Antara Yamaguchi Kumiko dan Adikku

Pernah nonton serial Gokusen?

Serial tersebut mengisahkan tentang seorang guru perempuan yang luar biasa, bernama Yamaguchi Kumiko (dipanggil Yankumi). Ia mampu mengajar dan mendidik anak-anak nakal (selanjutnya kita sebut: anak luar biasa) dengan cara yang Wow. Cara yang idealis, keren dan diatas rata-rata guru kebanyakan.

Yankumi yang terlihat cupu itu, ternyata:

  1. Jago bela diri
  2. Memiliki keinginan dan kesungguhan yang tinggi untuk memahami murid-muridnya hingga masalah diluar sekolah
  3. Mempercayai apapun yang dilakukan oleh murid-muridnya (ini penting sekali untuk anak-anak “luar biasa”) Karena mereka yang sudah kepalang tidak dipercaya oleh lingkungan itu sangat “menghargai” keyakinan dan kepercayaan yang diberikan.
  4. Melihat hal-hal baik yang dimiliki oleh anak-anak luar biasa itu… Seperti solidaritas yang tinggi kepada teman-temannya dan jujur.
  5. Positive thinking a.k.a husnudzan
  6. SABAR


Selidik punya selidik, ternyata ia adalah seorang Oujou Generasi ke-empat Kelompok Mafia YAKUZA. Hanya saja, ia memutuskan untuk tidak menjadi penerus kelompoknya dan mengejar cita-citanya sebagai guru seperti almarhum ayahnya.

Sepadan dengan gen yakuza yang mengalir dalam darahnya, murid-murid yang diamanahkan padanya adalah murid-murid yang bermasalah.

Murid-muridnya itu terlanjur dicap sebagai anak nakal, tidak bisa diharapkan, sampah masyarakat, penjahat dan segala label negatif a.k.a buruk.

Ketika mengikuti episode demi episode dalam serial ini, sontak aku teringat adik laki-lakiku (tentu saja laki-laki karena aku adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga), Yusrifan Rachman Azis.

Hiksee… Ya, adikku adalah salah satu anak “luar biasa” itu. Sikapnya berubah setelah ayah kami wafat, 11 tahun lalu. Saat itu usianya masih 6 tahun. Ifan (begitu kami memanggilnya) memang dekat dengan ayah. Semasa ayah kami hidup, ia seperti pangeran yang selalu dituruti segala keinginannya, mungkin salah pola asuh juga, hingga ayah tiada ia masih bersikap demikian. Tidak mau memahami kondisi keluarga yang sudah tanpa ayah.

Hingga hari ini belum ada satupun yang bisa memahaminya, termasuk aku dan Ibu, kami sudah berusaha semampu kami, tapi belum berhasil. Kasihan Ibu.

Sebenarnya, aku merasa dia kehilangan figur seorang ayah, sangat amat kehilangan. Mendalam. Dia tampak lebih hormat kepada pria dewasa yang ia anggap “layak”. Alhamdulillah begitupun cara dia menghormati suamiku.
Mungkin jika aku dan suamiku bisa lebih sering berinteraksi dengannya, suamiku bisa membantu lebih, sayangnya jarak memisahkan kami, antara Depok dan Sukabumi.

Jadi berpikir (berkhayal kali ya?)… Mungkin saja jika ada guru yang bisa mendidik dan mengajar dengan cara luar biasa seperti itu, banyak anak luar biasa yang terselamatkan dan menjadi baik. ^__^

Semoga suatu saat, Allah membukakan hati adikku untuk menjadi anak yang shalih.
Semoga… entah dengan cara apapun, lewat siapapun.. Allah menunjukkan jalan kembali untuk adikku. Aamiin.

*Berharap….


Poto dari Gugel

Advertisements

36 thoughts on “Antara Yamaguchi Kumiko dan Adikku

  1. andalusia NP

    berharap….bisa jadi “PENGAJAR”, “PENDIDIK”, yang seperti itu… πŸ˜€
    sama kayak guru yang ada di film freedom writer, atau seperti Prof Remus Lupin di serial Harry Potter πŸ™‚

    eh eh ada yang versi cowonya An, drama great teacher onizuka. Bagus dan kocak banget deh…

    Reply
  2. andalusia NP

    untuk adikmu:
    jauh di lubuk hatinya aku yakin dia mengerti keadaan sudah berbeda, tapi dia ingin LEBIH dimengerti dan diperhatikan.
    Coba deh dekati, dekati, dan dekati lagi. Aku percaya dia hanya butuh perhatian lebih menggantikan keadaan berlebih yang diterimanya waktu ayah anty masih ada.

    satu lagi, klo kata mamah, anak remaja itu banyakin kegiatan aja yang kita arahin. Mereka akan lbih banyak menemukan banyak hal untuk dipertimbangkan nantinya. Adik saya yang masih SMA, perempuan, egois dan sangat arogan, merasa diri paling pinter, lalu mamah dan aku masukin dia ke banyak kegiatan: pesantren akhir pekan, klub jurnalis SMA di Salman, lingkar astronomi, entahlah aku pikir dia jauh lebih bisa menempatkan dirinya pada posisi org lain. Tidak selalu menjadikan dirinya centre of universe :p. Usahakan salah satu kegiatannya yang dia suka banget, dari 3 yg diikuti adikku cuma satu yg mengikuti passionnya ya “lingkar astronomi” itu πŸ™‚

    aku turut berdoa untuk adikmu ya anty sayang πŸ™‚

    Reply
  3. Cinderellanty Chan

    Heuheu di kampung neng, temen2nya bergaul juga menyedihkan supir, dll 😦
    karena di kampungku jarang yang mau sekolah tinggi dan bercita2 tinggi

    btw makasih yaaa sarannya… aku akan coba πŸ˜‰

    Reply
  4. andalusia NP

    eh An, kenapa ga tinggal di depok aja bareng anty ??
    cuma saran ya, dulu adik2nya mamah tinggal di rumahku, soalnya ya itu di kampung nenek di tasik fasilitas dan pergaulan menyedihkan…

    cuma saran ya An, bukan maksud ikut campur πŸ˜€
    Anty pasti kuat dan jadi kakak yang baik!! πŸ™‚

    Reply
  5. Kiky Chan [kichanchun]

    oh iya, masalah adekmu
    sama, adek bungsu ku juga gitu
    orangnya ga jelas, egois, keras

    sesuai ilmu konseling
    anak2 tersebut tidak terpenuhinya kebutuhan dasar yaitu kasih sayang dari salah satu pihak orang tua dengan kata lainn tidak mempunyai orang tua yang lengkap dan ini menjadikan anak tersebut kehilangan sosok disaat tumbuh kembangnya. bed a mungkin dengan anak yang ari kecil/bayi ditinggal salah satu orang tua. Wallahua'lam aku juga lagi belajar πŸ˜€

    mari kita doakan mereka
    *susahnya jadi anak pertama T.T

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s