Menuai Pahala dengan Sebiji Kurma di Metromini 46

Kamis, 9 menjelang 10 Ramadhan 1431
Ashar Menuju Maghrib

Jalan Matraman Raya dan Pramuka macet, padat merayap…

Allahu Akbar… Allaaahu Akbar…


Sayup-sayup terdengar suara adzan pertanda ifthar dan berakhirnya shaum di 9 Ramadhan 1431.


Saat itu aku masih didalam Metromini 46 dengan kondisi belum sempat membeli ta’jil atau sekedar air mineral untuk berbuka, ini berarti aku akan menunda iftharku sekitar 10-15 menit lagi untuk sampai ke kosan. Tiba-tiba seorang Bapak menyapaku, ia menawarkan
kurma yang dibawanya padaku dan beberapa penumpang lain.





“Terima Kasih Pak… ucapku sembari berhamdalah dalam hati tanda kebaikan Allah tengah menghinggapi. Alhamdulillaah.

Betapa saat itu sebiji kurma yang kuambil dari kotaknya bak air segar yang mengguyur dahagaku. Alhamdulillaah.

Rasululllah SAW bersabda “Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.”
(HR. At Tirmidzi).

Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu , ia berkata :


“Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  bersabda : “Siapa yang bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari  usahanya yang halal lagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharnya untuk pemiliknya seperti seseorang  di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.”
Muttafaq ’alaih



Sebiji kurma yang menjadi pahala Bapak itu, pahala yang diakumulasikan dengan jumlah biji kurma yang dinikmati oleh para shaaimiin di metromini 46, pahala yang setara dengan shaum orang yang mendapatkan kurmanya. Subhanallaah… Jadi terpikir olehku… “Kenapa aku tidak sengaja menyiapkan makanan lebih saat dijalan, di saat-saat tak terduga semisal macet?” Saat-saat ketika orang-orang sangat membutuhkan.


Sungguh, Ramadhan ini hanya sebentar… Bukankah seharusnya setiap hal, setiap laku dipertimbangkan agar menuai pahala dari arah mana saja?

Karena kita tak pernah tau, dari jalan kebaikan mana amalan kita diterima
Karena kita takkan pernah tahu, melalui do’a siapa Allah mengijabah kebaikan untuk kita? Bisa saja dari doa orang-orang yang menerima ta’jil dari kita atau doa orang yang menerima sebiji kurma itu? We’ll never know
.

So… tebarkan kebaikan kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun, yuk?

*Membiasakan diri berbuat baik di Ramadhan, agar menjadi karakter di 11 bulan kedepan*

Gambar dari sini

Advertisements

56 thoughts on “Menuai Pahala dengan Sebiji Kurma di Metromini 46

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s