Category Archives: Taqiyya

My girl’s 7 months old

Haya Taqiyya is 7 months old!
Alhamdulillaah
Terimakasih Allah :”)
Taqiyya udah satu bulan ini MP ASI
Rencananya dulu pengen buat laporan MP ASI nya Taqiy, tapi belum dieksekusi huhuhuu
Trus pengen nulis perjuangan ng-ASI Exclusive, perjuangan pasca lahiran, perjuangan baru jadi Ibu tapiiiii apalah daya baru bisa OL by phone, capeeeekkkk ngetiknyaaa -_-”

Alhamdulillaah… Taqiyya makin aktif, makin lincah, makin menguras energi, makin sehat, makin cantik, makin pinter dan gemesyiiiinnnn
Bundanya suka geregetan ampe pengen gigit pipi bakpao nya hihihi

Overalls ini Taqiyya sekarang:
– Udah punya 2 gigi susu di bawah depan dari usia sekitar 5m
– Udah guling2 usia 5m
– Duduk sendiri di usia 6m 3w
– Merayap semi merangkak dari 5m 2w
– Merangkak (masih belum lancar dan lincah) usia 6m 3w
– Udah ngoceh brrrmmmm buuummm haaaa hiiiii nggaaaa dll
– Suka banget liat board book bergambar, suka sama buku bantal, mainin apaaaa aja yang diliatnya
– Suka banget jilatin Bundanya
– Nempeeeeellll kayak perangko sama Bundanya, she’s my number 1 follower (literrally follower)
Ikut kemanapun Bunda melangkah, ke WC ampe Bunda taro di stroller kalo terpaksa ikut Bunda poop 😀 -_-” (abis kan di rumah kami cuma berdua kalo Papanya Taqiyya kerja, ga ada yang bantu jaga) ato nyuci popok, ke dapur belajar masak sama Bunda. 😀
– Udah mandi pake air dingin
– Udah sering jalan2 sama Bunda & Papa
– Udah mam sendiri 😉
– Sukaaaaa bangeeettt senyum, ketawa, suka tampang muka so sweet banget kalo ketemu orang, tapi ga mau digendong siapapun selain Bunda, Papa dan orang2 yang dia kenal / orang yang dia detect sendiri kalo orang itu “aman” :)) LOL
Kata orang-orang Taqiyya sumeh / amis budi / suka senyum
– Suka masuk kolong box, kolong meja, kolong kursi
– Suka narikin mukena bunda pas shalat, atau naikin kepala bunda, atau megangin kaki bunda
– Suka jambak2, suka dipeluuukkkk bangeettt
– Suka banget ngobrol, apaaa aja diobrolin meski dengan bahasanya sendiri dan bunda suka balesin obrolannya dengan bahasa orang dewasa, ga dicadel2kan
– Suka gigitin neneeeen T___T huhuhu ini bener-bener perjuangan level selanjutnya dalam ngASI deeeh huhuuu

image

Taqiyya naek troli

image

image

image

Jalanjalan nyari kemeja^^

image

Mam semangka

Sehat selalu, panjang umur ya Taqiyya…
Jadilah anak yang shalihah, bertaqwa, berbakti dan jadi muslimah teladan pada masanya nanti :”)
Aamiin

My most precious treasure

Bagi manusia baru bernama bayi, Ibu adalah dunianya
begitupun sebaliknya 🙂
Fase masa bayi itu singkaaaat sekali
Terlalu singkat malah

Tautau sudah bisa ini itu
Tautau sudah 6 bulan, setahun dua tahun, remaja, dewasa, dll

Kelak, semoga tidak ada penyesalan karena menyadari bahwa mereka sudah sibuk dengan dunianya sendiri dan “tidak membutuhkan kita lagi”

:”)
mrebes mili huhuhuu hujanhujan

Taqiy, kamu sudah besar yah nak.:”)
Bunda pengen peluk kamu terus

image

0 m

image

Taqiyya 1 m

image

Taqiy 2m

image

Taqiy 3 m

image

Taqiy 4 m

image

image

Taqiy 6 m

image

image

My most precious treasure is memories of watching you grow, Haya Taqiyya :”)

Kisah persalinan pertamaku: kelahiran Haya Taqiyya

Bismillah…

Setiap kelahiran bayi memiliki kisahnya tersendiri, unik dan pasti berbeda antara satu ibu dengan yang lain, antara satu bayi dengan lainnya. Tidak bisa disamakan.
Begitupun kisah kelahiran putri pertama kami.

Banyak orang menyebutkan bahwa proses kelahiran bebi cilik (panggilan untuk bayi dalam perutku) terbilang mudah, cepat dan lancar untuk ukuran anak pertama. Alhamdulillah hanya sekitar 1 setengah jam di ruang persalinan.

Alhamdulillah berkat ijin Allah, doa dari keluarga terutama orang tua kami dan juga berbagai usaha yang ditempuh.
Kami menyebutnya pemberdayaan diri. Ini yang diajarkan dalam grup Gentle Birth Untuk Semua (GBUS) yang kami ikuti.

Pemberdayaan diri bukan semata hunting tenaga medis yang pro gentle-water birth karena jelas, tenaga medis yang pro gentle water amat terbatas jumlahnya, maka dari itu kami tidak bergantung pada poin tersebut, selain itu bilapun kita telah bertemu dengan yang sevisi belum tentu berjodoh, belum tentu Allah takdirkan.
So, all we can do: give the best effort and pray for the best.

Memberdayakan diri untuk setidaknya agar persalinan bisa mudah, tanpa obat-obatan, minim intervensi medis yang tidak perlu dan menjadi konsumen kesehatan yang cerdas.
Benar-benar memberdayakan diri melalui membaca buku, dokumen di grup, olah raga (jalan kaki pagi, pelvic rocking on the gym ball, senam hamil), relaksasi, induksi alami melalui titik titik akupresure, diskusi dengan berbagai macam tenaga medis, hunting tenaga medis dan tempat persalinan yang cocok dengan visi kami, mengkomsumsi makanan sehat bernutrisi, dll proses melahirkan bisa kuat kami lewati.

Meski belum berjodoh dengan tenaga medis yang melaksanakan metode watergentle, kita masih bisa mengupayakan kemudahan persalinan spontan tanpa obat-obatan dan meminimalisir trauma persalinan pada ibu dan bayi.

Terima kasih kepada:
– Allah SWT. Sebaik-baik Pembuat Skenario, semua atas kuasa-Mu. Tanpa-Mu aku takkan mampu

-Rasulullaah SAW yang membuatku ingat keutamaan perjuangan seorang Ibu. “Ibumu, Ibumu, Ibumu, lalu ayahmu”

– Suami shalih dan baik hati, pangeranku dunia akhirat yang selalu sabar dan setia mendampingi.
You know i love you so much. So much in love with you baby.

-Ibuku, wanita yang melahirkanku, yang menyayangiku, selalu mendoakanku.
Syurga selalu kumohonkan untukmu Ibu. I owe you this life. I love you so muchhhh.

-Ibu dan Bapak mertuaku yang luaaaar biasa baik, hebat, selalu mendukung kami, menyayangi kami.
Terima kasihku dari lubuk hati terdalam, terima kasih telah merawat dan mendidik suamiku menjadi pria terbaik dalam hidupku (setelah alm.ayahku) sebelum kami bertemu dan berjodoh.
Syurga pula yang kumohonkan untuk kalian

-Keluarga, saudara, sahabat serta teman-teman yang telah mendoakan

– Bidan Erie Marjoko untuk cinta, sabar, dan seeemuaaanyaaa meski akhirnya kami tidak berjodoh dalam proses kelahiran anak pertamaku. Jazakillaah khayr.

– Bidan.Yesie Aprilia yang sudi membalas private message ku, menjawab kecemasanku menjelang persalinan malam-malam

– Bidan Yuliana yang beberapa kali berkontak denganku dan menjawab pertanyaan-pertanyaanku.

– Bidan Abna, Bidan Hodi dan Bidan Sukma yang membantu proses persalinan di RB Depok Jaya

– Teman2 para member GBUS yang selalu hangat dalam berbagi ilmu 🙂
Yah segala sesuatu memang harus berpondasi ilmu.

Terima Kasih GBUS 🙂

Ou, jadi beginilah kisah kami….
Semoga bermanfaat

3 bulan yang lalu
Depok
Jum’at 24 Agustus 2012
Di rumah

06.00-14.00 WIB
Bolak-balik ke WC untuk pup dan pipis.
Kukira aku akan mencret.
Karena HPL 40 w sekitar 1 pekan lagi.
Mulai nyutnyutnyut 10 menit sekali. Nampaknya bukan “mencret” biasa
Hmmmm
Texting dengan teman-teman yang lebih dulu melahirkan, diskusi macam-macam, tapi tidak ada keyakinan 100% bahwa itu tanda menjelang true labor haaaisshhh. -_-‘
Masih keukeuh berharap bisa melahirkan dibantu Mbak Erie yang masih mudik di Blitar.

14.00 WIB
Kami datang ke RB Depok Jaya untuk memeriksakan kontraksi yang aku alami, guess what? Setelah VT, Mbak Bidannya bilang: masih jauh bu, mungkin sekitar 3 hari-1 pekan lagi.
Aku dan suami saling berpandangan dan tertawa, mungkin saja kami berjodoh dengan Bidan Erie, tempat kami biasa kontrol kehamilan dan beliaulah yang kami rencanakan sebagai tenaga medis penolong persalinan nanti.
Setelah itu, kami kembali lagi pulang ke rumah dengan riang gembira dengan harapan berjodoh dengan Bidan Erie yang masih mudik. Hehehe

18.00-19.40 WIB
Kontraksi mulai intens
Aku nungging-nungging, sujud, dll
Pelvic rocking, atur nafas (masih bisa nih), makan-makan, ketawa-ketawa bercanda dengan suami, tilawah (membaca al Qur’an), texting dengan teman-teman, dikunjungi teman, pokoknya masih saanntaaaiii meski nyutnyutnyut makin terasa 😀

19.40-21.00
Mulai gusar, menghubungi Bidan Erie yang masih mudik, mengabari kondisi, Ia bahkan rela mempercepat kepulannya menjadi hari minggu.

Kirim message FB ke Bidan Yessi dan sms ke Bidan Yuliana menggambarkan kondisi dan menanyakan kapan sebaiknya harus ke RB.
“tunggu flek muncul” begitu kesimpulanku.

Aku belum berani ke RB karena saat itu belum ada flek atau lendir, belum lagi diagnosa bidan tadi siang menahanku untuk tetap di rumah.

21.00-00.00
Kontraksiku makin intens sekitar 2 menit sekali dengan durasi 30-60 detik
Aku sudah ingin menggigit gigit
Setelah sebelumnya terus mencoba mempraktekkan teknik nafas panjang dan terus dzikir.
Tidak bisa tidur meski mata lelah dan ingin terpejam.
Bolak balik WC karena rasanya ingin pup dan pipis.
Suami meminta dengan keras agar aku tidur!
Dan aku malah marah karena aku tidak bisa, aku kelelahan.
Aku menangis, lalu istighfar dan mencoba berbicara dengan janinku
“bebi cilik, kalau mau lahir sekarang ga apa-apa, ga usah nunggu budhe Erie pulang. Bunda ikhlas nak”
Tak lama setelah itu…
Flek!

Sabtu, 25 Agustus 2012

00.20
“Bebiii flek, darah!”
Cemasku memberitahunya saat kudapati flek di celana dalamku setelah aku mencoba berendam di kolam yang airnya tak kunjung penuh karena keterbatasan air yang dimasak memakai dandang.

00.50 WIB
Aku muntah. Ya, beberapa saat sebelum kami memutuskan untuk berangkat ke RB seluruh isi perutku keluar melalui mulut. Pahiiit dan lemas sekali rasanya padahal aku akan melahirkan, butuh banyak tenaga. Allaahhh….

01.00 WIB
Masih di rumah

Aku dan Suami sepakat untuk berangkat ke RB saat itu juga dengan menggunakan motor yang kami miliki. Kami tak lagi terpikir untuk menghubungi taxi, dll semuanya begituuu cepat

Suami segera menyambar tas persalinan yang sudah kami siapkan 1 bulan lalu, memasukkan kurma ke food container dan madu sebagai amunisi.
Di perjalanan, kami kerap berhenti saat kontraksi hingga perjalanan yang seharusnya kami tempuh hanya dalam waktu 10 menit menjadi 30 menit.
Setiap kali kontraksi datang aku meremas kuat-kuat pundak dan leher suamiku sebagai tanda untuk memberhentikan motor.

01.30
Kami sampai di Rumah Bersalin Depok Jaya, aku segera menggedor gerbang RB yang sebenarnya tidak dikunci itu.
Segera setelahnya, seorang bidan memeriksaku melalui VT di ruang persalinan. Yup tangannya merogoh ke dalam jalan lahir anakku. Aku takut.
“Bukaan 6” katanya
Masya Allaah! Berarti sebentar lagi!
Aku terus mengaduh kesakitan dan memohon Mbak Bidan untuk tidak “galak dan jutek” selama menolong persalinanku, ohya aku dibantu oleh 3 orang bidan, 1 agak galak, 1 agak pengertian dan 1 lagi ramah.

It’s a surprise and unpredicted labor, aku tidak tahu akan melahirkan hari itu, pun siapa bidan yang akan menolongku.
Aku hanya berdoa diberikan yang terbaik oleh Allah.
Tubuhku menggigil, aku langsung diobservasi di ruang tersebut.
Lalu, bidan yang ramah memberikanku minum teh manis hangat
Tak lama aku muntah untuk yang kedua kalinya.
Allaah bagaimana ini? Allaah tolonglah kami
Aku membujuk-Nya.
Rasanya itu adalah titik tertinggiku memohon kepada Allah, dalaam, dalaaam.
Waktupun terasa lamaaaa sekali.

02.25 WIB
“Bukaan 8” kata Mbak Bidan
Saat itu pula ketubanku pecah, byaaarrr rasanya udah ga karu-karuan, seolah ada dorongan untuk mengejan padahal memang aku tidak sengaja mengejan, sedang Mbak Bidan belum mengijinkanku mengejan. Rasanya ituuuuu errrr seperti pup udah diambang pintu tapi ga nemu WC 10x lipatnya heuheuheu

Sementara otak primitifku yang bekerja, ternyata aku belum berhasil mempraktekkan teknik nafas yang kupelajari saat hamil, aku belum berhasil mengatur emosi, belum berhasil menaklukkan diri untuk bersabar saat anakku berjuang membuka jalan lahir, belum berhasil untuk tidak berteriak dan mengaduh kesakitan. Ya, aku berteriak-teriak hingga seantero Rumah Bersalin mungkin mendengar.
Aku merasa akan mati saja, aku memohon maaf kepada suami yang setia menemani di sampingku
Aku memintanya meridhaiku jikalau waktuku hanya sampai hari itu.
Aku menangis, tapi suamiku meyakinkan bahwa aku kuat, aku mampu. Disaat yang sama ia menyuapiku buah kurma segar yang kami bawa dari rumah.

02.45
Bukaan lengkap!
“Ayo sekarang ngeden buu, jangan tanggung-tanggung”
Setelah beberapa kali berusaha ngeden, aku berhenti sejenak dan tak lama kemudian suami menyemangati “beb, ayo beb kepalanya udah nongol”
Haaaa iyakah? Secepat ini? Pikirku

Ditengah perjuangan tersebut aku masih sempat berusaha dan memohon agar tidak diepis (episiotomi: pengguntingan jalan lahir) kepada bidan, namun akhirnya ia tetap melakukannya, alasannya karena bayi keluar masuk jalan lahir (ah mbak bidan, andai engkau mau lebih sabar sebentar, kepalanya kan udah muncul)
Setelah ngeden panjang 2 kali, akhirnya kepala bayiku keluar, bulat sempurna Allaahu akbar!

03.08 WIB
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaah illallaah wallaahuakbar!
Bayi kami lahir ke dunia, sehat sempurna langsung skin to skin contact.
Ajaib! Ia yang awalnya menangis kencang, menjadi tenang diatas dadaku, indah sekali… :’)
Kami bertiga berpelukan penuh haru, ini benar-benar perjuangan kami bertiga. Aku, bayiku dan suami tercinta.

Alhamdulillah telah lahir putri pertama kami melalui persalinan normal spontan dengan berat 3.5 kg dan panjang 49 cm.
Skin to skin contact dilakukan bersamaan dengan saat penjahitan jalan lahir oleh para bidan 🙂
Setelah itu diadzani dan menyusui Taqiyya untuk pertama kalinya.

Ba’da.shalat subuh 05.15
“Assalamu’alaikum, Bu alhamdulillah bu, Anty sudah melahirkan” suamiku mengabari ibu dan mertuaku melalui telepon.

Berbagai ekspresi haru, terkejut, senang semua menjadi satu. Tidak ada yang tahu bahwa dini hari itu aku akan melahirkan.

Mertua di Utan Kayu -Jakarta dan Ibuku di Sukabumi.
Ya, aku memutuskan untuk melahirkan di Depok, bersama suami.
Well, yah selama hamil apalagi melahirkan rasanya berat sekali kalau berjauhan dengannya *blush*
Berbekal ridha Allah, restu keluarga, usaha dan doa, insya Allah kami bisa 🙂

Demikianlah perjalanan kisah persalinan yang menghabiskan waktu satu jam setengah saja di ruang bersalin itu ternyata sudah dimulai sedari pagi 24 Agustus 2012 hihihi

——

Oiya, Kami beri nama ia Haya Taqiyya (Putri yang bertaqwa) mudah-mudahan sebagaimana namanya ia menjadi putri yang shalihah, berbakti kepada orang tua, bertaqwa dalam arti sesungguhnya, dalam makna terbaik seorang muttaqiin. Allaahumma aamiin.

Sekarang kami sedang meneruskan perjuangan setelah melahirkan: exclusive breastfeeding.
Mohon doakan kami agar menjadi orang tua yang amanah yang mampu merawat dan mendidik sebaik-baiknya.
Aamiin 🙂

Sleeping Child

image

Oh my sleeping child
The world so wild
But you build your own paradise That’s one reason why
I’ll cover you sleeping child
(MLTR – Sleeping Child)

——

Taqiyya bobo pas aku bawa ke tempat arisan tetangga kemarin.
Tenang banget bobonya padahal berisiiiiikk
*cup2 anak pinterrr*
Yaiyalaaah namanya juga arisan emak2 😛
Penting banget ya ikut arisan menurutku, soalny jadi salah satu wadah hidup bertetangga 🙂

Variasi Bentuk dan Jalan Rezeki

Di awal kehamilan dulu, sebuah pertanyaan pernah aku sampaikan pada suami

“Sayang, nanti lahiran kita ada uang gak ya?” tanyaku dengan penuh kedudulan

Sebegitu lebaynya kekuatiranku akan rezeki anak nanti hingga meragukan rezeki yang Allah janjikan. Astaghfirullaah.
“Insya Allaah Bebi, rezeki anak pasti Allaah kasih, masa gak percaya siy? ” jawabnya menenangkanku

Padahal 60% dari kekuatiran itu tidak pernah terjadi deh katanya heuheu
Menjelang akhir kehamilan menuju persalinan ini, banyaaak sekali rasanya pertolongan Allaah melalui saudara dan teman-teman. sungguh, rezeki tidak hanya berupa uang. 
Sebulan lalu, 13 Juni 2012 aku pernah posting ini berharap siapa tau ada ibu-ibu yang mau garage sale barang-barang bekas bayi yang anaknya udah besar. Ga lama abis itu seorang kontak yang belum pernah sekalipun bertatap muka mengirimkan pesan pendek yang menawarkan box bayi kayu bekas anaknya, waaaah seneng banget donk pastinya
Pucuk dicinta ulampun tiba, lalu smspun berlanjut…

Aku: “mauuuu… dijual berapa kak boxnya?”
Kakak: “Nggak dijual dek, buat dek Anty saja, udah gak usah tanya2 lagi ya, nanti kakak antarkan ke Depok”
Aku: Haaaahh…  benarkah? Box? dikasih? :-/ antara kaget, gak percaya, ragu2, seneng tapi deg2an, aaaah gimana deh pokoknya perasaanku waktu itu: gak jelas. Heuheuheu.

Akhirnya tibalah hari itu, 27 Juni 2012
Kami membuat janji bertemu di margonda deket Bank Mandiri, etapi jadinya malah depan BNI 
Pertama kali bertemu dengannya, ia yang tak kukenal secara nyata, bertemu hanya melalui sapaan maya, memberikan box putrinya untuk kami. Subhanallaah…

Jazakillaah khayyr Kak Rien semoga Allaah limpahkan kebaikan yang lebih untukmu dan keluarga. 
Masya Allaah… ternyata selain box bayi kayu yang kokoh, Kak Rien masih memberikan bonus lain. Ada bantal pinggiran box biar baby gak kejedot, kelambu, bantal, guling, kasur, selimbut, kain bedong, kaos kaki, kaos tangan, topi, aaaaaaaa banyak bangeeet -_-” 
Sumpaaah jadi gak enak gini, aku malah ga nyiapin kado apa2 buat Kak Rien *jitakjidat* Afwan ya kak… 
Bener-bener nggaaaak nyangka bakal sebanyak itu. Huhuhu terharuu.  
Jazakillaah khayyr sekali lagi.



Bener-bener min haitsuu laa yahtasib, rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Allaahu Akbar! 

Naaah ini cerita rezeki lain…
Awal bulan lalu, aku sms-an dengan teman SMA yang sudah lebih dulu menjadi ibu, kami sama2 saling curhat tentang keluarga, tentang pekerjaan rumah tangga, tentang teman2 kami, dll
tiba-tiba dia bertanya: 
Dia: “Anty, udah nyiapin apa aja buat baby nanti, udah punya tempat mandi bayi yang bisa dibawa kemana2 belom?”
Aku: “Belom beli, kelupaan masa mau beli ini…hehe”
Dia: “Oh yaudah kalo aku kasih kado itu mau gak? Mau yang karakter apa? Keropi, Duck ato Kitty?”
Aku: Huwaaaa beneraaan? Ya ampun gak usah repot2 kan rumahmu jauh”
Dia: “Okay, aku kadoin itu aja yaa
Aku:  speechless. Takjub banget sama rezeki yang bener-bener gak disangka. Allaahu Akbar.
Yaaaak dan jum’at kemarin sampailah paket berisi inflatable baby bath tub yang unyuuu… Alhamdulillaah ya Allaah.

Lebay? Aah menurutku tidak, karena bagiku hadiah apapun yang diberikan teman-temanku adalah rezeki dari Allah melalui mereka. Allaah lah yang menggerakkan hati mereka. ^_^
Aku amat tersentuh dengan kebaikan dan ketulusan mereka, ya mereka yang memang tidak aku sangka-sangka menjadi jalan rezeki untukku.

Jazakillah Khayr Ucan Ummi nya Alif yang lucu :-*
Ini tempat mandinya…

Ada indikator “HOT” yang muncul kalo airnya kepanasan 


Dan yang paling menyenangkan adalah diatas tadi hanya dua contoh kebaikan rezeki Allah yang datang baru2 ini, belum lagi support, perhatian dan do’a teman-teman yang luaaaar biasa,  yang gak bisa disebutkan satu persatu… I love u all coz Allaah… 

Aahh Allaah, cinta-Mu begitu indah…
Jazakillaah khayyr Kak Rien, Ucan dan teman-teman yang telah memberikan segala macam kebaikan…

Kebaikan itu rezeki, rezeki itu kebaikan…
Fabiayyiaalaai Rabbikumaa tukadzdzibaan?

——-

Mohon do’anya ya teman-teman insya Allah bulan depan Anty lahiran…
bener-beneerrr minta do’a
Nitip diselipin di do’a-do’a indah kalian ya, pleaseee?
Semoga Anty bisa lahiran dengan mudah, lancar, gentle, Baby + Anty sehat-selamat-sempurna tidak kurang satu apapun…

Oiya btw, melahirkan ini tentang hidup dan mati seorang perempuan kan ya
Medan jihad yang semakin nyata di pelupuk mata nih, 
selayaknya jihad… bisa kembali dengan kemenangan atau mungkin Anty tak kembali, berharap karena syahid insya Allaah…
Maka itu, Anty mohon maaf atas segala sikap, postingan, komen, kata2 yang kurang berkenan selama mengenal Anty ya 🙂 Mohon diikhlaskan segala kesalahan Anty…

Semoga Ramadhan ini kita semua bisa menjadi pemenang atasnya… Allaahumma Aamiin

Curhat Trimester Akhir

Setiap Ibu hamil punya cerita berbeda ya di tiap fase kehamilannya.
Ada yang baik-baik aja tanpa ‘perjuangan badan’ yang mencolok, ada
yang luar biasa perjuangannya, dll.
Diatas semua ‘perjuangan fisik + psikis’ yang ada, aku yakin mereka
selalu terus menerus berusaha memperbaharui rasa syukur menjadi lebih
baik atas kehamilannya.

Kali ini aku mau bercerita tentang apa yang kurasakan saat memasuki
Trimester ke 3 (29-40 pekan)
Insya Allaah bukan mengeluh yang menipiskan rasa syukur atas anugrah
penuh tanggung jawab ini, hanya ingin melepaskan sedikit beban dengan
menulis dan berbagi…

Di Trimester 3 kehamilan ini rasanya banyaaak sekali ‘perjuangan’ yang
dialami oleh badan.
Maka, aku berusaha mengimbangi ‘perjuangan fisik + psikis’ ini dengan
senam hamil ringan, pelvic rocking on the gym ball, jalan kaki, ngepel
gaya inem, baca buku, beelajar banyak hal, dll tapi ternyata meski
begitu masih saja banyak ‘perjuangan fisik + psikis’ yang tetap
dirasa. Subhanallaah ^__^

=> Mulai dari:

– Kuatir janin ga sejahtera di dalem tummy
– Kuatir stress
– Kuatir kenapa2 di dalem tummy
(Sebenernya justru kekuatiran ini bikin stresss -_-‘ terlalu banyak
baca artikel kesehatan di forum2 ibu hamil juga kadang jadi parno
sendiri) heuheu
– Sering terbangun tengah malam karena pipis yang terus-terusan
– Pipis sepanjang waktu yang membuat diri ga bisa jauh2 dari WC,
kalaupun harus jauh2 dr WC terpaksa deh pake Pampers For Adult (dan
ini rasanya ga nyaman sekali)
– Pegel2 badan
– Kaki bengkak kalo lama2 duduk
– Keputihan
– Mudah capeek
– Susah gerak
– Tidur miring kiri
– Sakit punggung kalo lama ga nyandar + ga gerak
– Pernah pengen pingsan di kasir alfamart pas mau bayar, tiba2 mata
berkunang2, alhamdulillaah nya ga jadi pingsan
– Sakit otot kaki terutama bagian betis atas, beberapa kali ngerasain
ini kayak muscle attack, mendadak bikin mata melek tengah malam karena
kesakitan (berasa mau copot kakinya)
Tadi jam 02.30 pagi, mendadak kebangun dengan mengaduh2 karena kaki
kiri kesakitan otot / uratnya kayak mau lepas, ya Allaah ya Rabb…
Sakit sekali, belum k dokter lagi… Adakah yang pernah merasakan
kondisi kaki begini?

Inilah fase hamil trimester akhir, belum perjuangan trimester awal
dengan mual muntah berkepanjangan dan perjuangan luaaaar biasa
lainnya, belum lagi nanti melahirkan, menyusui, merawat, dll
Allaahu Akbar!!
Jihad seorang wanita ya 🙂

Dengan sederet perjuangan fisik yang dirasa ini membuatku berasa
kurang berbakti + berdosa pada Ibu + Ibu mertua yang telah
mengandung, melahirkan dan membesarkan kami.

Aah Allaah, hanya Engkau saja yang mampu membalas segala cinta,
kebaikan dan perjuangan mereka.

Sungguh inilah mengapa Islam betapa mengagungkan posisi seorang Ibu 3x
lipat diatas sang ayah.

Allaahummaghfirlanaa dzunuubanaa waliwaalidaynaa warhamhum kamaa
rabbayaanaashshigharaa…
Aamiin

Beji Timur
12 Juni 2012


Best Regards,

Miranty Januaresty