Category Archives: #blog31hari

[16] Beginning an End

Alhamdulillaahirabbil’alaamiin…

Akhirnya sampai pada postingan terakhir di bulan Mei, projek 31 hari ngeblog itu berakhir hari ini. Senin 31 Mei 2010.

Meskipun aku tidak berhasil menelurkan 31 tulisan selama bulan ini, tapi sungguh… tantangan itu sangat berguna buatku. Bak cambuk semangatku belajar menulis .

Gara-gara tantangan itu, aku berhasil menetaskan 13 tulisan, 3 lagu + tulisan, 1 review = 17 postingan. Alhamdulillaah.

Mengingat masih banyak yang harus diperbaiki dan dibenahi dari tulisan-tulisanku tersebut, baik terkait
kuantitas, konten, makna, manfaat, dan kualitas… maka dari itu… aku ga boleh mudah puas dengan pencapaianku yang hanya 52% secara kuantitas.

Semoga ini adalah langkah awalku untuk menjadikan “menulis” sebagai habit, karena habit itu berasal dari kebiasaan.

Bagaimanapun, aku sangat bersyukur dipertemukan dengan tantangan 31 hari nge-Blog ini, Thank you Bapak Manusia IT Sang sesepuh Blogger dan Teh Nita yang telah menginisiasi tantangan ini.

Huffh dimulai tanggal 4 Mei lalu dan berakhir di hari ini…

Dengan dipostingnya tulisan ini, tantangan 31 hari nge-blog di bulan Mei saya nyatakan taaaamat.



Berakhir untuk memulai lagi, memulai sebuah akhir… semoga lebih baik. 

Cordially

Cinderellanty

[14] Dilemma: antara butuh dan benci

Apa yang akan kau lakukan ketika dihadapkan pada dia yang kau butuhkan tapi disaat yang bersamaan kau juga membencinya?


Bagaimana ini??? huwaaa…. Dilemma

Curhaat…
Naga-naganya… kotak tisuku ludes hari ini deeh  bagaimana tidak? hidungku yang sedari kemarin gak berhenti mengeluarkan ingus meleerr melulu… jadilah aku pake tissue almost all the time meleer, yap… sungguh ini gak lebay. sama sekali gak lebay, tapi kenyataannya lah yang lebay.

Sampe hari ini kira2 udah abis sekitar 1 pack tissue ukuran super besar… yap tissu yang tebeeel banget itu lho

Hemmm dilemma, antara prinsip Go Green yang sedang kuimplementasikan dengan kebutuhanku akan tissue, buat ingus yang sedari -kemarin, eh kemarinnya lagi- ga mau berenti, tissue buat di WC, buat ngelap yang seharusnya di-elap en buat kebutuhan sehari-hari laennya yang emang butuh banget sama tu makhluk bernama T-I-S-S-U-E. 
Honestly… aku the Big Fan of TISSUE, kemana-mana musti deh bawa tissue.


Setauku… Tissue tuh emang berpengaruh buruk pada lingkungan, sebabnya karena tissue berasal dari bubur kayu akasia dan eucalyptus. which is berarti… si tissue berasal dari penebangan kayu, gitu bukan sih? aku baca dari sini sih

Aku benci jika membutuhkan tissue ternyata merusak Bumi-ku, tapi aku juga sangat butuh padamu wahai Tissue.. mengingat akan sangat ribet pake sapu tangan yang penuh ingus *iyaaaakkk jijaai*

Gimana dooonkk???

[13] Thank You (Korean Drama)

Rating: ★★★★★
Category: Movies
Genre: Drama

Suatu hari… Anty buka-buka lappy-nya Ayu temen kantor, terus tak sengaja… *nyanyi tenda biru* nemu koleksi tontonannya… mataku tertuju pada sebuah folder yang judulnya THANK YOU, tampak menarik banget… drama seri 16 episod, Anty nonton deh… dan masya Allaaah… ini drama keren banget!!! 4 jempol

THANK YOU

Drama ini berkisah tentang perjalanan hidup seorang Ibu Muda bernama Lee Young Shin (Gong Hyo Jin), Lee Bom Gadis Kecil berusia 8 tahun pengidap AIDS (Seo Shin Ae), dan Min Ki Seo (Jang Hyuk) seorang Dokter dari Seoul .

Kisah ini bermula sejak Ha Jhi Min seorang Dokter perempuan yang mengabdikan diri di pulau kecil, mendapat tugas menyelamatkan seorang Lee Bom (selanjutnya dipanggil Bom) yang terjatuh dari perahu, terluka serius dan bleeding hingga membutuhkan banyak darah, saat itu di klinik tersebut tidak ada persediaan darah lagi selain yang tersedia, sedangkan kondisinya gawat darurat. Tugas mulia menyelamatkan nyawa seorang bocah ternyata tidak semulus dan seindah harapan, nyawa Bom selamat.. tapi ternyata selamatnya Bom dari kecelakaan itu berarti petaka besar untuknya dan keluarganya, ia terjangkit virus HIV, ia menjadi pengidap AIDS melalui transfusi darah. Kecelakaan transfusi darah ini sungguh diluar daya Sang Dokter a.k.a tidak sengaja, totally kecelakaan. sad. 😦

Bom adalah anak yang lahir diluar lembaga pernikahan, lahir dari rahim Lee Young Shin, seorang perempuan desa yang kuat, lugu dan amat mencintai ayah biologisnya Bom, yakni seorang arsitek cerdas dan berprestasi, namun terobsesi dengan harta dan jabatan bernama Choi Suk Hyun (Shin Sung), Suk Hyun mengabaikan Young Shin saat mengetahui ia tengah mengandung.

Ha Jhi Min, dokter perempuan yang menangani kasus kecelakaannya Bom -yang berarti “fasilitator” terjangkitnya wabah AIDS- tersebut ternyata mengidap kanker pankreas, operasinya dilakukan oleh kekasihnya sendiri: Min Ki Seo itu gagal, Min Ki Seok Stress. Ha Jhi Min, tidak berumur lama setelah operasinya itu. Sebelum meninggal, ia membuat pengakuan pada Min Ki Seo tentang tragedi -transfusi darah, HIV dan bocah tersebut- ia berwasiat kepada Min Ki Seo untuk menyampaikan permintaan maafnya agar ia pergi dengan tenang.

Min Ki Seok mendatangi pulau tersebut dan bertemu tidak sengaja dengan keluarga Bom, ditengah perjalanan.. barulah ia mengetahui kalau keluarga Bom adalah keluarga penderita AIDS yang dimaksud. Ia membantu warga dengan profesinya sebagai seorang dokter di klinik kecil di pulau tersebut.

Awalnya semua warga di pulau itu tidak mengetahui kondisi Bom pasca kecelakaan, tapi akhirnya rahasia itu terbongkar juga… warga desa yang sangat awam dalam memahami penyakit AIDS ini dan cara penularannya, secara kasar menjauhi keluarga Bom, menganggapnya membawa penyakit menular hanya dengan berinteraksi biasa dengannya, teman-teman sekolah, warga sekampung, semuanya menjauhi, dikucilkan, disuruh minggat :(, yang paling parah… rumahnya didatangi warga dan diobrak-abrik. hiks.

Kisah perjuangan mereka (Lee Bom dan Lee Young Shin) ternyata membawa perubahan baik yang signifikan dalam kehidupan dan karakter seorang Min Ki Seok. Young Shin dan Min Ki Seok terjebak dalam cinta yang tidak biasa, mengingat status dan latar belakang mereka yang bagaikan bumi dan langit, seorang dokter yang berpendidikan tinggi, kaya dan tampan dianggap tidak sepadan dengan Young Shin yang hanya gadis desa tidak berpendidikan tinggi dan melahirkan anak tanpa suami. Makin seru ketika hadirnya ayah biologis Bom yang akhirnya menyesali perbuatannya, ingin membina hubungan kembali dengan Young Shin dan bertanggung jawab terhadap anaknya yang mengidap AIDS tersebut.

Bagaimana nasib Bom pasca terkena AIDS? bagimana kisah cinta Ibunya, Sang Dokter dan Ayah Biologisnya?? just watch it.. very recommended 🙂

Drama korea ini benar-benar menggugah jiwa, menyentuh hati dan membersihkan arogansi diri, juga memperkaya wawasan kita tentang pendidikan kesehatan, bagus juga jadi tontonan buat para dokter dan calon dokter dalam mempersiapkan diri mengabdi di masyarakat nanti. 🙂

Jadi wondering.. andaaiii saja sinetron Indonesia ada yang sebagus drama korea dan dorama jepang? yang selalu menghadirkan kisah-kiah inspiratif dan mengandung hikmah juga pelajaran didalamnya? 😕

Well, Happy Watching!!

***potonya diambil dari sini: http://www.koreandrama.org/?p=393

[9] The Precious Gifts

Masih bertema Ulang Tahun, kali ini aku ingin berbagi cerita mengenai hadiah-hadiah yang kuterima saat ulang tahunku kemarin 13 Januari 2010.

Aah… aku adalah orang yang harus banyak bersyukur, karena dipertemukan dengan orang-orang hebat, luar biasa baik dan menyayangiku (peduli terhadapku sebagai teman-sahabat), dari kecil hingga sekarang Allah melindungiku dengan memberikan lingkungan yang baik untukku, di sekolah, di kampus, di kantor, dan bahkan di tempatku berteman dengan berbagai macam teman baru, ya Allah… terima kasih, karena Engkau telah menajagaku selalu, selalu.


Aku memang kehilangan beberapa orang penting dan kucintai dalam
hidupku, tapi Allah tak membiarkanku kesepian, Allah mendatangkan sahabat-sahabat  baik yang menyayangiku (hehe maaf kalau ini pengakuanku sepihak, jika tidak ? ya tidak apa-apa, biarkan aku menganggapnya seperti itu) .

Mereka adalah kepingan-kepingan puzzle hidupku, terimakasih pada mereka yang telah mau menjadi sahabat-sahabatku, berbagi denganku dan memutuskan untuk menerimaku apa
adanya, baik dan burukku. Sahabat-sahabatku sejak SD, SMP, SMU, Kuliah, Kerja, Sahabat-sahabat yang kutemukan di jagad maya yang akhirnya jadi nyata, sahabat-sahabat yang Allah pertemukan melalui cara yang unik… sungguh kalian adalah hartaku yang berharga setelah keluargaku. Entah bagaimana jadinya aku tanpa kalian… from the bottom of my heart: i thank u and i love you…


Ini mungkin hanya sebagian hadiah yang pernah kuterima dari sahabat-sahabatku ketika hari ulang tahunku, hanya saja aku baru terpikir untuk mengabadikannya dalam tulisan saat ulang tahunku kemarin.

Berikut hadiah-hadiah yang kuterima selama ulang tahunku kemarin. 13 Januari 2010

Here they are…



Mug Angel dari sahabat SMP-ku AEL, surprise sekali ketika membuka kado darinya… kadonya lucu, sebuah mug warna biru bersayap dan bertuliskan “Friends Are Angels” lengkap dengan tutup mug dan sendok pengaduk minuman, hmmm syukran ya… Anty sukaaa








Sepatu Converse putih dari Sahabatku AMF, sahabat mayaku yang akhirnya menjadi nyata... beliau kuanggap seperti Kakakku sendiri, aku sangat menginginkan sepatu kets dan sporty, meskipun pada awalnya AMF ini mengirimkan sepatu yang ke-besar-an dengan merk lainnya, akhirnya sepatu itu disuruh tuk diretur dan diganti dengan yang baru… kukira diganti dengan merk serupa.. eehh taunya diganti dengan Merk ini hihihihi meskipun merknya ini berasal dari USA sana, tapi aku melihat itu sebagai barang yang diberikan dengan tulus, mungkin Sahabatku AMF ini belum tau  tapi sungguh, aku terharu pas buka hadiahnya. Many thanks to you.

The Outliers… yang ngasih musti orang cerdas dan suka baca buku, yapyapyap dia emang cerdas bgt… temenku ngobrol segala macem, dari ngobrolin mie di kereta sampe fotografi, errr kecuali masalah per-IT-an yang kagak ngarti -_-‘ aku looohh ga tau dengan keberadaan buku ini dipasaran taunya pas dia ngasih tuh buku tanpa bungkus kado wqwqwq, btw merci beacoup ya Manusia IA 


 
Sebelumnya, aku menemukan resensi buku ini dari postingan di blog teman FB-ku, lalu aku share link-nya di wall FB-ku, and surprise… aku mendapatkan buku ini sebagai hadiah ulang tahunku dari Sahabatku PB.





Masih dari PB, ia memberikanku buku ini juga… buku ini kayaknya buku psikologi komuniksi pria dan perempuan, entah mungkin maksudnya agar aku bisa berkomunikasi baik dengan pria atau gimana yaa.. entahlaah… kadang tuh aku suka menyamakan software otak pria dan perempuan.  Sepertinya sahabatku ini berharap agar aku lebih toleran dan peka terhadap perbedaan.







Dompet Planet Ocean dari SA, hihihii lucu bagaimana ceritanya aku mendapatkan kado ini, hari itu.. ketika hari ulang tahunku.. aku dan SA berdua berjalan-jalan, dengan harapan barangkali ada hadiah yang kuinginkan, hohoho dan akhirnya mataku tertuju pada tempat dompet yang dijajarkan oleh stand planet ocean, dan memilih-milih dompet untuk woman series, mengingat dompetku sudah bertahun-tahun tak kuganti dan sudah tidak layak pakai hohoho akhirnya pilihanku jatuh pada dompet ini, dalam dompetnya lumayan lengkap dan unik, aku suka. Tengkiu SA






Hohoo… ini cincin dari perak Kota Gede Jogjakarta, diberikan oleh teman kantorku BS yang memang asli orang Jogja, simpel dan mungil.. eh eh eh tau gak *gosip mode on* tadinya dia mo ngasih gelang perak, tapi berhubung itu orang emang iriiiitt bgt, akhirnya bilang gini “tadinya mo beli gelang, tapi gak jadi deh.. soalnya mahal” hahaha irit gan… baiklaaah however… gubrak -_- aku suka cincinnyah tengkiuu ya…







Ini dia… tas Eiger Woman series…. dari CW ceritanya kami bertukar  kado ulang tahun, meskipun bulan ketika kami lahir adalah bulan yang berbeda, tapi kebetulan kami membutuhkan barang yang sama, akhirnya kami berinisiatif untuk bertukar kado serupa ihihhihihi sangaaaaaaaaaat sangaat berguna bagiku yang semi-traveler ini :p dia juga memberikanku lengkap beserta cover bag-nya, domo arigatou W…

Senyum dulu aah hmmm jadi ini adalah buku yang dikirim tepat pada tanggal ulang tahunku oleh seorang IU anak ITB yang dudul tapi baiiik banget deng… ini juga teman mayaku yang akhirnya jadi nyata, kami sama-sama menyukai beberapa karyanya Mbak Dee… aku memberikan Rectroverso-ku padanya dan dia memberikan Perahu Kertas hehe tengku ya IU… buku ini kubawa kemana–mana sewaktu belum selesai membacanya, sampai buku ini lecek hhohoho

Taraaaa…. ini dia temennya tas Eigerku, sendal gunung Eiger kesayanganku… aku sangat senang ketika mendapatkan kado ini, yosh!!! Karena sendal ini benar-benar nyaman dan kokoh, menegaskanku sebagai traveler (apa hubungannya coba) ohya… sendal gunung ini merupakan hadiah ulang tahun dari EM ihhihihi tengkiiu EM 


Organizer book ini diberikan oleh seseorang yang berulang tahun pada bulan yang sama denganku, masih teman kantorku… YMI alias Smart YMI hihihi dia memang cerdas sekali, aku kagum padanya.. dia memberikanku organizer (ini juga hadiah barteran, secara kami lahir di bulan yang sama, aku memberikan kado sebuah softcase Lappy 14 Inch’)

Alhamdulillaaah… syukur ‘ala nikmatillah… atas umur, atas waktu yang diberikan Allah hingga aku masih menghirup udara hari ini, syukur atas berkahnya silaturrahim dan ukhuwah kami…

Rabbii… mohon ampun atas tidak seimbangnya pengabdianku pada-Mu dengan apa yang telah Kau berikan padaku…

Allaah… berikanlah sahabat-sahabatku ini balasan rezeki dan balasan pahala yang terbaikatas segala kebaikannya…

Mohon jadikanlah kami hamba yang ta’at padamu…
Pertemukanlah kembali kami kelak di Surga-Mu… amiiin

To All: Thank You

[11] The Points of Being Muslimah

“Setiap wanita diciptakan oleh Allah memiliki amanah & peran yang besar dalam membangun peradaban baik sebagai seorang anak, istri dan ibu yg memberikan kemaslahatan untuk masyarakat”


(Nur Anisa Qadriyah)



Aku sangat suka quote ini, quote-nya seorang ummahat di FB yang akunnya di-suggest-kan oleh seorang teman padaku, memang ga salah deh temen yang merekomendasikannya itu.
Continue reading

[10] Apa Susahnya Ramah?

Apa susahnya Ramah?

Akhir-akhir ini kata RAMAH adalah sesuatu yang sulit ditemukan di kota-kota besar di Indonesia atau bahkan di kota-kota kecil dan pinggiran sekalipun, tapi sepertinya prosentase yang lebih tinggi adalah kota besar. *analisa pribadi*

Sebut saja Jakarta, rasanya sulit sekali menemukan orang yang dengan ramah menjawab pertanyaan ala kadarnya, contohnya pertanyaan menunjukkan jalan dll. Ramah dan senyum saja sudah sulit, apalagi membuat orang disampingnya merasa diterima, merasa tidak asing, merasa bagian dari mereka. waaaah sulit sekali rasanya.

Entah mungkin apakah ini disebabkan oleh tingkat individualisme yang kian menghebat? Mungkin karena turunnya tingkat kepercayaan masyarakat kita terhadap satu dengan lainnya? ataauu… apakah ini yang disebut “paranoid”? Uweeww. Menurutmu? 

Ramah adalah sebuah sikap yang lahir dari ketulusan dan kasih sayang pada sesama, hal ini tentu tidak sembarangan, hanya orang-orang dengan hati yang bersih akan bersikap seperti ini. Akan sangat terasa perbedaannya dengan orang yang -terpaksa- ramah atau penipu yang berpura-pura ramah. Berbeda jauh dan sungguh akan terasa oleh hati kita.

Pikirku, apa susahnya bersikap ramah dan membuat orang yang baru dikenal tidak merasa canggung? Toh tidak ada yang dirugikan sepertinya.

Kehidupan memang sebenar-benarnya sekolah… Guru kita adalah setiap orang yang memberi pelajaran, makna dan nilai pada hidup kita.

Seperti cerita kemarin sore, ketika aku menyempatkan diri untuk mengunjungi klinik gratis Rumah Zakat yang diperuntukkan bagi mustahik (penerima manfaat zakat) dalam rangka menemui temanku yang bekerja di bagian Project Officer, seperti biasa… aku selalu bertemu dengan ibu setengah baya itu, sepertinya beliau adalah housemaid yang bahkan namanya saja tidak kukenal… tapi setiap kali aku datang kesana (dan mungkin orang lain yang bertanya padanya) selalu disambut dengan hangat, ia menjawab pertanyaan dengan ramah dan membuat kita merasa sudah mengenalnya sejak lama, bukan, bukan SKSD (sok kenal sok akrab), dari mimik muka Ibu tersebut memang sangat terlihat bahwa beliau itu berhati lembut, hingga memiliki kemampuan untuk memperlakukan setiap orang dengan sangat baik, hmm… semoga kita -khususnya aku- bisa bersikap ramah dan baik seperti beliau. *Pelajaran khusus buatku sendiri yang kata orang kesan pertamanya jutek.*


Well, jadiii… apa susahnya ramah? dimulai dengan Senyum => 

Ga tau gimana? caranya adalah: melengkungkan garis sebanyak 2 cm simetris ke kanan dan ke kiri =>, lalu bertegur sapa dengan cara yang lembut dan menyenangkan, setiap orang pasti akan merasa nyaman diperlakukan seperti itu… jadi ingat bagaimana Rasulullah alaihi wasallam selalu bersikap ramah dan membuat sahabat-sahabatnya merasa nyaman dengan senyumnya yang menyejukkan. 


Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan bermuka manis ketika bertemu dengan saudaramu.” (HR. Muslim (2626), Ahmad (5/173) dan Ibnu Hibban (524)

“Senyuman di hadapan saudaramu adalah sedekah.” [HR.at Tirmidzi 1956, Ahmad 5/168, al Bukhari dalam al Adab al Mufrod 891, Ibnu Hibban 864, Ibnu Adi dalam al Kamil 5/275, Syaikh al Albani menyatakan bahwa hadits ini derajatnya hasan lighoirihi, lihat ash Shohihah 572]

See? Rasul aja ngajarin ko…

Rasul tentu bukan malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan, sebagaimana kita tau bahwa hal ini dibahas pada surat ‘Abasa bagaimana Allah menegur Rasul karena telah bermuka masam pada seorang buta, inget kaaan??

Sungguh tidak akan rugi orang yang tersenyum, berbuat ramah, membuat orang lain merasa nyaman dan diterima, selain dia mendapatkan kepuasan dihati karena telah mengikuti sunnah Rasul… ia pun akan merasakan kenikmatan dalam hatinya karena kebaikannya lillaahi ta’ala.

Hayuukk atuh kita belajar menjadi orang-orang yang ramah dan membuat orang nyaman…

The picture’s taken from here

 Sebuah catatan untukku sendiri yang katanya sering manyun dan jutek, semoga membantu mengingatkan dan bermanfaat.
 

[8] Finding Angels’ Smiles

Nyengir dulu ah…  Anty mo coba posting pake English temen-temen… Anty sadar Englishnya kacau banget, tapi… gimana donk lagi ngidam nulis English soalnyah hehehe dikoreksi aja ya…(cmiiw ya bahasa kerennyah??) Cekidot…

~~~

Mid-year 2009

Someday… i did blog walking… from one ID into the others, until i found his ID, A Family Man, his name is Mosal (Mohammad Salahudin Ronosentono, later i’ll call him Mas Mosal) who uploaded his family pictures, waaww!!! i was fascinated!! awesome!! Beautiful, cute, i saw the truly of angels’ smiles from those children, i asked him to allow me uploading his children picture on my blog through PM, we were messaging each other… and he allowed me ^_^ yosh!!! I was very glad…


Initially, i thought that Mas Mosal is married to chinese woman, because in his family picture,  the woman looks so oriental and beautiful like Asian Artist wearing Jilbab!!! How pretty…


But, apparently i thought wrong, she’s Indonesian, a Java-Sunda woman, origin from Cisitu – Bandung, her name’s Yulianti Ismail, i call her Teh Yuli.

Our conversation (me and Mas Mosal’s conv) by YM was began that time, he was in Reston, Virginia USA with their family. He’s a very good Moslem, the one who’s actively participate in islamic group in America named IMAAM and IMSA… somehow in our conversation, i told him that i really want to see his children and his family… and suprisingly!!! His wife and his children is going to visit Indonesia in June if i wasn’t mistaken. He gave me his wife’s Indonesian phone number to contact his wife to make an appointment with, and gladly…that she replied my text… and we arranged the day we meet.

Well, i felt… it’s written that i should meet them on that day, on the same day as my office mate’s wedding was held.

Guess what?? the place where i should met Teh Yuli and the children was so close to the place of my office mate’s wedding. What a coincidence!!! After the wedding was held, i asked my friends –Lulu, Nina and Bella– to meet them also, we began with finding the right address to meet them, because the appointment was in her house, we walked from one way into the other… only to fulfill my curiosity to meet the Angels. 


When we tried to pass a path next to the Masjid… Unpredictable… she, Teh Yuli was standing there, in front of her house, i
was happy-shocked hahahaa it felt like i found a clue to my treasure ahahahah too much deeh… she let us coming into the house, and finally we met and embracing each other… yosh!!! Yea yeaaa i was veryy veryyy happy!!! It’s about one step closer to prove my adventure of finding the angels’ smiles.

I’ve already sit down on the sofa, couldn’t wait to see Shafiya and Zaid, hmmm… where are they???

And then… they come!!! Oohh my God!!! I saw cute angels in front of me, for my whole life, i’ve never met such a cute little boy and a pretty little girl like them, they speak like Cinta Laura…

Suddenly.. i love them, their smiles, their habit…

For God sake… they’re really cute and shalih/shalihah, they recited al-Qur’an… i love when they read many surah in juz amma’… what heaven children they are… 

May be you say that i was too much, it’s ok.. but i have my own reason for it. Well, i didn’t really know why was that, i just felt love, felt something we used to call chemistry when i found them.. it felt like a dream comes true, hehehe like a fan met with her seleb  and i was a fan of course..

Ahad, 19 July 2009 was the first day we met…

 

The second was 25 July 2009, i brought them SUGUS, according to their parent’s info, that they love sugus so much, as they hard to find it in America hahah yaiyalaah. When they want it, they should kiss my chick first hahaha, well it’s my way to have their kisses hahahaha


Zaid showed his funny rabbit teeth. did he try to seduce me giving sugus?? hihiii

 Jiiiaaahh they’re in action @_@

 
 

 Fiyaaa… was very heavy hihihihii, beneran beraaattt!!! 


With my pleasure… Being nanny… need an extra energy to be such it for them

hihihihi funny!! And those days… were very fine days…

 

And the third was hmmm i don’t quite recall the date and day…it was my last time to see Fiya and Zaid… because they’re gonna back to USA on the day after tomorrow  i met them in the night after work, i bought Fiya a garfield sandal and a frog sandal for Zaid, hummm i hug Fiya tightly… and it’s a long hug… and kissed her white chick, also i hug and kissed Zaid, hummm… it was a sad good bye… honestly, i want they stay here longer, but i can’t make it of course, the fact is i’m not their blood-siblings family by the way, and i don’t have right even to ask hehehe

Hopefully… i can meet them again someday, i miss them…