Tetangga Maya OK, Tetangga Nyata Apakabar?


Ini pertanyaan yang aku lontarkan didepan cermin


Firman Allah Ta’ala: “Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat den tetangga yang jauh” (An Nisa’:36)


“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari AKhir, maka janngan menyakiti tetangganya” (HR. Mutafaq Alaih)




Setelah bertahun-tahun terbiasa hidup sebagai manusia kampus
Kemudian menjadi manusia dibelakang meja komputer yang pergi pagi pulang sore.

Akhirnya kini aku menyadari ada yang hilang dari puzzle hidupku, interaksi akrab dengan tetangga nyata.

Tetangga yang rumahnya terbuat dari batu bata bukan sebuah ID.

Ruang-ruang nyata kini menjadi tempatku mengaplikasikan apa yang kupelajari dari bertetangga di dunia maya.

Aku tak memungkiri bahwa selama hidup dengan “8 to 5” office hour membuatku perlahan-lahan menjadi manusia yang individualis secara nyata.
Lebih senang bergumul di hiruk pikuk kegiatan maya dibandingkan dengan kegiatan lingkungan. TIDAAAAAAAAAAAAAK!
Paling-paling… Say hi, sapa sipi, jarang berkumpul atau berkunjung ke tetangga.
Huwaaaaaaa baru sadar kalo sudah terserang virus individualis stadium akut
Tolong-toloooong!  >_<


ITU AKU PRIBADI LOOH YAAAAAA! aku aja yang kurang bisa manage waktu T___T


Gimana donk? Abis perginya pagi2 sebelum mereka keluar rumah dan pulang saat mereka istirahat >___<
Naah… Semenjak resign, aku mulai sedikit menyadari (dan lamban pulaaa sadarnya) bahwa aku adalah warga baru di Kavling Beji Timur, Kecamatan Beji Kota Depok (Gyaaaaaaaa) minimal tau tetangga-tetangga sepanjang jalan sini (aaaaaaaaaaaaa banyak banget) ato minimal lagi tetangga2 terdekat yang hak-haknya harus ditunaikan:


– Menjenguknya jika ia sakit
– Mengucapkan selamat kepadanya jika ia bahagia
– Menghiburnya jika ia mendapat musibah
– Memulai ucapan salam untuknya
– Berkata kepadanya dengan lemah lembut
– Santun ketika berbicara dengannya
– Membimbingnya kepada apa yang di dalamnya terdapat kebaikan agama dan dunianya
– Melindungi area tanahnya
– Memaafkan kesalahannya
– Tidak mengintip auratnya
– Tidak menyusahkannya dengan bangunan rumah atau jalannya
– Tidak menyakiti dengan air yang mengenainya, atau kotoran yang dibuang di depan rumahnya
– Bersikap dermawan dengan memberikan kebaikan kepadanya
– Silaturrahiim
– Dianjurkan membagi makanan. Sesuai anjuran Rasulullaah
 According to Hadits: “Kekasihku shallallahu ‘alaihi wassalam telah berwasiat kepadaku, jika kamu memasak kuah daging maka perbanyak kuahnya kemudian lihat keluarga tetanggamu dan berikanlah sebagian kepada mereka.” (Diriwayatkan oleh Muslim No. 6632.)
– Menolong saat dalam kesusahan
– Memeriksa apakah ada tetangga kita yang kelaparan (kalo yang keliatan di sepanjang jalan sih nggak ada, tapi mana tau ada yang luput dari pandangan kita, nah looooh)
– Tidak mencela  & menghina
– Tidak iri terhadap apa yang dimilikinya
– Berbuat baik dan menghormatinya
– Sabar terhadap keburukannya

Naaaah kemampuanku berteman dan bersosialisasi via dunia maya ternyata tidak sama dengan dunia nyata, wuih si anty kuper yaaaa T___T
Seringnya asyik sendiri ngupyek di rumah, tapiiii berhubung Rasul menganjurkan untuk baik dengan tetangga mininal yang terdekat maka beberapa acara kemasyarakatan harus kujabani seperti : Arisan Ibu2, senam pagi setiap ahad, bersih2 halaman depan biar bisa saling sapa, dll

Booook akyuuu paling imut2 dan paliiiiing muda diantara kumpulan ibu2 itu hahahaha
Ini bela2in kujabanin karena lewat kegiatan2 inilah aku bisa mengenal ibu2 dan belajar bersosialisasi dengan mereka.
Berat? YAAAAAA BANGEEEET! Biasa maen sm teman2 sebaya, sekarang aku harus mulai belajar berteman dengan ibu2, Insya Allah nambah ilmu dan semata2 bukan hanya ingin berteman tanpa maksud, inginnya belajar banyak ttg kehidupan bermasyarakat dan inginnya memberikan kontribusi untuk lingkungan. ^___^


TEKADKU… Menjadi pribadi yang tulus dan baik, titik.
Menjadi tetangga yang baik, tetanggaku aman dari lisan dan sikap burukku.
Sekecil apapun kontribusiku, semoga bisa memberikan energi positif dalam lingkungan khususnya Ibu2, harapannya kelak aku dan Ibu2 terlibat dalam usaha pemberdayaan masyarakat khususnya kaum perempuan.
Minimalnya niiiih… Mengalihkan kebiasaan buruk ibu2 yang -katanya- suka ngegosip dengan hal-hal positif seperti ngobrolin resep, info tempat-tempat, cara merawat anak, menghadapi anak, dll ^___*


WELCOME TO THE REAL WORLD!
Yuk muliakan tetangga kita

Picture’s taken from here
Referensi dari sini

Advertisements

66 thoughts on “Tetangga Maya OK, Tetangga Nyata Apakabar?

  1. εїз♥ MeLYa ♥εїз .

    aku juga..
    paling cuman ikut arisan duank, itupun arisannya ga kumpul2 gitu..
    depan rumah kumpulin uang trus kocok tiap sabtu..

    nampakanya aku blom bisa bener2 bsosialisasi selam blom pindah rumah. krn disitu wlpun rumahnya beda atap sama ortu kyk msh sbg “anak”, bukan klrga baru yg independen. -__-!

    Reply
  2. Tian OT

    ayo dicicil atau disekaliguskan. pr-nya banyak banget. 😀

    kalau bapak-bapak ikut kerja bakti, meronda (siskamling) –minus bergosip.
    ibu-ibu ikut arisan, kegiatan pkk, atau pos yandu (bagi yang punya anak balita) –juga minus bergosip.

    Reply
  3. Romeka sari

    Huhuhu. Tertohok aku anty heee. Aku paling susah bwt gaul ma ibu2 d kluster kakakku.. Udah mah dulu ada insiden perjodohan itu dan i'm the one n only single woman there, i don't know what to do. Help meee

    Reply
  4. andalusia NP

    aku punyanya tetangga kosan. Itu pun udah kompakan bukan sekedar bagi2 makanan, tapi bagi2 file…hahaha anty pasti tau file apa yg kumaksud XD XD

    info: si iput pindah kosan antyyyyy. T,T

    Reply
  5. zakiyyah putri

    Tok, tok, tok….! Assalamu'alaikum, Anty…, tetangga mayaku di MP ^_^
    Gimana kondisi kesehatan tetanggaku yg satu ini? Apakah sudah lebih baik? Aku harap begitu… 🙂

    Bener bgt, tuh… pernah baca tulisan kyk gini, “jejaring sosial kyk FB emang bisa mendekatkan yang jauh, tapi sekaligus menjauhkan yang dekat.” hehehe… Makanya Andreas Harefa pernah bilang dlm salah satu bukunya (lupa yg mana, hehe) kalo internet itu bikin manusia jadi gak manusiawi lantaran menyebabkan manusia jauh dari lingkungan sekitarnya yg nyata. Aku lupa redaksinya, tapi kurang lebihnya kyk gitu. Hm, hm… emang udah sepatutnya kita adil dlm membagi waktu u/ berinteraksi di dunia nyata dan di dunia maya. 🙂
    Aku juga salah satu orang yang lemah bgt otot silaturahimnya. Hehe… Kudu bnyk2 memperbaiki diri. Jangankan sama yg di dunia nyata, di dunia maya aja… ya…begitulah. 😀
    Eh, tapi aku salut loh, Anty sudah bisa menyadari pentingnya menjalin hubungan baik dgn tetangga sekitar.. dan berinisiatif u/ mencobanya. Padahal Anty terhitung Ibu2 imut. Hehe… Semangat ya…! Smoga bisa mewujudkan salah satu citanya u/ mengubah kebiasaan bergosip yg buruk jd bergosip yg menambah wawasan dan keterampilan. Chayo, Anty! 🙂

    Reply
  6. yuni nisa

    Aiiiih itu juga masalahku…

    Weekdays = ngekos, weekend = pulang ke rumah dan biasanya ngendon aja di kamar atw pergi jalan-jalan. Aiiih apa kabarnya ya tetanggaku ?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s