Behind the ‘perfect’ scenes

Beberapa bulan lalu, aku menemukan komen seorang kawan yang makjleb ke hatiku.
Bukan, bukan salah si kawan yang berkomentar demikian, tapi kebenaran yang menusuk nusuk hatiku.

Akhir-akhir ini isi postinganku di blog, facebook dan socmed sejenis isinya tentang anakku, Taqiyya.
Dulu, jauh sebelum aku hamil aku selalu gerah dengan postingan foto2 bayi dan segala updates terkait.

Setelah punya anak, akhirnya aku sadar bahwa terkadang posting foto atau update perkembangan anak di blog, dll itu bisa jadi semacam hiburan bagi seorang Ibu baru yang rentan stress (elo aja kali nty!)
Dan lagi, bagi full time mother semacam aku apalagi yang bisa banyak aku share selain tentang anak? Duniaku tak lagi sama semenjak statusku berubah jadi seorang Ibu, seluruh energi dan perhatianku tersedot pada anak pertamaku, concern utamaku beralih pada tumbuh kembang dan semua tentang anakku. Ya, aku bahkan sering melupakan diriku sendiri.
Aku tak lagi tau info jika tak diberitahu.

Sungguh, dibalik semua yang tampak membahagiakan, menceriakan hidupku dalam foto dan update seru, ada tersimpan banyak kisah yang tak selalu indah, kisah yang enggan jika orang tau. ^__^
Misalnya cerita aku yang tidak bisa melakukan apapun bahkan hanya untuk makan minum, harus berjuang agar bisa shalat, atau tiba-tiba harus berhenti poop saat anak yang tadi sedang tidur eh mendadak menangis, atau saat sakit pun aku harus tetap “melayani” kebutuhan anakku, atau.. Kisah anakku yang masih adaptasi MP ASI, kisah terbangun tengah malam karena anak mau mimik ASI, atau kisah energiku yang hampir habis sedang anakku masih full energy hehe de es be de es be
Kadang aku ingin membagi hal-hal seperti itu di blog dan socmed sebagai “tong sampahku” tapi untuk apa? Yang ada malah jadi teringat-ingat lagi, menyisakan badmood. Hehee

Maka, mohon maafkan semua postinganku yang membosankan ya…
Taqiyya lagi, Taqiyya lagi…
Hihihii
^_^v

Advertisements

14 thoughts on “Behind the ‘perfect’ scenes

  1. diah indri

    Jangan bilang hal2 itu jadi sstu yg tak mengenakkan.
    Itulah anugrah, sdh 2th lamanya sy merindukan gangguan2 dr seorang anak.
    Sy kurang beruntung sprti anty bisa mengasuh anak pertama. Anak pertama sy lebih disayang Allah. Dlm 2 th itu perjuangan untuk bisa ‘menerima’ sangat sulit.

    alhamdulillah bbrp minggu lagi sy akan segera mengalami gangguan2 dr seorang anak mohon doanya ya kami diberi kesehatan dan keselamatan juga usia yg panjang. Sy rindu tangis seorang bayi, bau harum pipinya, hangat pipisnya atau sekedar bau aroma mulutnya yg segar. Bukankah itu sangat menakjubkan? Tak sabar rasanya ingin melepas segala rasa rindu itu.

    Reply
    1. cinderellazty Post author

      Hehee saya sudah nyangka bakal dpt komen gini
      Selamat ya Mbak… Smg persalinannya lancar dan mudah
      Insya Allah bukan tidak mengenakkan yg berarti ga bersyukur ya, tp lebih ke suka duka mengurus.bayi
      Engga mungkin toh suka terus, insya Allaah nanti mbak pasti ngalamin fase ini… Selamat berjuang yah!! Ini dalam rangka menyemangati diriku loohh hihihi
      Eniwei makasih dah mampir.;)

      Reply
  2. sna

    baarakallahu fiik..
    šŸ™‚

    doakan ya teh,,
    mudah-mudahan segera diberi amanah menjadi ibu..

    hmm..
    kadang..suka sedih kalau lihat teman2 posting teman baby-nya,,

    tap..
    ku yakin,,insyaAllah saat itu akan tiba..

    layaknya aku menunggu ayahnya,,
    kini pun ku tengah menunggu kehadirannya..
    ##husnudzan

    šŸ˜¦

    Reply
  3. siriusbintang

    Nah mungkin yang dirasakan ibu2 yang dulu bikin kamu gerah juga gituh šŸ˜€
    Makanya aku suka nyengir sendiri sama temen yang dulu bilang “gak suka lihat postingan org baru nikah” eh pas dia dah nikah postingannya sama aja..hahah..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s