
Seketika kami terlibat dalam sebuah chatting dan saling mengkonfirmasi. Ternyataaaa Sera adalah teman jadulku di MP sejak 2008 kalau tidak salah, ID Sera terdahulu adalah http://www.zarahsaferawati.multiply.com!!! wuaaaaa akhirnya kami bernostalgia MP jadul huhuhuhu

Maha Suci Allah yang telah mempertemukan kami dengan cara yang unik, waktu yang tepat dan dalam ukhuwah yang insya Allah penuh barakah, amiiin.

Sekali lagi aku merasakan berkah silaturrahiim yang disebutkan Rasul.

Uhibbuki fillah ya Sera…
Jazakillah ahsan ^___^

Cordially

Miranty Januaresty

Bandung, Juni 2010

38 thoughts on “(a) Catatan Perjalanan Ukhuwah Kami

  1. ario fanie

    mukkyaaa gratiss yah….perjalanan seru ni…..kebun teh dan kawah putihnya keren2..sugoiii
    hahaha…sama persis yah…kembar siam,,,
    hmmm…the world is small apa the world is flat……

    Reply
  2. ario fanie

    the world is flat. dunia yang sama rata yah…dmana negara2 smuanya sama kedudukannya….HI banged ni…sippoo
    kembar identik..smuanya sama ..itu kayaknya bukan kebetulan yah…wkwkwkkw….

    Reply
  3. zarah sera

    *senyam-senyum ndiri bacanya Ty..

    Hihihi..hohoho..

    Jas ujanku yg itu udah robek Ty,ga bisa dipake lg..

    Eh,hari ini aku ada acara rihlah lagi..ke bonbin ..
    *tiap pekan berasa rihlah mulu..

    Reply
  4. zarah sera

    Huohuoo..
    Dua orang aneh dipertemukan makin aneh..
    Anty,tau ga? mas djoko itu berkali-kali bilang pas liat foto n video ciwidey..
    “2 orang yg aneh..”

    “Tapi masih anehan anty kan?”kubilang

    “sama aja anehnya”

    =_=

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s