[catatan #17 Ramadhan] Adakah Maaf Berguna?

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

Sebutlah ada seorang perempuan sudah cukup berumur namun masih single. Usianya memasuki 30 tahun. Desakan untuk menikah dari orang terdekat sudah demikian kuat. Sayangnya wanita ini tidak berpenampilan menarik secara fisik menurut standar kecantikan wanita di tempat tinggalnya.

Suatu hari dia menjalankan kencan buta di sebuah restoran. Kencan ini diatur oleh ibunya. Beruntung, sang pria cukup tampan, mapan, sopan, dan yang paling penting, terlihat tertarik dengannya.

Di sisi restoran yang lain ada seorang pria muda, kaya, tampan, pewaris bisnis hotel, single, yang juga sedang melakukan kencan yang diatur oleh ibunya. Sama seperti wanita tadi, pria ini juga sudah diharapkan untuk segera berpasangan oleh ibunya. Bedanya dengan si wanita, pria ini sebenarnya memang belum tertarik untuk membangun hubungan lagi dengan wanita manapun. Jadi dia menjalani kencan buta dengan ogah-ogahan, berbuat macam-macam dengan sengaja agar dirinya ditolak. Satu informasi tambahan lagi, pria ini adalah atasan kerja si wanita.

Ketika pertemuan sudah semakin…

View original post 591 more words

Advertisements

One thought on “[catatan #17 Ramadhan] Adakah Maaf Berguna?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s