Jangan tanyakan hal yang hanya Tuhan tahu jawabnya

Gegara chatting dengan seorang kawan yang curhat karena kesal selalu disodorkan pertanyaan “basabasi” yang sama, aku jadi tergelitik untuk membagi hasil pikiranku disini.

Mohon maaf bagi yang kurang berkenan.
No Offense please?



Dari waktu ke waktu
Rasanya setiap fase dalam hidup, kita “dibiasakan” dengan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan fasenya:
– Sekolah
– Kuliah
– Kerja
– Menikah
– Anak
– Dan seterusnya

Pertanyaan-pertanyaan “basabasi” pun pasti bermunculan dengan jenis question type serupa:

KAPAN?


Bagi pelajar (SD-Mahasiswa) mungkin masih bisa memperkirakan bagaimana menjawab pertanyaan tersebut, karena jelas ada grade dan waktu lulusnya, except jika ada kasus tidak lulus atau skripsi molor. 

Lalu bagaimana dengan pertanyaan-pertanyaan “basabasi” bagi orang-orang yang ada di fase selanjutnya: kerja, menikah dan punya anak?

– Kerja
Baiklah jika anda termasuk anggota keluarga yang memiliki perusahaan atau anda yang berasal dari kampus yang menjaminkan anda pekerjaan, anda tidak perlu ketarketir menjawab pertanyaan semacam ini, tentu sudah aman.
Lantas bagaimana bagi mereka yang harus merintis dari nol, harus mencari, atau bagi orang yang memilih menjadi entrepreneur mungkin mulai merintis?
Tentu sangat mengganggu sementara dia sudah berjuang mati-matian.
Padahal hanya Allah yang Maha Mengatur Rezeki dan tahu kapan seseorang mendapatkan sumber penghasilan.

Suggestion: Lebih baik mengganti kata “Kapan” dengan do’a =>
“Semoga dimudahkan rezekinya yaa”
*dengan tulus dan sungguhsungguh*

Toh kalau sudah mendapatkan pekerjaan, dia pasti akan bercerita dengan sendirinya, iya kan?


– Menikah
Tak masalah jika anda dalam waktu dekat akan menikah atau sedang berproses untuk menikah, tapi please tidak usah menanyakan hal ini kepada mereka yang belum terlihat akan menikah, khususnya pada mereka yang tidak menganut pacaran sebelum menikah. Sungguh pertanyaan seperti itu sama dengan menanyakan “Kapan kah kiamat tiba?” Karena tidak seorangpun yang tahu kapan jodoh akan dipertemukan dengannya, meski berbagai jenis ikhtiar sudah ditempuh.

Hattaa… Termasuk orang-orang yang memutuskan untuk menjalin hubungan pra nikah yang disebut pacaran, Demi Allah mereka tidak pernah tahu apakah mereka berjodoh atau tidak.
Meski 1 miggu lagi menikah, kalau Allah berkehendak lain? Maka aqad itu tak akan pernah terjadi.


Suggestion: Lebih baik mengganti kata “Kapan” dengan do’a =>
“Semoga segera dipertemukan dengan jodohnya yaa…”
Atau
“Kalau nikah, jangan lupa undang kami yaa…”
 
*dengan tulus dan sungguhsungguh*
Toh menjelang pernikahannya, dia pasti akan mengabarkan / mengundang kan?


– Anak
Pasca nikah seisi dunia lebih berminat mengutarakan pertanyaan basabasi itu ketimbang kabar anda.

“Sudah isi belum?”
“Kapan hamil nyusul si A”

Nyusul? Emangnya mobil?


Bagi anda yang selamat dari pertanyaan berfase pasca pernikahan karena tidak lama setelah menikah anda dikaruniai kehamilan mungkin anda tidak akan mengalami/ tidak lama mengalami uncomfort feeling akibat dari pertanyaan “basabasi” itu.

Tapi bagaimana dengan mereka yang belum dikaruniai hamil setelah 1 tahun? bertahun-tahun? Atau bahkan baru dalam hitungan bulan & sudah ingin sekali hamil?
Itu akan menjadi pertanyaan yang sangat mengganggu kebahagiaan pernikahan mereka.

Bisa saja pasangannya memang masih ingin menikmati pacaran setelah nikah, menikmati proses pacaran yang bertahap? (Segala alasan tentu ada pertimbangannya, tentu dengan tidak menolak jika rezeki diberikan segera ya? Jangan sampai menolak donk ya? ya?)
Atau karena memang belum diberikan rezeki hamil oleh Tuhan, meski sudah berikhtiar?
Bagaimana jika yang ditanya baru saja mengalami musibah keguguran? Atau anaknya meninggal?

Hayooo… Dijaga yaa pertanyaannya, bersabar untuk tidak ingin tahu “urusan dalam negeri orang lain”

Suggestion: Lebih baik pertanyaan basabasi nya diganti jadi do’a =>
“Semoga Mbak dan Mas segera diberikan rezeki keturunan yang shalih dan shalihah yaa…”

*dengan tulus dan sungguhsungguh*
Toh, kalau lagi hamil / punya anak pasti ketahuan doonk.

Aku yakin yang dido’akan akan merasa termotivasi dan dihargai tanpa dengan perasaan tidak enak. ^_^


Mungkin niat awal dari pertanyaan “basabasi” ini adalah ingin memotivasi dan perhatian, tapi jika caranya kurang berkenan dihati orang-orang yang ditanya? Kuatir niat baik tidak sampai.

Untuk yang suka bertanya…
Mungkin sebaiknya mengganti pertanyaan “basabasi” dengan cara-cara berikut:

– Kalau ingin memotivasi yang belum bekerja, mungkin dengan hal kongkrit seperti memberikan info lowongan perkerjaan.
– Untuk yang belum menikah, coba dicarikan teman yang kira-kira bisa “diproseskan” atau dikenalkan?

– Laah… Kalau untuk hamil bagaimana? “Tidak mungkin membantu” selain do’a dan saran-saran kaaan? Hahahaha *jitakdirisendiri*


Saran bagi yang ditanya:
– Sabar yaa, Allah Maha Tahu yang terbaik bagimu
– Tetap bersemangat yaa! Cheers
– Maafkanlah mereka yang bertanya jika ternyata melukai perasaanmu
– Balaslah dengan do’a-do’a baik untuk dirimu dan mereka
– Dibawa santai saja
– Jangan stress
– Anggep itu luculucuan, tertawalah qiqiiqqiqi


Jawaban standar yang halus adalah:
“Belum, mohon do’anya saja ya…” 


Kalau masih saja ada yang ngeyel dengan pertanyaan-pertanyaan “basabasi” seperti tadi, rasanya perlu dicoba jawaban seperti ini:

KENAPA TIDAK SEKALIAN SAJA MENANYAKAN KAPAN AKU MATI?
Karena rezeki (materi, jodoh, anak, dll), hidup dan mati adalah rahasia Allah, hanya Allah saja yang tahu ^_^
Hihihihi

Wallaahua’lam

Matraman, Akhir Maret 2011

Miranty Januaresty
Al Faaqirah ilaa afwi Rabbihaa

*gambar dari gugel

Advertisements

89 thoughts on “Jangan tanyakan hal yang hanya Tuhan tahu jawabnya

  1. Cinderellanty Chan

    bagus2 orang yang ditanya lagi mood-nya baik mbak
    kalo lagi kena musibah ato lagi bad mood? kesian…
    nambah penderitaaannya *tsaah*

    😉 tapi bagi yang ditanya memang seharusnya terus2an membentengi mental untuk pertanyaan basabasi seperti ini 🙂

    Reply
  2. Kristin Halim

    wahh iya nih….maksud hati basa-basi tapi kasian yang ditanya berasa keburu2 dan merasa ada yang “salah” kenapa ya aku nga gini, kenapa nga gitu… 😉

    nice one Mbak Anty…aku akan inget selalu, supaya jangan sampai “nanya basa-basi” soalnya aku tau gimana rasa-nya ditanya gitu ;p

    Reply
  3. ully lufthiana

    sbnrnya sih maksudnya baik nty, mau nanya kabar…cuma emang teman2 kita tuh suka nggak kreatif kalo nanyain kabar, jd yg keluar adalah pertanyaan2 standar yg bersifat basa-basi gitu. Kalo aku biasanya kalo nanya “apa kabar?” seringnya dijawab hanya dengan “sehat”, atau “baik, alhamdulillah”…

    makanya kadang aku suka sedikit kreatif kalo nanya kabar teman yg udah lama nggak ketemu, belum lama ini chatting sama teman yg udah status menikah hitungan setahun lebih (ini info penting gak ya ….^_-“), karena takut keluar pertanyaan yg anty sebut dg 'pertanyaan yg jawabannya hanya Tuhan yg tahu”,,,,maka aku tanya dia begini, “gimana, masih kerja apa udah jadi IRT aja” secara…kebanyakan temanku yg kerja di lapangan memutuskan u resign setelah menikah……EHHHH,,,dia jawabnya malah tdk kusangka-sangka, “masih, sekarang lg di lapangan, sambil menunggu dikaruniai anugerah dari Allah….”, Lah…padahal maksud aku nggak ke situ loh arah pertanyaannya.

    Maksud aku, kadang2 para newlywed sendiri yg udah berasa duluan bakal ditanya macem2 pertanyaan standar dan basi sama temannya. So…..take it easy aja lah…

    Reply
  4. ario fanie

    tp pertanyaan yg kaga boleh dilupakan…

    kapan makan2 traktirannya…hohoh….

    kapan..kapan…kapan kapan aja deh tanyanya..wkwkw

    pertanyaan terakhir itu susah jawabnya…kapan mati..jleb dalem

    Reply
  5. AtieQ Savitri

    Aq dulu jg pernah ditanya2in gt baik sodara, tetangga, temen. Kesel sih, tp brusaha tetep sabaaaar n yakin kalo udah jadwalnya diketemukan jodohnya sm Allah pasti akan terwujud.. Makanya salah satu ngilangin stress biar ada kesibukan aq sekolah lagi n mbikin usaha kecil2n. Jd pas ada org nanya kapan nikah, dijawab, oh skrg msh sekolah lg, mhn doanya ya.. Nanti kalo udah waktunya pasti diundang.. 😀
    Then after nikah, baru 10hari udah ditanyain, dah isi belum? Busyet dah, baru aja 10hari, masak udah lgsung dinyatakan jd, ga logis bgt ni yg nanya..

    Alhamdulillah dg pengalaman seperti ini jadi mulai jaga diri jgn sampai nanya2 hal sensitip macam gt.. Krn itu sm aja dg nanyain takdir kpn qt mati..

    Sepakat bgt deh ma tulisan Anty :)..

    Aniwei ndoain temen agar cpt nikah trus nyoba mbantuin nyariin jodoh tnyata gak mudah.. *ngusap kringet
    So I think, kadang g baik jg suudzon sm temen/murobbi yg qt pasrahin bwt mbantuin nyari jodoh, mikir kalo mereka gak gerak sm sekali u/ mbantuin. Padahal dibalik itu tanpa diketahuinya, si temen ato murobbi (yg dibantu ama suaminya) mgkn udah nanya sana-sini ada yg siap nikah blm, nah kalo udh siap mw g dikenalin ma ini, cocok belum. Ternyata beneran ndak mudah. MR-ku n suaminya cerita sama kami tentang numpuknya prop.akhwat binaan n minimnya laki2 yg bener2 siap 100%.

    Semuanya kembali sm Allah krn Dia yg Maha Pengatur sgalanya, so berharap hanya pada-Nya jgn pd manusia, yg penting khusnudzon n keep ikhtiar :).

    Reply
  6. andalusia NP

    hehehe aku sih cengengesan aja ditanya kapan nikah, dan ditanya “mau yang gimana lagi?” seakan-akan aku yang pilih-pilih, padahal ada juga yang sama aku mah kudu lelaki yang ikhlas seikhlas-ikhlasnya *jedotin kepala, ngomong apa aku ini? haha*. Terserahlah, dari dulu prinsipku yang tau aku cuma aku dan Tuhanku.

    Kalau sama aku pertanyaan berbuah Anty “kapan nikah?” aku jawab “ntar saya diskusi dulu sama Allah, atau mau kamu yang tanya sama Allah?” jawabku kalo lagi iseng. Trus berbuntut gini nih pertanyaannya “neng, percuma sekolah tinggi kalau perempuan ga punya pasangan…” Nah loh? responku gimana?

    Sejauh ini aku selalu respon dengan tersenyum saja, tanpa bicara apapun. Biar mereka menerka sendiri apa di balik senyum itu. Lebih baik ga keluar energi untuk itu 🙂 dan sepengalamanku mereka bosen jg akhirnya bertanya seperti itu.

    Reply
  7. zarah sera

    Baru baca nih..
    Tau ga ant…klo kt seorg ustadzah c yg salah yaa ad di 2 pihak..
    Yg ditanya n penanya..

    Penanya c emg ga sensitif n mgkin ga mksud juga,,hehe..ga peka kali yaa

    Yg ditanya,,ya salah jg klo ngerasa risih or gmn gt..so whta gt lho? Klo positive thinking atas qadha qadarNya mah..yah santai aja..mw org nanya apa jg..

    Gt c..kt ustadzahnya..wktu itu contoh kasusnya ttg ptnyaan mnikah bgi seorg gadis..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s