Category Archives: Psychology

This is about your Personal Quality & Skill NOT your institution background



Suatu hari di sebuah aula, berkumpullah para profesional dan ahli dari berbagai kampus terbaik di negeri ini.
Hmmm mereka adalah orang-orang cerdas, setidaknya itulah asumsi cetekku.


Hari itu, mereka menghadiri acara yang akan diisi oleh seorang pembicara professional, Ibu X namanya.
Seisi ruangan tampak sangat antusias ketika sang host memulai acara, hingga sampai pada sesi utama, saat pembicara memaparkan presentasi, sang host terlebih dahulu membacakan CV ibu X tersebutlah histori akademis Ibu X, hadirin tampak kecewa karena sang pengisi materi bukan berasal dari salah satu kampus hebat mereka, atau kampus luar negeri. Oo Dear…


Aku sempat merasakan aura-aura penolakan dan bisik-bisik dari para hadirin, meski tidak semua begitu tapi kebanyakan demikian.
Acara terus berlangsung, aku tidak tahu apakah Ibu X menyadari hal ini atau tidak. Aku berharap semoga tidak.

Mulailah Ibu X mengisi acara, pada awalnya para hadirin kelihatan biasa saja, lama-lama Ibu X menjelaskan dengan sangat amat cerdas, elegan, pintar dan memukau. Sungguh, semua hadirin, termasuk aku terhipnotis dengan paparannya itu. Detil dari A-Z. Pemaparan yang cerdas, membuat semua orang paham dan tercerahkan atas ilmu yang baru saja ia sampaikan.

Dari salah satu paparannya ia menjelaskan berbagai hal dengan begitu expert karena banyak pengalaman yang telah ia tempuh, ilmunya terus berkembang dengan hebat. Tidak hanya untuk dirinya, tapi untuk orang disekitarnya. Tidak hanya ia dapatkan dari bangku kuliahnya, tapi dari penelitian-penelitiannya bertahun-tahun dan dari semangatnya untuk mempelajari bidangnya hingga ia menjadi seorang expert seperti sekarang.

Dari sana, para hadirin mulai manggut-manggut tanda mengerti dan menerima bahwa hari itu mereka diberikan ilmu oleh seseorang yang bukan berasal dari kampus negeri terkenal, tapi oleh seorang yang berasal dari kampus biasa saja.
Seseorang yang lebih cerdas dan hebat beberapa tingkat dari mereka. Ck.. Ck..


Sebuah pelajaran otak dan hati.
Otak mereka tercerahkan oleh ilmu yang diberikan Ibu X dan hati mereka terbersihkan dari rasa ghurur dan sombong atas kehebatan background kampus mereka.
What a lesson.

Ah ya, cara pandang kita dan cara menilai kita terhadap seseorang tidak boleh sepicik ini. Ilmu bisa didapatkan dari siapa saja.

Bisa jadi dia bukan berasal dari kampus terkenal karena memang takdir membawanya demikian. Keindahan mutiara tidak akan pupus pesonanya hanya karena almamater semata, mutiara tetaplah mutiara, dimanapun ia berada, tetap akan bersinar.
Ia mungkin bukan dari kampus hebat, tapi ia adalah seseorang yang hebat di kampusnya, dalam hidupnya dan untuk orang-orang disekitarnya.
Atau bisa jadi ia berasal dari kampus yang hebat, tapi belum tentu ia seorang yang hebat di kampus dan hidupnya. This is about choice to be how and what you are.

Orang cerdas dari manapun berasal bakal tetep cerdas selama dia menggunakan akal, hati dan raganya menuju tempat yang berkualitas.



Beberapa waktu yang lalu, aku meminjam beberapa DVD movie dari Neneng Anda, salah satu sahabat baikku.
Salah satunya adalah The King’s Speech, di film itu… Tersebutlah seorang Lionel Logue yang berhasil membantu seorang raja Inggris King George VI dalam masalah bicara (baca: gagap).
Lionel bukan seorang dokter, tidak juga memiliki degree dalam kesehatan pendengaran dan terapi wicara, akan tetapi ia memiliki kapabilitas dan skill untuk melakukan terapi pada pasien yang memiliki gangguan bicara seperti King George VI karena pengalamannya menyembuhkan masalah wicara pada veteran dan korban perang, hingga dari sekian banyak dokter yang menangani masalah wicara King George VI, Lionel lah yang berhasil menjadi terapis sekaligus sahabat baik seumur hidup sang raja. ^__^

So… Never ever look underestimate everyone!
Respect every people, like you want to be respected.

Because The matter is about your Personal Quality & Skill NOT your institution background

Advertisements

(Katanya) Aku itu…

Spontan, antusias, idealis, ekstrovert, teoritis, emosional, santai, ramah, optimis, memesona, suka membantu, mandiri, individualis, kreatif, dinamis, periang, humoris, penuh semangat hidup, imajinatif, mudah berubah, mudah menyesuaikan diri, setia, peka, menginspirasi, mudah bergaul, komunikatif, sulit ditebak, ingin tahu, terbuka, mudah tersinggung.


Begitulah hasil tes kepriabadianku di http://www.ipersonic.com/id/type/5.html yang baru saja kuikuti (beberapa menit yang lalu) dengan hasil Idealis Spontan. Tidak heran karena jauh sebelum mengikuti tes ini, aku sudah pernah mencoba tes-tes sejenis, seperti:


Inti dari semua tes itu -dengan teori2 baru sekalipun- hasilnya tetap sama. Tes personality tersebut berfungsi untuk menggambarkan dan memberi tahu bagaimana kepribadian kita, agar kita lebih memahami diri sendiri, bisa memaksimalkan potensi dan memperbaiki yang kurang dari diri kita, tetapi… -kata seseorang- hasil tes tersebut bukan dijadikan pembenaran atas sikap dan karakter kita yang kurang baik (nah loo anty ngomong sama diri sendiri deh qeqeqe)


(Katanya lagi) Aku itu…

Outgoing, social, group oriented, dislikes science fiction, does not like to be alone, feels at ease around others, conventional, talkative, modest, does not like to be alone, good at getting people to have fun, values relationships and family over intellectual pursuits, open, likes to dance, spontaneous, underachieving, at times unprepared, emotional, values organized religion, suggestible, at times easy to impress, not analytical, disorganized, prone to crying, likes to be center of attention, happy, trusts others, can be influenced more by others than self, can be touchy feely, feels the emotions of others, likes teamwork, guided by moods
from http://similarminds.com/jung/esfp.html

Nah temanz… Tes-tes kepribadian ini juga berfungsi agar kita mampu mengetahui pekerjaan yang cocok dengan tipe kepribadian kita, en it works to me alhamdulillaah qeqeqe *tersipu-sipu*

Berikut adalah beberapa pekerjaan yang telah, sedang dan akan kupersiapkan untuk masa depanku nanti (masih katanya http://similarminds.com/jung/esfp.html):


  1. Public relations manager (Insya Allah) ,
  2. School teacher (suka banget, Anty pengen jadi Dosen sih),
  3. Radio dj (haghaghag SMA pernah kepikiran, apaaaah! plaaks),
  4. Customer service (Kayaknya engga, mengingat aku yang moody kesian costumernya klo pas giliranku BT),
  5. Emt (apaan nih ya?), 
  6. Hair stylist (aw aw pengen nyoba), 
  7. Event coordinator (really like it, secara waktu kuliah suka jadi sie.acara),
  8. Pediatric nurse (aaah perawat keluarga ajah Anty maaah hahaaiii :”>  ),
  9. Child care worker (yippie! like this soooo much, i love kids, jagain anak-anak Anty aja kali yaaa),
  10. Makeup artist (hadeee kagak bisa make up buu),
  11. Personal trainer (naaah ini dia yang engga bisa wkwkwk),
  12. Public relations (iyee, emang suka sm kerjaan sekarang ),
  13. Human resources (oyaa???),
  14. Travel agent (amiiin pengen punya bisnis travel gitu dari jaman dulu),
  15. Massage therapist (haghaghag patut dipertimbangkan, buat mahram aja pastinyah),
  16. Physical therapist (belom kepikiran),
  17. Interior decorator (haaaaaaaaa??? tak percayyyyaaa, kamarku ajaa……………….gubraaag)


from http://similarminds.com/jung/esfp.html

Upzz ada yang ketinggalan, tes personality juga berguna looo buat nyocokin karakter yang pas dengan pasangan kita nanti (liat teorinya Jung)… qeqeqe (based on psychological theory ya…) .

Kalo kamu (katanya…) gimana?

Fiuuh My 4th Personality Test


Fiiuuhh…
Anehnyaaa… udah ikutan 3x test personality disini hasilnya ENFP
eh tiba-tiba hari ini iseng ikutan lagi, lebih pelan dan rada seksama eeeh hasilnya ESFP
tuing tuing..


aaahhh mau ESFP kek, mau ENFP kek, mau ESTP< ENTP< ENTJ< ESTP< INTJ< ISTJ< ISTP< INTP< mau karakter apapun, asalkan Islam patokannya.. semuanya pasti OK deh, Allah Maha OK  ^_^

aku sih percaya satu hal pada akhirnya..
bagaimanapun karakter dasar setiap orang itu diciptakan berbeda2 agar mensyukuri ke-Maha Besaran Allah, tapi… semua itu tidak dijadikan patokan utama karena Islam mempunyai cara sendiri mewarnai karakter para pemeluknya..

(al-baqoroh:138) Shibghatullaah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah?

Jadi sekarang aku ga mau selalu atau terlalu sering memberi apologi pada diri sendiri atau pada siapapun gara2 karakter dasarnya, karena sebenernya Islam sudah mengaturnya dengan baik dan Rasul sudah ngasih tuntunan yang pas dalam bermuamalah

Lagian yaa… kata Uni Febi yang Sarjana Psikologi juga kepribadian seseorang itu tergantung E -nya juga:

B = E x P
behaviour = environment x personality

thank you Uni

Hihiiiiii

P.S: saran sih ada baiknya kita baca buku “Membentuk karakter Cara Islam” Ustdz Anis Matta