Package & isi




Pagi ini, aku membeli tiket kereta ekonomi AC menuju Manggarai.



Ndilalah
, yang datang duluan kereta ekonomi *silahkan bayangkan kereta ekonomi* dari pada semakin terlambat aku paksakan naik kereta ekonomi meski berdiri berdesak-desakan, tidak nyaman dan tidak suka.




Saat tengah terombang ambing berdiri dengan posisi badan yang tidak stabil karena tidak berpegangan/bertumpu pada sesuatu, seorang Bapak berwajah ramah dan baik hati mempersilahkanku untuk gantian berdiri di tempatnya yang memungkinkan untuk bersender pada sisi dinding kereta agar badanku tak lagi oleng. Aku taksir umurnya sekitar 50 akhir, terlihat banyak uban di rambutnya.




Setelah bertukar tempat berdiri, bapak tersebut dengan sopan dan ramah bertanya kepadaku tentang dimana aku bekerja, lulusan mana, kuliah di jurusan apa, suamiku bekerja dimana, mengapa pergi sendiri, dll
Percakapan kami pun dimulai dan semakin akrab ketika mengetahui bahwa beliau mengenal salah satu teman kantorku, aah sempitnya dunia.



Berlanjut pada obrolan-obrolan ringan mengenai Sukabumi (saat beliau tahu asal daerahku), Desi Ratnasari yang dikenalnya semenjak kecil, lalu mengenai pergerakan Islam tahun 80-an, beliau adalah anggota HM* aktif, sebelum organisasi tersebut terpecah seperti sekarang.




Aku akan selalu mengenang kejadian hari ini di kereta. Penampilan luar Bapak itu amat-amat amaaaaaat sederrrrrhaaanaaa, sekilas tampak seperti para pekerja tua yang hendak mendatangi Ibu kota




Ternyataa…


Dia adalah seorang Dosen di kampus pemerintahan IP*N di Jatinangor, mungkin salah satu orang terkenal disana, anaknya bersekolah dan kuliah di German.
Tidak tampak perasaan atau polah pongah dari nada bicara dan gesture tubuhnya, alhamdulillaah. Sangat bersyukur telah dipertemukan dengannya.



Menambah pelajaran lagi tentang Package dan isi.




Bapak tersebut, tampak tidak risih dengan kondisi kereta ekonomi yang begitu berjubel dan tidak nyaman, ia bahkan terlihat "merakyat" dengan clothing yang sederhana, tidak menonjolkan siapa dirinya. Itu sedikit menyentilku yang masih saja sering mengeluh dan bersungut-sungut jika terpaksa harus naik kereta ekonomi. Ck..ck..




Banyak manusia berlomba-lomba untuk memoles penampilan luarnya agar tampak terhormat dan dihormati banyak orang, membeli ini dan itu untuk tampak gaya, bergaya ini dan itu untuk tampak kaya, nongkrong disini dan disitu demi pergaulan yang berada, meski kondisi sesungguhnya jauh dari package luarnya.



Tidak ada yang salah jika kita memperhatikan penampilan luar apalagi diniatkan ibadah, tetapi sebaiknya hal ini dibarengi dengan upgrading isi dalam diri dan hati, hingga nilai diri tidak hanya terukur sebatas fisik dan penampilan.




Meski tentu penampilan juga harus diperhatikan demi kebaikan diri, demi citra manusia yang bersih, dan -khususnya bagiku- untuk citra ummat muslim yang baik, agar tercatat sebagai amal ibadah syi’ar Islam.




Terpikir olehku, Bapak tersebut tentu mampu mengendarai mobilnya sendiri, tapi ia memilih trasnportasi publik karena alasan mengurangi polusi dan cinta lingkungan. Wow.




Aku takjub dengan kerendah-hatiannya, padahal ia bisa saja berlaku sombong atas kesuksesan hidupnya
Aku kagum dengan penampilannya yang sederhana padahal ia berada

Jadi malu hati.


Terima Kasih untuk pelajaran hati ini pak ^___^


Yuk mari perindah package dan isi kita agar menjadi insan yang mulia.







Cerita sebelumnyaa…


Hari ini hujan lebat
Aku masuk kantor telat, sangat telat.



Alhamdulillah boss memberikanku ijin 2jam




Semalam mati lampu, 3 kali dan blass mati lampu total se-daerah tempat tinggalku.


Sendiri & gelap, tanpa lilin.


Suami sedang Dinas Luar.


Pagi-pagi hujan deras dan harus naik kereta…





Gambar
dari sini

Advertisements

27 thoughts on “Package & isi

  1. pondokkata

    cerita yang manis padahal di KRL ekonomi, aku kenangan di ekonomi pasti yang nyesek mulu.
    Kemarin aja waktu naik KRL ekonomi ke Sudirman, masa diikutin cowo2 bergigi merah yang tangannya ramah banget :((
    aku sama si iput bahkan nekat pengen loncat tuh klo dia sampai ngikutin tanpa kenal menyerah :((

    Reply
  2. elhas

    Subhanallah, jazakillahu khayr untuk sharingnya ya anty. . semoga tidak cepat puas dan bosan untuk mengail dan men-share hikmah2 kehidupan.. ^_^

    Reply
  3. cinderellazty

    fendikristin said: uda jarang ya orang-orang seperti Bapak itu…nice share Mbak Anty, makasih yaa *lumayan buat nyentil aku nih yang lagi ileran kepengen i-phone* :p

    deuuu i-phone
    πŸ˜›
    sama2 bunda anabelle πŸ™‚

    Reply
  4. cinderellazty

    pondokkata said: cerita yang manis padahal di KRL ekonomi, aku kenangan di ekonomi pasti yang nyesek mulu.Kemarin aja waktu naik KRL ekonomi ke Sudirman, masa diikutin cowo2 bergigi merah yang tangannya ramah banget :((aku sama si iput bahkan nekat pengen loncat tuh klo dia sampai ngikutin tanpa kenal menyerah :((

    masya Allaaah
    sereeeem
    make jaket tebel dan pake masker neng
    jadi kita nya tampak sereem, so gak ada yang berani deket2
    qiqiqiqiqi
    terus tas simpen didepan neng…

    Reply
  5. cinderellazty

    tianarief said: bagaimana dengan package dan isi abonnya, apakah sudah sampai dan diterima dengan baik? πŸ™‚

    sama2 iis
    waiyyaak jazakallaah
    aamiin
    kudu terus belajar dari banyak orang dan berbagai kejadian ^__^

    Reply
  6. rkhmd

    semanggi5 said: sepakat ukh.bapakny subhanallah yaaa

    imajiku tertuju pada si ayah di it’s ok, daddy’s girl..sungguh sangat beruntung putra-putrinya πŸ™‚
    semoga kelak anak-anak kita mendapati orangtua siga jalmi nu eta.. πŸ™‚ amin

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s