Didengar-Nya dan nya

Terkadang orang bercerita sesuatu pada kita itu hanya ingin didengarkan, direngkuh, hingga merasa berkawan.

Sayangnya kita terlalu mudah berkomentar dengan sudut pandang sendiri tanpa memposisikan diri sebagai orang tersebut.

Bisa jadi, dia yang bercerita memang bersalah…
Tapi saat itu, rasanya cukup bagi kita menjadi pendengar.
Jika memang masukan, nasehat dan sejenisnya hendak kita sampaikan alangkah lebih baik jika dilakukan beberapa saat setelah cerita telah usai dan badai emosi dari sang pencerita mulai reda.

Aah ya sekali lagi ini menegaskan bahwa hanya Allaah tempat terbaik bercerita, berkeluh, mengadu, dan menangis tanpa bertanya apalagi menyudutkan.

Jangan terburu-buru bercerita pada manusia yang sangat mungkin mengecewakan.

Manusia tempatnya salah dan lupa.
Amat mungkin reaksi yang didapat merupakan bukti lemahnya ia sebagai makhluk Allaah dengan segala keterbatasan.

Mohon maaf kepada sahabat yang ceritanya tidak kudengar dengan baik, juga kepada sahabat yang telah mendengar ceritaku. Mohon maaf.

Al Faaqirah ilaa afwi Rabbihaa

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Advertisements

27 thoughts on “Didengar-Nya dan nya

  1. Wayan Lessy

    Sepanjang yg kurasa dan kutahu dari interaksi yg ada selama ini, rasanya Anty adalah pendengar yg baik dan jika Anty bercerita akupun merasa bersyukur bisa mendengarkan..
    Mungkin karena selama berinteraksi Anty dengan hati lembutnya, sudah berusaha sebaik-baiknya untuk menjadi pendengar dan pencerita yg baik dengan berusaha jadi adik yg baik, sahabat yg baik.

    *merenung sendiri*
    Bisakah aku jadi pendengar yg baik dan pembicara yg baik juga?
    Ah jadi malu…..
    semoga selain bisa memaafkanku, aku berharap semoga sahabat sahabatku bisa memaklumiku dan sabar menasehatiku dalam kebaikan dan kasih sayang..selalu..
    Seperti begini…
    Seperti Anty melalui postingannya pada sehabat-sahabatnya..
    🙂

    Tetap semangat ya neng geulis yg saliha!

    Reply
  2. Cinderellanty Chan

    hehehe ndak popo neng pea curcol 😛
    tapi tempat negur nya aman kan? i mean ga ada orang lain….
    kalo pendapatku siyy mending to the point ke kesalahan yg dia buat, kuatir kalo ngubrul dampaknya dianya lemot hahahaa
    maksudnya dianya gak konek gitu neng… IMHO loh yawww

    Reply
  3. Cinderellanty Chan

    Aiiihhh mbak lesssyy aku lagi belajar mendengarkan nih, ayooo kasih tau akuuu gimana caranyaaa “mendengarkan” dengan sebenarnya
    seriusaan soalnya selama ini aku terlalu banyak bicara dan sedikit mendengar :((
    semangat mbak lesly cantikssss!!!

    eh mb lessyyy… ini jurnal kubuat pas lagi ngamuk sama temenku hahahaha abis nulis marahnya ilang dooonk hihiihi bener2 ya menulis itu salah satu terapi jiwa yah
    abis nulis aku minta maaf dan kami saling meminta maaf deh ^^
    anty tuh kayak mercon, klo marah semua2 meledak2 tapi abis tuh yaudaaah selesai perkara, maap2an 😀

    Reply
  4. Marto Art

    Segera koreksi kalau ponakan tahu apa yg disampaikannya tidak benar. Membiarkannya berlarut dalam kesalahan bukan sikap pendengar yg seharusnya.

    Reply
  5. Marto Art

    kamu tahulah timing kapan memenggal bicaranya. ga harus menghujani. yg wajar aja. ada 'how to say' untuk itu. Ponakan boleh menyebut itu etika, Om bilang itu dialektika.

    Reply
  6. Retno Chiku

    tok-tok… kulanuwun, mbak cinderellanty chan :D. Izin berkunjung dimari. ehehe…

    Hm… Sebagai seorang sanguin melankolis, saya kerapkali nyerocos dan ngomel-ngomel panjang kali lebar kali tinggi. Kasian orang yang mendengarnya. Tapi juga salut terhadap orang yang sabar menghadapinya. hahaha…. Tapi semoga dari yang saya omelin or komentarin itu bermanfaat, setidaknya buat diri sendiri supaya lega. ehehe….

    Pas banget tadi pagi diskusi ama temen tentang hal ini. Kesimpulannya, setiap orang itu pasti berproses juga belajar. Setelah berproses, ia pun akan belajar bagaimana dan kapan waktu yang tepat untuk mendengar atau berbicara.

    Abis baca tulisan mb anty, saya jadi ikutan berpikir…. Hm… harus banyak refleksi diri en evaluasi. Maturnuwun sanget kagem sharing-nya 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s