Category Archives: Film

[13] Thank You (Korean Drama)

Rating: ★★★★★
Category: Movies
Genre: Drama

Suatu hari… Anty buka-buka lappy-nya Ayu temen kantor, terus tak sengaja… *nyanyi tenda biru* nemu koleksi tontonannya… mataku tertuju pada sebuah folder yang judulnya THANK YOU, tampak menarik banget… drama seri 16 episod, Anty nonton deh… dan masya Allaaah… ini drama keren banget!!! 4 jempol

THANK YOU

Drama ini berkisah tentang perjalanan hidup seorang Ibu Muda bernama Lee Young Shin (Gong Hyo Jin), Lee Bom Gadis Kecil berusia 8 tahun pengidap AIDS (Seo Shin Ae), dan Min Ki Seo (Jang Hyuk) seorang Dokter dari Seoul .

Kisah ini bermula sejak Ha Jhi Min seorang Dokter perempuan yang mengabdikan diri di pulau kecil, mendapat tugas menyelamatkan seorang Lee Bom (selanjutnya dipanggil Bom) yang terjatuh dari perahu, terluka serius dan bleeding hingga membutuhkan banyak darah, saat itu di klinik tersebut tidak ada persediaan darah lagi selain yang tersedia, sedangkan kondisinya gawat darurat. Tugas mulia menyelamatkan nyawa seorang bocah ternyata tidak semulus dan seindah harapan, nyawa Bom selamat.. tapi ternyata selamatnya Bom dari kecelakaan itu berarti petaka besar untuknya dan keluarganya, ia terjangkit virus HIV, ia menjadi pengidap AIDS melalui transfusi darah. Kecelakaan transfusi darah ini sungguh diluar daya Sang Dokter a.k.a tidak sengaja, totally kecelakaan. sad. 😦

Bom adalah anak yang lahir diluar lembaga pernikahan, lahir dari rahim Lee Young Shin, seorang perempuan desa yang kuat, lugu dan amat mencintai ayah biologisnya Bom, yakni seorang arsitek cerdas dan berprestasi, namun terobsesi dengan harta dan jabatan bernama Choi Suk Hyun (Shin Sung), Suk Hyun mengabaikan Young Shin saat mengetahui ia tengah mengandung.

Ha Jhi Min, dokter perempuan yang menangani kasus kecelakaannya Bom -yang berarti “fasilitator” terjangkitnya wabah AIDS- tersebut ternyata mengidap kanker pankreas, operasinya dilakukan oleh kekasihnya sendiri: Min Ki Seo itu gagal, Min Ki Seok Stress. Ha Jhi Min, tidak berumur lama setelah operasinya itu. Sebelum meninggal, ia membuat pengakuan pada Min Ki Seo tentang tragedi -transfusi darah, HIV dan bocah tersebut- ia berwasiat kepada Min Ki Seo untuk menyampaikan permintaan maafnya agar ia pergi dengan tenang.

Min Ki Seok mendatangi pulau tersebut dan bertemu tidak sengaja dengan keluarga Bom, ditengah perjalanan.. barulah ia mengetahui kalau keluarga Bom adalah keluarga penderita AIDS yang dimaksud. Ia membantu warga dengan profesinya sebagai seorang dokter di klinik kecil di pulau tersebut.

Awalnya semua warga di pulau itu tidak mengetahui kondisi Bom pasca kecelakaan, tapi akhirnya rahasia itu terbongkar juga… warga desa yang sangat awam dalam memahami penyakit AIDS ini dan cara penularannya, secara kasar menjauhi keluarga Bom, menganggapnya membawa penyakit menular hanya dengan berinteraksi biasa dengannya, teman-teman sekolah, warga sekampung, semuanya menjauhi, dikucilkan, disuruh minggat :(, yang paling parah… rumahnya didatangi warga dan diobrak-abrik. hiks.

Kisah perjuangan mereka (Lee Bom dan Lee Young Shin) ternyata membawa perubahan baik yang signifikan dalam kehidupan dan karakter seorang Min Ki Seok. Young Shin dan Min Ki Seok terjebak dalam cinta yang tidak biasa, mengingat status dan latar belakang mereka yang bagaikan bumi dan langit, seorang dokter yang berpendidikan tinggi, kaya dan tampan dianggap tidak sepadan dengan Young Shin yang hanya gadis desa tidak berpendidikan tinggi dan melahirkan anak tanpa suami. Makin seru ketika hadirnya ayah biologis Bom yang akhirnya menyesali perbuatannya, ingin membina hubungan kembali dengan Young Shin dan bertanggung jawab terhadap anaknya yang mengidap AIDS tersebut.

Bagaimana nasib Bom pasca terkena AIDS? bagimana kisah cinta Ibunya, Sang Dokter dan Ayah Biologisnya?? just watch it.. very recommended 🙂

Drama korea ini benar-benar menggugah jiwa, menyentuh hati dan membersihkan arogansi diri, juga memperkaya wawasan kita tentang pendidikan kesehatan, bagus juga jadi tontonan buat para dokter dan calon dokter dalam mempersiapkan diri mengabdi di masyarakat nanti. 🙂

Jadi wondering.. andaaiii saja sinetron Indonesia ada yang sebagus drama korea dan dorama jepang? yang selalu menghadirkan kisah-kiah inspiratif dan mengandung hikmah juga pelajaran didalamnya? 😕

Well, Happy Watching!!

***potonya diambil dari sini: http://www.koreandrama.org/?p=393

Advertisements

Film atau Serial apa saja yang berpengaruh dalam hidupmu?

Rating: ★★★★★
Category: Movies
Genre: Other

Dari baca postingannya Nensa yang berjudul: Film apa aja seh yang sampe bikin kamu berurai air mata?!? => http://alvast.multiply.com/reviews/item/3

Aku jadi tergerak untuk membuat postingan serupa, semoga bisa mereview kembali pengaruh-pengaruh yang baik yang didapatkan setelah nonton film-film itu dan mengambil nilai-nilai yang baik darinya…. berikut adalah film-film yang berpengaruh dalam hidupku… cekidooootttttt

*The Message (Film Cerita singkat perjalanan Rasulullah)

*The Last Samurai (Film ttg Samurai terakhir)

*Sang Murabbi (Tentang esensi tarbiyah dan dakwah)

*Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi (Tentang harapan, mimpi dan cita-cita)

*KCB (Film Indonesia – Tentang Cinta, tawakkal dan takdir)

*Bara No Nai Hanaya (Dorama Jepang – tentang ketulusan, memaafkan, kebaikan)

*Endless Love (Melodrama Korea-tentang keluarga, cinta, takdir)

*17 Again (Western Movie – mengajarkan tentang arti sebuah keputusan dan keluarga)

*Hachiko (tentang Anjing yang setia pada majikannya sampai ajal menjemputnya, loyalitas dan kepolosan)

*Nodame Cantabille (Dorama jepang yang kocak tapi syarat makna dan penuh arti tentang ketulusan, kebaikan, kepolosan, kesungguhan hati)

Naaahhh…. sekarang giliran kaliaan semua, ayo share… ^____^

Perempuan Berkalung Sorban

Rating:
Category: Movies
Genre: Drama

Prolog…
semi-curhat dulu deh ceritanye..
Sore2 hari kamis menjelang malam jum’at..
di kostan sahabat di daerah cihampelas, tadinya niat mo jalan2 aja..
sang sahabat tersebut mengajak NONTON Perempuan Berkalung Sorban, mendadak! alias out of our daily planning that day..
sang sahabat tersebut kekeuh (baca:bersikeras.pen) NONTON Perempuan Berkalung Sorban HARI itu juga!
well, secara ditraktir alias gretongan jadi ya.. mau aja gitu… hehheeheh dasar pragmatis oportunis hehehe (kadang2 aja)

Overall film Perempuan Berkalung Sorban ini rada kontroversial (terlebih bukunya, gitu sih kata temen2 di blog lainnya),
rada menyudutkan Islam dengan sudut pandang satu kelompok pondokan saja (padahal ga semua pondok salafi seperti itu loh), rada vulgar dan nilai-nilai keislamannya rada maksain (sepertinya asal film ini bukan novel Islami tapi cuma latar belakang movie-nya aja orang-orang pesantren di Jawa timur).
tapi ceritanya lumayan me-reset mind orang2 yang menjadikan Kyai dan para pemimpin Pesantren sebagai acuan, padahal satu2nya acuan dan teladan adalah Rasulullah, hayoooo buat yang taqlid buta terhadap satu pemimpin ato golongan (Khususnya pesantren2 nehhh), mulai2 insyaf deh (mending yang diikutinnya bener gitu)
Yaaahh setiap orang boleh berpendapat (tentunya bertanggung jawab juga)…

The Review of that movie..
masih teringat skenario dialog seorang Anisa kecil yang protes karena tidak diperbolehkan belajar berkuda kepada ayahnya:
“Kenapa Perempuan ga boleh belajar berkuda abi? Sayyidah Aisyah dan Sahabiyah di Zaman Rasul saja boleh berkuda, berperang, kenapa nisa ga boleh?”
Abinya menjawab “Karena mereka bukan anak abi!!!”
halaaaahh piye toh ini Kyai bukannya mengacu pada murninya ajaran Rasulullah malah mengada2kan hukum sendiri…

The Review of that movie…
Film ini mengisahkan tentang seorang Anisa (Revalina S.Temat) sang Pembebas dan Pendobrak (izinkanlah saya menyebutnya demikian), seorang anak Kyai yang lahir dan dibesarkan dilingkungan Pesantren Salafi Al-Huda yang saklek menganggap buku-buku selain al-Qur’an dan Hadist itu menyimpang, haram (oowww.. kayaknya yang bikin fatwa ini bukan Muslim yang ngerti kalee ya).
di pesantren tersebut Anisa belajar bahwa Islam hanya membela laki-laki karena model pengajaran di pesantren itu yang dogmatis, menafsirkan ayat-ayat Qauliyah dan Hadits Nabi hanya dengan pandangan yang sempit dan lebih mengarah ke arah kultural, tanpa mengindahkan pemikiran-pemikiran Islam lain (apalagi pemikiran-pemikiran diluar Islam).

Anisa yang frontal, bebas dengan protes atas keadaan yang tidak seimbang itu selalu mendapatkan celaan atas protes-protesnya tersebut, dianggap menyimpang, membelot dll oleh hampir semua warga Al-Huda kecuali paman jauh Anisa, Khudori (Oka Antara), jadilah Khudori tersebut satu2nya orang tempat Anisa bercerita, berpendapat, berbagi dan “berlindung”, namun satu2nya tempat ternyaman Anisa ini ternyata pergi dari lingkungan Pesantren al-Huda untuk melanjutkan studi di Cairo.
tahun-tahun Anisa selanjutnya adalah tentang kepedihannya karena lose contact dari Khudori, lalu tidak diijinkan untuk kuliah di Jogja padahal beasiswa full teng huaaa kasiiian, terus dinikahkan dengan Samsudin (Reza Rahadian), seorang anak Kyai Pesantren terbesar di Jawa timur yang ENGGA bgt (kerjaannya mabok, kasar, ringan tangan, maen cewe wuahh ga ada Islami2nya dehh, ga ngejamin ya ANAK KYAI, bukan Rasul toh?), meskipun Anisa berontak atas perjodohan yang tidak melibatkan persetujuannya itu tetap saja pernikahannya terjadi hikss kasiiiaan :[
dikemudian hari Samsudin menikah lagi dengan Kalsum (Francine Roosenda).

Suatu hari…. Khudori pulang dari Cairo!!
berpapasanlah mereka dengan tidak sengaja, Khudori merasa menyesal dan tidak mampu memaafkan dirinya karena telah membiarkan sepupu jauhnya yang tak lain adalah cintanya menikah dan menderita bukan bahagia, sediiiiihhhh bgtz!
pertemuan mereka tampak sangat menyakitkan karena keduanya masih saling mencintai (huaaaa sediih amat!)
Apakah yang akan terjadi? Menikahkah mereka pada akhirnya? bagaimana akhir kisahnya? bahagiakah atauh sebaliknya?
Saksikan di bioskop-bioskop terdekat tayang 15 Januari 2009

Pemain
– Revalina S. Temat, Joshua Pandelaki, Widyawati, Oka Antara, Reza Rahadian, Ida Leman

Sutradara
– Hanung Bramantyo

Penulis
– Hanung Bramantyo, Ginatri S. Noor

Produser
– Hanung Bramantyo

Produksi
– Starvision

*^__^*