Category Archives: Healthy Life

My first raw juice

Pertama kali tau tentang raw juice dari Mbak Gita lovusa, saat itu belom sempet nyobain karena aku masih prefer makan buah segar setiap pagi sebelum makan dan makan sayur terpisah (disayur, ato direbus/ dikukus)

Belakangan suka jadi silent reader teman2 yang makin melek pola hidup sehat dengan mengkonsumsi raw juice, salah satuny Kak Yuni cikgu.

Honesty, agak-agak takut gimana gitu, soalnya pernah ada ahli medis yang bilang kalau sayur & buah sebaiknya tidak dicampur, nah loohh

Tapi bismillah deh pengen nyoba aja.
Berbekal 1 resep raw juice dari Mbak Gita yang masih diingat, kucoba deeehh kemarin

Juice satosang (SAwi ijo, TOge dan piSANG) hahhaha ini asli namanya aku ngarang puooolll wkwkkwk

Bahan2:
3 buah pisang (jumlah pisamg terserah selera yaaa, aku banyakin pisangnya biar rasanya dominan hahhaa)
Seikat sawi ijo (again, takaran suka2 :-P)
Sejumput toge hiihihii

Inilah penampakan satosang juice nya:

image

Rasanya? Not that bad as I thought hahahha suudzon duluan sama si satosang, maap yeee
Eh beneraaan, seger lah, gak jijaaayy
Trus trus trus aku minta suami buat minum juga hihihi dia nyebut juice nya ‘juice ahiyaakk’ (inget goofy kan? Naah gitu cara baca ahiyyaaknya hahhaa)
Tapiiiiii doi berhasil minum 2 gelas dooonkkk (aku bikin 2 kali, kemarin dan hari ini)
Iniiiiiii buktinyaaa

image

Buatku pribadi rawjuice bukan segalanya, karena bagaimanapun menerapkan pola hidup sehat itu KUDU seimbang, betuuulll?
Apa gunanya Allah ciptakan telur, ayam, sapi, kambing, dsb? Tentu untuk dimanfaatkan manusia dengan sebaik2nyaa
🙂
Balance aja…
It means aku ga sepakat dengan golongan vegetarian *peace*
Xixixii
Yang penting tidak berlebihan dan tau kapan waktu terbaik mengkonsumsi buah, sayur, sumber protein hewani, dll

Yuukk baca lagi tentang pola makan yang baik dan benar 😉
Jangan lupa dibaca juga bagaimana Rasul makan dan minum 🙂

Semangaaaattt hidup sehat

:-*

Postingan perdana setelah (di) migrasi (kan) MP nya kesini oleh Mas Iwan Fightforfreedom
Ditulis by mobile phone saat Taqiyya bobo setelah dikunjungi Budhe Tintin & budhe Ari *surprised*

Jihad Dapur dan Rasa Cinta

Adalah aku gadis yang tumbuh dalam keadaan “buta masak” a.k.a sedari kecil tak terbiasa dengan cooking stuffs dan benar-benar gaptek tentang kuliner.
Tau makan aja. Pletaaaak.
Al hasil, menjelang pernikahan kami sekitar 5 bulan yang lalu, tidak hanya teman-teman dekat, keluargaku pun termasuk pihak yang meragukan kemampuan domestikku, khususnya memasak.

Meski sekarang belum bisa memasak makanan sekelas para ahli, aku mampu kok memasak!
Setidaknya kata mampu disini memiliki indikator: tidak ada yang keracunan karena masakanku. 

Kata Mbak Intan, masak itu bukan tentang ahli atau tidak tapi tentang mau atau tidak.

Ternyata… Masak itu hal yang menyenangkan yaa
Katanya temen… Masak itu ilmu ladunni.
Ilmu yang tanpa belajar teorinya pun kita langsung bisa saat praktek.


IMHO, masak juga jihad loooh!
Setidaknya itu untukku yang memang benar-benar harus berjuang dari nol untuk bisa menyajikan sepiring masakan sederhana.
Untukku yang ketakutan “cipratan” minyak panas dari wajan.
Setidaknya itu untukku yang baru tahu membedakan kunyit, kunir, kuning, jahe merah, jahe gajah, lengkuas, dan bumbu dapur lainnya.
Setidaknya itu adalah jihadku untuk menyajikan masakan yang sehat, bergizi, tanpa perasa buatan, tanpa pengawet.
Setidaknya itu adalah jihad untukku…
Memastikan bahwa apa yang dikonsumsi orang-orang tercintaku bukanlah racun. ^__^


I LOVE Cooking!!!


Matraman, 19 April 2011

Aku yang keheranan menyaksikan iklan-iklan racun “penyedap” masakan yang demikian cantik, hingga para penontonnya terhipnotis dan terayu untuk membeli racun dan membubuhkannya dalam masakan untuk keluarga.

Gambar dari sini

Hordeolum / Chalazion & Sunglass Cinta

3 Tahun yang lalu, masa-masa terakhir ngampus…
Mataku divonis mengidap calazion/ hordeolum oleh dokter mata di Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung. Semacam pembengkakan di daerah kelopak mata (bukan bintil, really bengkak dan tidak sembuh dengan sendirinya) yang menyebabkan aku harus berulang kali menjalani operasi insisi saat hordeolum / calazion-ku kambuh.

Operasi insisi
ini dilakukan dengan bius lokal, bius yang hanya diberikan pada daerah sekitar mata dan hanya bertahan dalam hitungan menit, setelah itu operasi berjalan dengan keadaan pasien sesadar-sadarnya , sehingga aku tahu bagaimana kelopak mataku -kiri-kanan-atas-bawah- diubek-ubek, sakit sekali sampai ulu hati. i mean it. Tidak sampai disitu, aku harus bed rest selama kurang lebih 3hari sampai 1 minggu karena kedua mataku diperban dan harus selalu mengganti perban 3x sehari, mengolesinya dengan salep dan minum obat. Pokoknya… SAKIT. (Aku gak foto saat itu, boro-boro kepikiran)

Semenjak operasi ketiga saat penyakitku itu kambuh lagi, aku tahu bahwa penyakit itu akan selalu kambuh saat debu, polusi, minyak menggangu daerah sekitar mata, juga saat kadar MSG, pengawet, protein tinggi masuk dalam pencernaanku, jadi jika kelopka mata sudah terasa sedikit bengkak, aku harus mengatur lebih baik pola makanku.

Setelah tanya sana-sini aku tahu bahwa penyakit ini bisa diredakan secara perlahan oleh kompresan air hangat, air sirih hangat, nasi hangat, atau madu yang dioleskan ke pori-pori mata (tempat tumbuhnya bulu mata). Meski tidak sembuh seketika dan lebih lama penyembuhannya, trust me cara ini jauh lebih baik dari pada Operasi Insisi.

Beberapa minggu pasca nikah, suami akhirnya tahu juga. I have such an allergic eyelid.

Hingga suatu sore di Matraman, suami menjemput dan menyodorkan sebuah bungkusan kecil berisi Sun glass untuk menyelamatkan mataku ketika kami berkendaraan dengan motor.

Oh Dear… Aku terharu, perhatian sekali. Maka nikmat Tuhanmu yang mana kah yang kamu dustakan?

Jazakallah khayyr ya Hubby Shaleh dan baik Hati… Makasih banyak.

Dasar Anty yah, gak tau terima kasih, kebiasaan buruk belom hilang juga, udah dikasih kaca mata eeeeh malah teledor, gak tau naro dimana kacamatanya, sampai sekarang belum ditemukan lagi sun glassnya. 😦

*Jedot2in jidat ke meja*
Maaf ya Beib…

Buat teman-teman yang mengalami penyakit sepertiku, aku tidak menyarankan kalian untuk menjalani operasi insisi tersebut jika calazion / hordeolumnya tidak benar-benar parah (mengeluarkan nanah, darah dan membengkak hingga kulit luar), lebih baik diobati dengan cara yang lebih alami dan tradisional.

Mari hidup sehat!

Jadi semangat COOKING!


Demi kesehatan keluargaku…
Demi tugas mulia nan suci sebagai ibu rumah tangga…

Dengan ini aku menyatakan:
Bertekad untuk memasak makanan yang akan dikonsumsi oleh keluargaku dengan tanganku sendiri,
Berusaha mencari cara dan mencari info tentang bumbu
/ resep sehat, enak dan aman buat keluargaku.



Yosh!
Masak Yuuuukkk!!!!


Gambar dari sini dan sini
Semangat ini gara-gara baca ini dan itu

Semoga suamiku rela dijadikan objek uji coba masakanku, masak bareng ya Beib… 😀 *flirtingkesuami*