Hujan malam ini, setelah pergolakan batin dan rasio

Seharusnya, seperti biasa… saat ini aku sudah berada di The Dream Land bersama mimpi-mimpi dan terlelap bersama lelah sehari, tapi hingga detik ini… Mataku enggan terpejam, ingin saja membaca postingan-postingan lucu, kocak, cerdas dan menghibur hati , setelah mempelajari beberapa modul yang sempat membuatku merasa tidak PD dan membuatku ciut ciut plash hingga berpikir…

“oh cmon… masa gitu doank lo gak bisa??”
“Ayo Anty… Jangan menyerah!
Tapi rasa ciut itu kadung nempel di dinding hati heuheuheu

Hujan malam hari, mengingatkanku pada perjalanan incognito itu… Sendiri di bus, berpetualang ke tempat nun jauh disana, tempat yang kutuju demi sebuah pelarian diri atas ruang privasi dan sebuah pertanyaan.

Hujan malam hari, memaksaku mengenang episode-episode yang telah berlalu dalam hidupku, ingin tersenyum sendiri rasanya mengingat itu semua.

Tak terasa ini sudah masuk semester kedua dalam tahun ini, apa yang sudah kuperbuat? apa yang sudah kucapai? sudahkah berbenah diri???

Ramadhan dalam hitungan jam, akankah menjadi Ramadhan terakhir???
Mendelik persiapanku yang….??? Ahhh *terhempas sedih*

Ramadhan kali ini, akan menjadi Ramadhan pertamaku di Jakarta…
Semoga banyak hikmah dan pahala ya Rabb…


Ah Rabb… Aku malu meminta, sementara Engkau telah memberi begitu banyak…
Aku malu menyapa, sementara kewajibanku terabaikan, naif sekali diri ini.

Aku ingin mengenal diriku lebih dalam, memahaminya lalu mengenal Engkau dalam setiap sisi diri manusiaku dan menjelang maut dengan menemukan-Mu.
 

Selamat Tidur…

Langit memuntahkan air pertanda rahmat, hujan malam ini menyeruak pikiran, kalbu dan hidung dengan wangi tanah basah, segar sekali…. membuka jendela, membiarkan angin menyapa raga yang berpeluh seharian

~Utan Kayu, Kosan Keren 04082010~

Advertisements

32 thoughts on “Hujan malam ini, setelah pergolakan batin dan rasio

  1. Larassati !

    Anty semangaaaattt!! Asyik jg loh puasa di kosan, buka puasa bareng2 ma temen, saling tukar makanan trus rame2 taraweh apalagi pas sahur saling membangunkan. Kangen jg ma kosan ku dulu pas ku merantau beberapa tahun silam…

    Reply
  2. Qarina Pasaribu

    menghela nafas dalam
    hujan emang paling bisa bikin suasana hati jadi sendu

    makasih, mba
    udah diingetkan lagi
    akan tamu istimewa yang segera tiba
    smoga masih sempat bertemu dan menyambutnya dengan persiapan terbaik,,,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s