(Part II)Ternyata dia yang tertulis di lauhul mahfudz ribuan tahun lalu

Di Episode kedua ini, saya ingin kita semua mengambil ibrah yang lebih dalam tentang pencarian cinta sejati, bersabar, menjaga hati, menjaga pikiran, husnudzan terhadap ketentuan Allah, husnudzan terhadap saudara, menjaga keyakinan (prinsip, idealisme dll), tentang taubat, menjaga keimanan hingga sampai pada tahap menaikkan marhalahnya ke tangga cinta yang jauh lebih tinggi: Pengorbanan.
Bukan hanya antara dia dan aku tapi antara Dia dan aku.
Mencoba membuka diri terhadap peluang jodoh dari segala arah yang Allah tunjukkan meski tidak seperti harapan, tidak seperti impian. Peluang jodoh tak terduga, tidak biasa.

…Selepas Pangeran Lucu…

Jika sebelumnya Si Putri yang (sok) idealis itu bertahan dengan prinsip “tidak menanti yang belum siap dan tidak menyiap-nyiapkan yang belum siap” kali ini Sang Maha Penjaga menguji Putri dengan prinsipnya sendiri…

Allah SWT. berfirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”  (Al ‘Ankabuut Ayat 2)


The First Encounter


4 tahun yang lalu… Si Putri bertemu dengan seorang teman dalam Pertemuan Pencari Ilmu “Diplomasi” se-Nusantara. Awalnya biasa saja, tidak ada yang istimewa sama sekali, Putri tidak tahu bahwa sebenarnya teman yang dikenalnya itu adalah seorang Pangeran Keren di kerajaannya. Putri hanya mengenalnya sebagai pencari ilmu dari timur jawa (sebuah kota yang menurutku sangat nyaman).

Saat itu ada jamuan makan malam di aula Kerajaan Aquila, tempat seluruh pencari ilmu hubungan internasional se Nusantara berkumpul. Setiap pencari ilmu berubah menjadi Putri dan Pangeran dalam semalam… Cantik-cantik dan tampan-tampan, menggunakan gaun dan Tuxedo selayaknya pesta. Sedangkan Putri? Meskipun ia adalah seorang Putri dari Kerajaan Bumi Geulis (Nama Kerajaannya) Ia tetap bergaun sederhana, gamis merah hati dan jilbab pashmina saja.. Hanya ia sendiri yang berjilbab. Tidak ada yang istimewa malam itu, selain jamuan makan malam internasional dan para hadirin yang berfoto ria bak selebritis menghadiri Malam Award.

Pertemuan itu berlangsung selama seminggu, ada short diplomatic course, ada Sidang Forum, Pemakalah ilmu dan isu HI dari seluruh kampus di Nusantara, Seminar oleh tokoh Departemen Luar Negeri, berkenalan dengan seluruh civitas academica HI se-Nusantara dll.

Itu saja.



Ujian Cinta

2 Tahun Kemudian…

Si Putri dan Pangeran Keren saling menghubungi demi untuk kepentingan skripsi mereka yang core subject-nya sama dan hanya mereka saat itu yang memakai tema yang serupa.
Tidak ada ketakutan atau kecurigaan akan timbulnya virus-virus hati, berawal dari skripsi… lalu diskusi isu Hubungan Internasional, debat, dll. Si Putri menyukai diskusi akademis ini. Hmm… Si Putri gegabah, kurang hati-hati, merasa aman dari virus hati.

Perlahan… Setelah diskusi seputar tataran akademis, diskusi-diskusi tidak penting dimulai…
Putri yang sedari dulu berprinsip, warning hatinya menyala. Ia memutuskan untuk tidak bermain api. Tetapi tampaknya Si Pangeran Keren memang ada niat khusus pada si Putri. Akhirnya Putri menegaskan HITAM atau PUTIH, tidak ada abu-abu. Berani atau berkorban.
Si Putri dan Pangeran Keren menegaskan jalan mereka menuju mahligai cinta ilahi…
Tetapi, di tengah jalan ternyata banyak kendala yang membuat si Putri mengkhianati
prinsipnya terkait lama proses menuju mahligai cinta. Ibu Suri dari Pangeran Keren mensyaratkan sesuatu yang membuat Putri harus menunggu entah sampai kapan. Putri melonggarkan prinsipnya.  Pangeran Keren telah berjuang, demikian dengan Putri, berjuang melobi pihak kerajaan masing-masing. Putri ingin berjuang semaksimal mungkin kali ini, agar tidak ada penyesalan, bagaimanapun ujungnya, agar tidak ada lagi penasaran. Namun hal ini juga membuat dilematis tersendiri. Putri tidak lagi tegas, Putri merasa harus menjadikan prosesnya berhasil. Bukan pasrah terhadap apapun yang terbaik versi-Nya. Ada penyimpangan niat sepertinya.

“Putri… Kembalilah pada niat sucimu, menikah dengan dia yang berani mengemban amanah cinta, bukan menyiap-nyiapkan orang yang belum siap. Jangan memaksakan Putri… Putri sadarlaaah. Kembalilah pada jalan Tuhanmu.” jerit suara hati Tapi Putri menentangnya, Putri mengabaikannya.

Sebenarnya batin Putri berontak menjalani proses yang lebih panjang dari biasanya, dari prinsipnya… Tapi entah kenapa Putri tidak bisa beranjak, stagnant. Tidak kuasa meninggalkan dan memutuskan, tidak maju tidak juga mundur. She could be in love or something. What kind of love? Arghhh Putri tak acuh.

Ia juga ingat… Satu niscaya yang tanpa musykilah akan menjemputnya: MATI.
Putri pasti MATI. Mati yang datang bisa hari ini, esok hari, entah kapan…
Ia sangat takut, jika dalam kondisi seperti ini Allah memanggilnya, sedang ia dalam keadaan tidak menjaga hati. Mengecewakan Rabb-nya, lantas bagaimana Putri menghadap-Nya?

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Al-Imran:185).

“Dunia ini cuma sebentar saja kok Putri… Sebentar saja, lalu kenapa begitu risau?” Bisik Sang Hati

Pergolakan batin terus-terusan terjadi, antara hati dan akal tidak sejalan.. Putri tersiksa. Merana.
Ia terus-terusan bertanya pada akal dan hati: Cinta ini karena apa? karena siapa? Pertanyaan besar yang harus diselesaikan, jikalah cinta yang ia sebut-sebut sebagai cinta, apakah suci? apakah Allah ridha?

Teg!

Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. (Qs. al-Baqarah [2]: 165).


Ia ingin dengannya, tapi tak mampu… Pangeran Keren itu sangat ingin juga dengannya, tapi ia tak mampu melangkah karena alasan yang juga berat.

Akhirnya Putri kembali menghadap Sang Penjaga untuk mengadu, curhat, menjerit dalam hati, berteriak dengan kegelisahannya, ia selalu menangis tersedu, perih, sakit, sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, patah hati teramat remuk. “beginikah rasanya?”

Ia hanya mampu mengadu kepada Sang Penjaga…
Ia menghabiskan malam-malam dengan munajat dan air mata agar ditunjukkan yang terbaik. Putri hanya ingin tenang.
Batinnya kini mengatakan bahwa ia harus segera kembali pada-Nya, mentaati-Nya dengan meloncati rasa suka dan tidaknya, karena mentaati-Nya dengan hal yang tidak dia suka adalah bergelimang pahala dan kebaikan. Allah Maha Tahu sedang Putri sendiri tidak tau apa yang terbaik untuknya.

Saat itu Putri diberikan Allah secercah kekuatan berupa sebuah keinginan untuk meluruskan niatnya, menyelamatkan aqidah cinta-Nya, menempatkan Dia diatas segalanya, diatas segala keinginannya, demi menyelamatkan hati dan dirinya, dengan atau tanpa orang yang dia sukai.

Do’a, harap, munajat terbaik telah beterbangan ke langit, berharap sampai ke arsy dan didengar Sang Penjaga.

Putri merenungi lagi kalimat yang dia ulang-ulang ketika menghadap Sang Penjaganya. “…Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” QS. al-An’am (6) : 162

Batin Putri berkecamuk… Si Putri jadi ingat adik-adiknya di kampus dulu, bagaimana ia bersama-sama belajar dan mengatakan pada mereka untuk menjaga hati dan harus lebih banyak memikirkan banyak orang ketimbang dirinya sendiri. Sedang hari ini… Ia malah sibuk dengan urusan hati dan urusannya sendiri. Ia pilu, Ia dilemma.

Ada yang sakit disini, hatinya.
Perih tak terperi…
Antara inginnya dan ta’atnya, antara dia dan Dia. Batinnya berperang.
Ia merintih:
“Ah Rabbii… Haruskah begini? Tak bisakah bersamanya menapaki jalan-Mu?”

Berbulan-bulan sudah Ia merasa tidak tenang dengan semuanya.
Segala upaya sudah Putri dan pangeran Keren kerahkan, segala do’a terbaik sudah menjelajah palungnya, berharap semoga ada keajaiban.
Hingga pada suatu saat yang ditentukan, ternyata Sang Penjaga menunjukkan bahwa Pangeran Keren dan dirinya harus menghentikan segala upaya demi kebaikan diri mereka, kerajaan dan segala derivat-derivatnya.


Ia bermunajat dan berazzam pada dirinya dan Sang Penjaga bahwa kali ini ia benar-benar akan patuh terhadap-Nya. menjadikan Pernikahan sebagai SPT yang diamanatkan Rasul sebagai sunnah. Sebagai salah satu jalan meraih ridha-Nya, sebagai perisai, pelindung hati dan dirinya. Sebagai ladang amal, sebagai sarana menaikkan marhalah kebaikan. Dan itu seharusnya bisa dilakukan dengan atau tanpa orang yang disukai. Tetapi dengan yang siap mengemban amanah tersebut.


Meskipun berat… Pangeran Keren dan Putri memutuskan untuk mengakhiri perjuangan mereka, karena merasa bukan begini jalannya, mungkin bukan jodoh.

Setelah Si Putri menyeret langkahnya untuk kembali pada jalan cinta para pejuang… Meninggalkan yang meragukan dan abu-abu. Berat. Tidak mudah. Tapi si Putri meyakini bahwa jika seorang hamba meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Bukankah Jihaadunnafs badalah jihad yang paling berat?

Diriwayatkan dari Nabi saw bahwa beliau bersabda: Barangsiapa yang meningalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.


Putri dan Pangeran Keren harus ikhlas… Mengorbankan yang mereka miliki demi cinta-Nya, demi ta’at pada-Nya. Semoga Sang Maha Cinta menilai ini sebagai bentuk keta’atan dan semoga segala perih menghapus dosa-dosa mereka. Amiin.

Semoga Putri dan Pangeran Keren tetap bisa bersaudara dan bertetangga di al Firdausy nanti. Amiin.

Ini adalah salah satu ujian Allah atas keyakinan, apakah Allah akan membiarkanmu mengatakan beriman sebelum Ia mengujimu?

Moving on…

Hingga…
Qadarullah… si Putri secara tiba-tiba dimandatkan untuk pindah mendadak dimutasi ke kastil di kota yang sangat tidak ia inginkan untuk menetap, kota yang ia sumpahi tidak akan pernah menjadi tempat tinggalnya. Jayakarta. Hikshiks.

Jadi berasa disentil oleh pesan Nabi Rasulullah SAW:
“Cintailah sesuatu itu dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu benci, dan bencilah sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai.”


“Minggu depan Putri ditugaskan untuk menjaga kastil di Jayakarta” Jelas Sang Petugas Kerajaan
“Loh, katanya tugas itu bisa tetap dilaksanakan di Kastil Parahyangan? Koq gitu siyh??” Protes Putri dengan nada kaget sekaligus meratap
“Katanya Raja begitu Putri… Maaf ya, saya tidak tahu apa-apa Putri” Jawab Sang Petugas


Hanya dalam seminggu Putri harus menyelesaikan tugas-tugas di Kerajaan Parahyangan, Ia tidak mengenal para petugas kerajaan di Kastil Jayakarta, seminggu itu ia sibuk mengurus sisa tugasnya.


Beberapa hari sebelum Putri hijrah ke Jakarta, ia bingung menghubungi siapa yang tau alamat kantornya.
Sebuah cahaya terlintas pada sebuah nama seorang teman di Matraman. Dia. Ya dia, teman yang Putri kenal melalui MP dan pernah sekali bertemu dengannya. Triiing.

Putri langsung menyalakan YM untuk menanyakan jalan padanya

Putri: Salam, Hei teman, kamu tau alamat ini tidak => Jl. Matraman Raya No.148 Blok A1 No.5 Jakarta Timur?

Si Teman: “Hihihii Itukan deket rumahku.”

Heum… Entah apa maksud Allah memutasikan aku secara tiba-tiba ke Kastil Jayakarta. Tidak ingin berpikiran apapun.

Hari itu, tanggal 11 Juli 2010 Putri resmi meninggalkan Negeri Parahyangan.

Ia meminta tolong pada si teman di Matraman untuk menunjukkan alamat tersebut. Temannya nanti akan mengendarai motor, sementara Putri dan para anggota kerajaan berada dalam Mobil.
Tanpa diduga, ternyata Si Teman Matraman ini kakinya terkilir, ia tidak bisa menunjukkan jalan menggunakan motor, ia tidak bisa berjalan. Si Teman ini mengatakan bahwa nanti orang tuanya yang akan menggantikan dirinya menunjukkan jalan. Waah… Tidak enak, merasa merepotkan.

Tanpa ada firasat apapun, sampailah si Putri di tempat tujuan, ternyata orang tua sang teman memintanya untuk mampir dahulu di rumahnya. Hemm… Baiklah, tak enak rasanya jika si Putri menolak (secara Putri merepotkan mereka). Akhirnya sampailah si Putri ke rumah si teman Matraman. Ditengah-tengah perbincangan itu… tiba-tiba Ratu, ibunda si Putri bertanya pada orang tua si Teman Matraman: “anaknya anak ke berapa bu?” tanya Ratu
“anak pertama bu” jawab ibunda si teman
“waah sama donk sama Putri” balas Ratu dengan nada-nada mencurigakan :-s
:-/ si Putri kagak enak hati, pengen cepet-cepet pergi dari ruangan itu, pengen gali lubaaang saat itu juga. bener-bener gak enaaaakk.
Sesampainya di tempat tujuan… saat sedang beres-beres barang.
Ternyata Ibunda si Teman dan Ibu Ratu sempat berbincang-bincang tanpa diketahui Putri
“Semoga anak kita berjodoh ya bu…” harap Ibunda si Teman
Jedeng jedeng jedeng! @_@
*pingsan lagi*

Percakapan itu hanya percakapan semata, sudahlah. Tidak dipikirkan, jadi bikin tak enak hati saja si Putrinya sama si Teman Matraman. Maafkan aku wahai Teman.


Beberapa bulan kemudian…
Ibu Ratu hampir setiap hari menghubungi Si Putri, menyuruh si Putri untuk untuk “menerima tawaran” Ibunda si teman Matraman, Ibu Ratu mengatakan bahwa Ia merasa bahwa si teman Matraman adalah jodohnya, @_@ dari rentetan kejadian tak terduga, dimutasi-dipertemukan dengan keluarganya tanpa rencana dan sekarang si Putri mengabdi di Kastil Matraman. Ibu Ratu tidak pernah menyarankan siapapun sebelumnya, ketika si Putri mendiskuksikan Calon Pangerannya. Tidak sekalipun. Tapi iniii??? @_@ Doeng doeng *pingsan*

Kenapa dia ya Allaah…? Huhuhu


Di belahan bumi Matraman lainnya…
Ada seorang Ibunda yang memimpikan si Putri, dan bertanya pada anaknya apakah si Putri baik-baik saja. Sang anak bertanya pada si Putri apakah dirinya baik-baik saja? Ternyata si Putri memang sakit. Waaaaa… Maksud mimpinya itu apa?

Berhenti sampai situ. Pause.

Si Putri lamaa merenung, berpikir… menelaah… bermunajat, beristikharah, berdoa memohonkan jodoh terbaik dari Allah… Tidak putus-putusnya.

Suatu malam…
Selesai shalat maghrib, si Putri berdo’a seperti biasa… Memohon ampun dan Berdo’a, salah satu do’anya yang diulang-ulang adalah memohon petunjuk yang terbaik atas jodohnya, Ia bergumam dalam doa agar diberikan yang mudah dan segera. Mungkin kelelahan, Putri tertidur diatas sajadah. Hingga….

“Mbak Anty… Assalamualaikum… Mbak Anty” sebuah suara memanggil-manggil namanya, mengetuk pintu kamarnya

Antara sadaar dan tidak, Putri bergegas membuka pintu kamarnya
dan ternyata…………………….
Orang itu adalah Ibunda si Teman Matraman!

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar… Walillaahilhamd…
Aku tak kuasa atas hidupku, atas semua jalan yang harus aku lewati untuk sampai disini, untuk menemukan jodohku: Si Pangeran Shaleh dan Baik Hati. Luka dan lelah, harus aku lalui untuk mengetahui bahwa Seseorang yang Allah takdirkan untukku adalah temanku sendiri, teman yang aku kenal 6 bulan lalu melalui sebuah acara di Depok.

Tidak ada cinta lokasi disana,
Tidak ada cinta-cinta-an selama berinteraksi di dunia maya,
Tidak ada cinta saat kopdaran
Tidak ada cinta-cinta-an disana…


Aku bisa sampai disini karena skenario-Nya, karena qadar-Nya…

Allah lah yang menginginkan aku disini, maka Allah sendirilah yang nanti -setelah menikah- Insya Allah menghadirkan cinta itu, cinta yang berasal dari rahmat dan rahiim-nya Allah kepada mereka yang meniatkan nikah sebagai ibadah. Allaahumma Amiin.

Allaahuu… Aku tak pernah meminta ini, tidak dengan jalan ini. Tapi Engkau Maha Tahu apa yang terbaik bagiku.
Ternyata dia yang tercatat di lauhul mahfuudz ribuan tahun yang lalu, yang demi menemukannya, aku harus tertatih-tatih menjaga hati dan diriku.
Allahuu… Jika dia memang yang terbaik menurut-Mu, maka mudahkanlah… maka dekatkanlah… Jika bukan, mohon tunjukkan bahwa dia bukan untukku.

Jodoh memang bisa datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Bisa teman, tetangga, temannya teman, saudaranya teman, saudaranya saudara, anak binaannya guru ngaji, rekomendasi guru ngaji, dijodohkan orang tua, ketemu di jalan, ketemu diiiiiiimana-mana yang Allah atur sedemikian rupa. Yang membedakan adalah caranya, sesuai syari’at atau tidak. Wallaahua’lam.

Insya Allah saat ini Putri telah menemukan Calon Pangerannya.

Bismillaah…

Memohon do’a terbaik, do’a terindah
doa yang kelak diaminkan oleh malaikat untukmu..
.


Semoga menjadi pasangan yang shaleh dan menshalehkan, bermanfaat bagi ummat dan keluarga yang dibina menjadi sakinah mawaddah warahmah dan barakah
Allahumma amiiin.


“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Furqan: 74)

Katakanlah:” Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
QS. al-An’am (6) : 162

Insya Allah
Pangeran Shaleh nan Baik Hati
akan menikah dengan
Putri Cinderellanty
Pada pekan depan
Ahad, 2111-2010
di Kerajaan Mempelai Putri
Bumi Geulis


***THE END***


PS: Undangan di ATTACH… Cekidot
Yang baca dan komen diundang semuanya…

Advertisements

226 thoughts on “(Part II)Ternyata dia yang tertulis di lauhul mahfudz ribuan tahun lalu

  1. Mia Mia

    Barokallahu laka wa baroka alayka baynakuma fi khoir
    subhanallah…ceritamu mengingatkan ku pada masa lalu..saat seorang bunda begitu mengharapkanku jadi mantu nya, sayang bukan jodoh

    Reply
  2. Gerry Kun Geia

    “Semoga Allah Menghimpun Yang Terserak Dari Keduanya Dan Kiranya Allah Memberkati Dan Memberi Mereka Berdua Keturunan Yang Lebih Baik, Menjadikannya Pembuka Pintu Rahmat, Sumber Ilmu Dan Hikmah, Serta Pemberi Rasa Aman Bagi Umat.”
    (Doa Rasulullah Muhammad Saw Pada Pernikahan Putrinya Fatimah Az-Zahra R A. Dengan Ali Bin Abi Thalib R.A.)

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ.

    “Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengum-pulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan.”

    punten pisan teh, teu tiasa ngadongkapan acara walimahna, Jogja-Bbandung lumayan tebih… 🙂
    Selamat dan Barakah…

    Reply
  3. candle light

    mba'… udah sah ya? hehe…
    Barokallahu laka wa baroka alayka baynakuma fi khoir
    semoga menjadi keluarga samara.
    *hmm… betewe, denger2 ada yg dapet pin Multiply Indonesia di walimahan mba' ^^
    ane dapet juga gak ya?? hehe…
    turut berbahagia mba' ^^

    Reply
  4. 女の子 かわいい

    wah putri geulis yang ini belum sampai ke episode akhir… hehehe..
    ceritanya bagus banget say.. mirip bener sama kisahku…
    gak ada yang terlewat… kecuali perumpamaan pangeran dan puteri yang sebenar-benarnya pada kisah cintaku adalah bukan suatu perumpamaan. Tidak terbersit untuk pamer. Namun keaguangan kisah cinta pangeran dan puteri yang selalu didengung-dengungkan pada dongeng cerita anak-anak walt disney. Kiranya juga seperti mimpi indah buat putri geulis ini. Politik, kekuasaan dan harta tidak pernah tidak dan akan selalu menyertai kehidupan kisah cinta antara pangeran dan puteri. Lalu dimanakah yang dinamakan happily ever after itu? Sampai sekarang saya masih mencari. oleh karena baru saja berkata dalam hati: Saya puteri geulis menyerah untuk berjuang dengan pangeran keren .
    Salam hangat selalu :D.. So inspiratif

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s