Ibu rumah tangga itu profesi mulia tapi mengapa banyak wanita yg menghindarinya? RT @jamilazzaini

Advertisements

36 thoughts on “Ibu rumah tangga itu profesi mulia tapi mengapa banyak wanita yg menghindarinya? RT @jamilazzaini

  1. AtieQ Savitri

    pinginnya jd ibu rmh tangga 100% doang ^_^ tapi sendainya jika ekonomi belum menunjang dan suami mengijinkan, mungkin bakal bantu2 dikit mencari tambahan penghasilan yg penting halal dan ga menyalahin syariat..

    Reply
  2. Cinderellanty Chan

    saya sendiri masih working mommy: ibu rumah tangga yang juga bekerja di kantoran… 🙂
    banyak dari teman saya yang memilih untuk lebih memprioritaskan karir dan menyerahkan masalah rumah tangga ke asisten, baby sitter dll

    Bekerja atau tinggal di rumah tampaknya tergantung kondisi keluarga ya…
    kalo saya memang bercita2 untuk menjadi ibu rumah tangga yang tetap bekerja di rumah… seperti menjadi penulis dan segala pekerjaan yg bisa dilakukan di rumah, terlebih setelah ada anak.

    Poin dari tuwit pak jamilazzaini ini menitikberatkan pada prioritas 🙂
    bagaimanapun wanita naturally… musti berperan sebagaimana mestinya: ibu rumah tangga, tentu dalam artian “ibu rumah tangga” yg sangaaat luas

    Pilihan ini bukan tentang baik dan buruk, atau mana yang lebih baik dan mana yang kurang baik
    tapi tentang peran wanita dalam rumah tangga…

    ibu rumah tangga masih sangat bisa berkarya tanpa mengesampingkan anak-anaknya…

    Reply
  3. Evia NW Koos

    Masak sih? Di Indonesia saja mungkin.
    Kalau di US enggak tuh. Banyak ibu rumah tangga disini. Banyak dari mereka yang berkarir sebelum menikah / punya anak. Setelah ada anak, rela mengurus keluarga. Keluarga iparku contohnya. Satu pendidikannya dokter, waktu anak2nya masih kecil, jadi ibu rumah tangga. Sekarang anaknya dah gede2, udah pada kuliah, ibunya bekerja lagi, itupun gak full time.
    Ada lagi yang jadi perawat, tetapi setelah punya anak, full time ibu rumah tangga.
    Dan selama ini, dan sependek pengamatanku gak ada yang merendahkan pekerjaan ibu rumah tangga di US. Beda kalau di Indonesia, komentarnya merendahkan.

    Reply
  4. intan suri

    @mba evi: di indonesia tdk semua org menganggapnya rendah kok pekerjaan ibu RT…. Bergantung pada pribadi masing2…. Tp ga tau ya utk wanita2 muda jaman sekarang 🙂

    Reply
  5. Evia NW Koos

    iya mbak gak semuanya, tapi aku sering menghadapi pertanyaan seperti itu. menjadi apapun itu, selama dia konsisten dan memiliki alasan yang kuat, ya nggak apa. gak perlu dipertanyakan.
    kembali ke pribadi masing2. kalau ada yang komentar seperti itu, kita bisa menebak apa yang ada dalam pikirannya.

    Reply
  6. Sri Sarining Diyah

    “menghindari” dengan “memilih prioritas”… artinya beda jauh,
    sebaiknya gunakan bahasa yang tidak menjadikannya salah paham…
    to the point lebih baik daripada berusaha “halus” tapi malah jadi salah paham dan membuat orang tersinggung…

    Reply
  7. Dewi Firyani

    Salut sama yg mempunyai peran ganda, kerja plus ibu rumah tangga…wong ibu rumah tangga itu kerjanya dari mulai mata suami terbuka sampai mata suami tertutup…ditambah kerja jg di luar..jempol semuanyaaa…:)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s