Ternyata dia yang tertulis di lauhul mahfudz ribuan tahun lalu

“Kalau jodoh takkan kemana”

“Kalau bukan jodoh dipengen-pengen, dipaksa-paksa tetep aja gak bisa”

“di-gakmau-gakmau-in juga, kalo jodoh yaaa ada jalannya aja, jadi juga”

Begitulah kata orang tua, begitulah fakta ternyata…

 

Seperti cerita para pendahulu, orang tua, nenek kakek, paman bibi,
sekarang mungkin juga aku, kamu, dia…

Seringkali kita bisa mengambil banyak pelajaran dari kisah-kisah hidup orang…
Maka kali ini ijinkan aku bercerita, tentang sebagian kisah perjalanan panjang seorang Putri untuk menemukan takdirnya… Si Putri tidak menceritakan detil satu persatu, hanya diceritakan yang paling unik saja (Versi Putri)

 

Pernah ada Pangeran Jawa yang ternyata orang tuanya sangat “anti” terhadap orang sunda (eiiit… tidak semua orang jawa begini loh, tidak mengeneralisir, kasuistik saja karena ayah beliau memiliki pengalaman mental dan psikologis yang tidak baik dengan orang sunda, sampai melarang anak-anaknya menikah dengan orang sunda). Mungkin juga ayahnya kurang mendalami makna surah al hujuraat 13, Allaahua’lam yang terbaik untuk semua.

    “Wahai seluruh manusia, sesungguhnya Kami telahi
     menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang
     perempuan, dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa
     dan bersuku-suku, agar kamu saling mengenal.
     Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi
     Allah adalah yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah
     Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Proses dengannya kandas karena tidak ingin perahu melaju tanpa restu.

Lalu hadirlah Pangeran Ilmu yang menamatkan studinya di negeri 1000 menara, negeri yang kian tersohor karena Ayat-ayat Cinta, sangat mapan secara pengalaman berorganisasi, hafalan, kesederhanaan dan keshalehan. Putri merasa tidak pantas bersanding dengan Pangeran Ilmu, Putri merasa ada yang tidak sejalan dalam beberapa hal, tapi ia tidak sempat mengungkapkannya, Putri membiarkan takdir Allah yang menjawab… Ternyata, Pangeran Ilmu harus segera kembali ke Negeri 1000 menara, Pangeran Ilmu memintanya menunggu untuk sekitar beebrapa bulan sebelum ia bisa memboyong Putri kesana, tetapi batin Putri menolak, Ia menolak untuk menanti siapapun. Ia hanya akan maju dengan yang siap, prinsip dan idealismenya kian mengakar. Putri… putri… adaada saja. Sok Idealis.

Suatu sore, muncullah Pangeran Science… Tampaknya ia baru saja tersesat dan menanyakan jalan pulang… Ia sempat mampir dan berbincang-bincang, cukup lama. Pangeran Science ini adalah Pangeran yang jarang bicara, pendiam dan dingin. Sangat berbeda dengan Putri. Hmm… Putri bermunajat kepada Rabb-Nya agar ditunjukkan sejelas-jelasnya, seterang-terangnya oleh Sang Maha Cinta apakah Pangeran Science ini adalah takdirnya, beberapa waktu… Ternyata Sang Maha Penjaga Putri menjawab do’anya dengan limit waktu yang habis, Putri berprinsip tidak berproses lebih dari 6 bulan. Saat itu Putri dan pangeran sepakat untuk tidak melanjutkan niatnya. “Kalau jodoh takkan kemana, Kalau tidak jodoh pasti ada jalannya” Yakin si Putri

Huff…

Belum berhenti sampai disitu… Putri pernah menerima proposal dari Pangeran Lucu
Cerdas, Tampan, Aktivis, Populer daaaan lucu.
Lucu karena tampaknya segala hal yang pernah si Putri inginkan ada di dirinya, segala ketakjuban yang Putri alami saat membaca Proposalnya, such a coinsidence. Comblang mereka pernah mengatakan kalau mereka mirip secara fisik dan secara latar belakang kerajaan. Ia menamatkan studi di Institut Terkenal Banget (Putri sadar sekali bahwa Ia sangat mengagumi Para Pangeran dari Institut Terkenal Banget), bersekolah di kota kelahiran Putri, sekolah unggulan yang hanya diperuntukkan oleh orang-orang cerdas. Pangeran Lucu lahir di bulan yang sama hanya berbeda satu tahun, Pangeran Lucu adalah seorang Koleris-Phlegmatis! Takjub karena… Sebelum membaca proposalnya, Si Putri menuliskan bahwa Ia adalah seorang Sanguinis Melankolis yang merasa bahwa ia membutuhkan seorang Koleris Phlegmatis. Uwow! Subhanallaah…
Pikiran Putri sudah melanglangbuana, mengangkasa “jangan-jangan ia adalah jodohnya?”
Ah… Pangeran Lucu, ternyata Ia tidak datang pada saat yang tepat… Saat itu jiwa Si Putri lagi kacau, kondisi kerajaan yang mendadak tidak kondusif, kerajaan si Putri sedang ramai perang. Si Putri tahu ia tidak boleh egois membiarkan Pangeran Lucu menunggu untuk waktu yang tidak bisa dipastikan. Batin si Putri menyayangkan. Para Comblang menyarankan untuk menerima dulu si Pangeran Lucu lalu bersama berjuang menghadap Ratu dan seisi kerajaan untuk mengizinkan mereka bersama. Tapi Putri tahu… Pangeran Lucu adalah Pangeran yang baik dan sudah siap mengemban amanah cinta, ia harus melaju dengan yang sudah siap, bukan harus menunggu si Putri yang sedang Ge Je, tidak ingin membuatnya terbebani. Ahhh… Si Putri lagi payah, ia jadi pengecut. Putri menyerah sebelum berperang. Pangeran Lucu pun berlalu…

Sampai disini si Putri merasa kalau takdir itu juga bagian dari pilihan-pilihan hidup, coba kalau aku memutuskan A, B, C, D… Z Wallaahua’lam

Bersambung ke….

“Ternyata dia yang tertulis di lauhul mahfudz ribuan tahun lalu (Part II)”



***PS: Cerita ini tidak bermaksud buruk dan tidak dalam rangka riya, pamer, membuka aib dan sejenisnya… Justru cerita ini dimaksudkan sebagai cerita yang semoga membawa ibrah pada semua pembaca bahwa jalan jodoh itu tidak selalu mulus, tidak selancar jalan tol, tidak perlu menyerah jika gagal dan tetap yakin pada qada dan qadar Allah sebagai Sang Penjaga

Advertisements

83 thoughts on “Ternyata dia yang tertulis di lauhul mahfudz ribuan tahun lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s