Meninggalkan Bandung… :((

Minggu, 11 Juli 2010

Barang-barang sudah diangkut kedalam mobil
Taap… Pintu bagasi ditutup, melajulah Sang Kijang…

Berurai air mataku saat mobil membelah jalanan, meninggalkan Bandung
Mataku tak lepas dari kaca spion… Sering kali menoleh ke belakang

Melepaskan Bandung…

The picture’s taken from here

Setiap pekerjaan pasti ada konsekuensi dan resiko yang ditanggungnya, suka atau tidak.

Termasuk amanahku di kantor yang -akhirnya- mengharuskanku mutasi ke International Philantrophy Department, sebuah departemen yang langsung menghubungkan institusiku dengan berbagai NGO internasional (Non Governmental Organization), menjadi semacam corporate ambassador bagi lembaga dalam berhubungan dengan organisasi2 tsb. Sayangnya departemen itu bertempat di sebuah cabang di Jakarta, maka dari itu… aku pun dimutasi. Kenapa Jakarta? Yaaaa alasan logisnya adalah karena di Jakarta terdapat banyak kantor perwakilan NGO tersebut.

Senang? Ya, karena aku menyukai amanah baruku ini, challenging.
Sedih? Sangat, karena aku harus meninggalkan kota yang kucintai, Bandung.

Tidak pernah terbersit sedikitpun untuk meninggalkan Bandung dengan cara seperti ini.
6 tahun kota ini mendewasakanku, menempaku menjadi seorang aku hari ini.
Tempat segala kejadian besar dalam hidupku berasal.

Aku sudah terbiasa dengan Bandung yang indah dan sejuk, Bandung yang paling sering dikunjungi orang ketika liburan, Bandung yang setiap wiken dibuat macet oleh plat B, Bandung… dimana Dago, Cikapayang, Taman Lansia, Gedung Sate, Alun-alun, Gasibu, Sabuga, Salman, Cimahi, Flamingo Hill, Unjani, Unpad, ITB, Ledeng, DT, Braga, Jl. Asia Afrika, Gedung Merdeka, BSM, Ciwalk, PVJ, Lembang, Ciwideuy, sungai Cikapundung yang bau dan penuh sampah, Masjid Habiburrahman, Masjid Telkom Divre, tempat-tempat keren dan teman-temanku berada. 


Membayangkan hidup di Jakarta saja aku tidak pernah, aku bahkan sangat ANTI-Jakarta untuk tinggal apalagi menetap Oohhh tidaaakk!!!

Aku yang terlanjur ANTI-Jakarta ini, ternyata… harus tinggal di Jakarta juga, ya Allaaah… *nelongso* Semoga ini yang terbaik dari skenario-Mu selanjutnya ya Allaah…. *nada sendu*

Jakarta yang malang…. sudah sesak, panas dan macet, eh ternyata harus menampung seorang pendatang lagi, kasihan kau Jakarta… Menanggung konsekuensi dari terpusatnya segala aktivitas perekonomian dan pemerintahan, errrrrrr.

Aahh ruhku sebagian masih di Bandung *sambil nangis minta balik ke Bandung* 

Hemm… Sehari sebelum keberangkatanku ke Jakarta, aku sempat jalan-jalan keliling Bandung dan ber- photo walking bersama manusia IT dan manager kandang bebek.
Aku akan sangat merindukan Bandung dengan semua yang ada disana…

“…Bandung akan merindukanmu sangat dan Jakarta kan menyambutmu hangat…” begitu kata Uni Febi yang 2 hari sebelum kepergianku memberiku mug lucu dan surat cinta yang membuatku termehek-mehek .


Akhirnya sampai juga aku pada episode ini, salah satu episode yang sangat tidak aku inginkan…

Episode yang harus tetap kulakoni…
Menaklukkan diriku sendiri di Jakarta!!!

Bismillaaah….
Welcome to the Jungle beibeh!!!!

The picture’s taken from here
Advertisements

113 thoughts on “Meninggalkan Bandung… :((

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s