Category Archives: cerpen

Untuk dia yang tertinggal di masa lalu [Episode Hati]



“Akan ada suatu keadaan, kenangan dan orang-orang tertentu yang pernah singgah dalam hati kita dan meninggalkan jejak langkah di hati kita dan kita pun tidak akan pernah sama lagi seperti kita sebelumnya” (Donny Dhirgantoro dalam  5 CM  hal.4)


Salah satu hal menyenangkan yang bisa kita ceritakan kepada anak cucu adalah perjalanan hidup dan bertemu berbagai macam orang yang memberi warna di hidup, warna dominan atau warna pembantu, berarti atau tidak. Mereka pernah ada dalam perjalanan hidup kita didunia yang hanya sebentar ini. Pengalaman yang mungkin telah mengubah cara pandang kita tentang sesuatu dan bisa  kita ambil manfaat berupa pelajaran-pelajaran berharga yang tidak lekang dimakan waktu. 

Yang tertinggal di hujan itu…

Chapter I
The Encounter



Akhir 2006

Siang itu mendung, sangat mungkin untuk hujan.
Aku
dan kedua temanku sudah berjanji bertemu untuk datang ke pameran pendidikan Australia yang bertempat di Hyatt Hotel. Tidak terlalu percaya diri dengan status sebagai mahasiswa semester empat yang hadir hanya untuk tahu seperti apa pameran pendidikan itu.Aku memakai baju favoritku overall ungu kotak-kotak yang sangat lembut dan lugas, entah kenapa.. rasanya ingin saja mengenakannya, tampak match begitu. Tak lupa aku ditemani backpack kesayanganku dengan bros Palestine bertengger diatasnya, menegaskan bahwa aku adalah Palentina’s supporter.

Aku beserta kedua orang temanku Yuli dan Grace mulai melihat-lihat dan memperhatikan penjelasan dari para penjaga stand universitas-universitas di Australia, sedikit rikuh dengan tampilan wajah-wajah akademis dan berpengalaman  dari peserta pameran lainnya.
Saat, beranjak pada stand lain yang dikerumuni oleh peserta lain, aku berusaha untuk mendapatkan tempat duduk, lalu seorang pria mempersilahkanku untuk duduk, aku hanya berucap terimakasih seadanya tanpa memperhatikan siapa pria tersebut. (diakah itu? Atau bukan yaa?
entahlah).

Setelah melihat-lihat stand-stand universitas di pameran itu, aku memutuskan untuk pulang.


Seminggu kemudian…


Entah memang sudah takdir atau bagaimana, aku tiba-tiba tergerak untuk membuka email…


“U’ve got mail from ********** (is he a man or woman? I don’t know)”

aku tak peduli.
Email berisi perkenalan bernama ***** yang ‘menemukanku’ di Hotel Hyatt hehee
Aku membalas emailnya dan mencantumkan no.kontakku untuk dihubungi jika ada info ttg beasiswa atau sejenisnya dan aku menegaskan hanya itu, tidak lebih. titik.


Here i go,

The Story goes…

Dia menghubungiku… awalnya biasa saja, tentang info beasiswa, pameran pendidikan dll
Lama-lama… ko? waduuuuhhhhh

Aku berusaha untuk denial semua ‘manuvernya’, semua sms yang tampak ‘menjurus’
Aku mencoba memahami mungkin dia salah kirim dll,
Aku berharap itu hanya biasa dan dilakukan pada semua sahabatnya,
Aku menganggap semuanya salah, salah, salah, salah!!

Tapi……………………………………………



Chapter II
“Dek”


Akhir 2007

Seseorang itu tidak sadar akan efek yang sangat hebat terjadi dalam hidupku, panggilan sederhana yang mungkin tidak berarti apapun untuknya meluluhlantakkan pertahananku untuk tidak terjatuh kedalam perasaan itu.
Dek. Begitu dia memanggilku.


Awalnya tidak berarti apapun, namun panggilan “dek” itu diam-diam memasuki alam bawah sadarku, dan membuatku merasa sangat nyaman dan aman.

“Kenapa?” Tanyanya.
Baiklah..  dia perlu tahu bahwa aku kehilangan sosok terdekat dan terbaik dalam hidupku: ayahku. Terlebih aku tidak memiliki kakak laki-laki yang mampu menampung kemanjaanku dan  dia hadir dengan kebaikannya yang aku nikmati sebagai orang yang mengerti
aku dan mengayomiku.

Dia mengkompensasi rasa kehilangan dan kebutuhanku akan penghargaan dan perasaan aman.
Tidak ada yang istimewa, tidak ada yang romantis, semuanya membuatku merasa bahagia. Itu saja.
Salah? mungkin ya, kurang jaga hati? juga sepertinya ya. inilah ujianku menjaga diri.


Chapter III
Big Bang!!!


Awal 2008

Aku iseng mengganti status FSku menjadi married (masih jaman FS neeh ). Tanpa kuduga… dia mengirimiku sms aneh lagi di pagi buta, sekitar jam 2 malam kalau tidak salah. Sms ucapan selamat atas ‘pernikahanku’ dan selamat atas kunjunganku ke Malaysia dan Singapura. My mind said: ‘he seems insecure by my status, why is it so?’ aku memutuskan untuk menjawab smsnya aku menjelaskan bahwa itu hanya sensasi dunia maya saja, dan dia membalas seolah dia senang mendengarnya. Entahlah mungkin aku salah lagi, semoga.

Tapi… aku benar-benar tidak sanggup menahan semua pertanyaan-pertanyaan yang menggunung di kepalaku, aku sudah tidak berselera menebak-nebak maksudnya. OK aku berpikir dia memperlakukan semua wanita sama, tapi tidak. Aku tetap merasa berbeda dihadapnya.
Akhirnya aku putuskan untuk menceritakannya pada sahabatku Lulu, dasar anak itu terlalu menyayangiku hingga  iya memberanikan diri menghubunginya tanpa sepengetahuanku.
Tau-tau…. Hal tak terduga itu terjadi.
huufff….

“Ayahnya ga ngizinin, karena bla… bla…” Lulu menjelaskan, sebenarnya aku sudah merasa selesai perkara ketika tau kondisinya, aku tidak berharap lebih, sungguh. Bagiku mengetahui perasaannya saja sudah lebih dari cukup. Itu saja. sungguh. Hal yang sama sekali tak kuduga adalah pagi-pagi ketika Lulu membuka HPnya, Lulu mengatakan bahwa dirinya meminta waktu untuk melobby orang tuanya. What!!! Unexpected thing that might be happen after knowing his dilemmatic circumstance. such suicide, such impossible, but… let’s try or NEVER.

Satu bulan waktunya, kami dengan perjuangan masing-masing…
Do’a telah menguap ke langit, berperang dengan takdir, ke Arsy. Dan Allah telah memutuskan.
….

Hingga hari itu… Allah memberi jawaban yang mungkin tidak aku inginkan, yawh tapi sekali lagi Allah punya cara yang unik untuk berkehendak dan ini pasti yang terbaik, meskipun tidak mudah untukku.

Aku memaksanya membunuh silaturrahim yang ada antara aku, dia dan sahabatku, permintaan yang bodoh; itu yang akhirnya kusadari dikemudian hari.
Sudahlah aku berdosa, aku memutus silaturrahim pula. >_<

Oya ada sekitar 4 pertemuanku dengannya (tentunya pertemuan karena adanya kepentingan yang beralasan dan ditemani sahabatku, ya gak mungkin lah berduaaaa), 3 diantaranya adalah pertemuan yang direncanakan, yaitu di tempat lesku, Mesjid Kampus A, dan Mesjid Kampus B, I don’t quite recall the date and day… 1 pertemuanku dengannya adalah pertemuan tidak terduga di Mesjid Al- Hikmah samping BEC pada suatu malam ketika aku membeli printer bersama sahabatku. Kaget dan senang tentu saja, berasa serendipity hihiii. But it was not. v_v


Chapter IV
Walimah


Setahun kemudian…

Awal 2009


10 Mei 2009
“Cin.. angkat telpnya, aku sibuk” begitu silmi meminta.
“Sini” jawabkuSetengah tak percaya, aku melihat sebuah nama muncul dilayar HP Lulu.

xxxxxx Calling
 
Waaaw… sontak aku terkejut. Kuangkat dan dia menanyakan lokasi akad nikahnya Lulu.
Akhirnya aku melihatnya lagi, aku tidak bisa menjelaskan perasaanku saat itu, yang jelas satu hal yang ingin kulakukan saat melihatnya lagi.
AKU HARUS MEMPERBAIKI INI.
Aku punya hidup dan duniaku sendiri.
Aku sadar, semuanya akan berbeda dan aku lebih menyukai hari ini, ketika aku menganggapnya saudaraku, bukan pria yang kuinginkan lagi untuk menjadi pangeran hatiku.

Hari ini aku senaaaaaaaaang sekali, aku bisa berbaikan lagi dengannya.
Dia akan menemukan takdirnya.. begitupun aku ^___^
Terima kasih Allah, telah mempertemukan aku dengannya, aku banyak belajar dari semuanya.
Jika cinta adalah energy, maka detik ini dengan bangga aku mengatakan bahwa aku mampu merubah energy itu menjadi cinta karena ukhuwah, karena dia saudaraku.

Mungkin justru ini yang aku butuhkan menurut Allah, hanya saudara. Belum tentu aku bahagia jika aku hidup sebagai pendampingnya, mungkin banyak hal buruk yang tidak pernah aku tahu di masa depan.

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu, Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui…”

Al-Baqarah 216


Aku

Lega


Terbang

Aku

Rela


Aku

Bebas


Aku bahagia untuknya
^________^

Teruslah melangkah…

Teruslah berjalan…

Kita akan menemukan muara kita masing-masing, bahagia kita masing-masing ^o^

Dalam hidup ini…
Tidak seorangpun yang mendapatkan semuanya.

Kita tidak selalu mendapatkan yang kita inginkan, bahkan sangat kita inginkan. Pun termasuk ketika kita tidak selalu mendapatkan  seseorang yang tepat yang juga kita inginkan.

THE END