Category Archives: zakat

Merinding & terharu liatnya -_-‘ :(

Apa yang kamu rasakan ketika melihat orang-orang yang kamu bantu mampu hidup layak? bersekolah? bahkan menjadi mandiri?

Ini adalah iklan Rumah Zakat terbaru, sesaat ketika launching… Aku tiba-tiba merinding, ada yang hangat mengalir di kedua belah pipiku, aku terharu. ūüė¶

Terharu melihat anak-anak yatim dan dhuafa itu, keluarga miskin itu, mereka yang dibantu oleh dana zakat, menjadi cerdas dan terberdayakan.

Aaah… Mungkin aku yang berlebihan, mungkin aku yang cengeng ūüė¶

Tapi sungguh, senyum tulus mereka membuatku bergetar, ingin rasanya lebih banyak membantu mereka.

Semoga kita diberikan kekuatan mental dan finansial untuk membantu ummat ini menjadi lebih baik, amiin.

Mari Merangkai Senyum Indonesia
Agar makin banyak lagi “mereka” yang terbantu
Hingga kelak, Rasulullah SAW tersenyum pada kita. Amiin.

^___^

(Copas) RUU PENGELOLAAN ZAKAT : Ada Sanksi Administrasi bagi Wajib Zakat

Belum sempat banyak coret-coret, ada juga beberapa coretan yang belom sempet di posting, hmmm… alasannya (meskipun tidak bisa dibenarkan ) adalah karena makin banyak tugas dikantor *sok sibuk banget* huhuwww¬† jadi dateng-dateng ke kantor, tugas sudah siap untuk dilalap, pulangnya lelah banget buat sekedar OL, so… baru bisa blogwalking dan ngintip-ngintip… tantangan 31 hari blogging ternyata belum berjalan mulus¬† hikshiks

ini dia oleh-oleh dari intip2 recent post MP-erzz… semoga bermanfaat¬† cekidot:

——–

Masyarakat yang sudah seharusnya mengeluarkan zakat, namun tidak berzakat, mungkin akan terkena sanksi. Begitulah usulan Forum Zakat (FOZ), asosiasi penyelenggara zakat yang memiliki anggota sekitar 200 organisasi, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan sejumlah anggota DPR Komisi VII di Gedung Nusantara II, Selasa sore (16/2).

Sanksinya, wajib zakat (muzaki) harus membayar 10% lebih besar dari kewajibannya. Andaikata kewajiban zakat muzaki senilai Rp 1 juta, maka pada pembayaran zakat tahun berikutnya, wajib zakat mesti membayar zakat tahun lalu sebesar Rp 1.000.000 juta plus denda 10% sebesar Rp 100.000. Jumlah itu juga akan ditambah dengan zakat tahun berjalan sebesar Rp 1.000.000 sehingga jumlahnya menjadi 2.100.000.

Pasal sanksi tersebut lengkapnya berbunyi ‚Äúsetiap muzaki yang tidak melaksanakan kewajiban zakat‚Ķ akan tetap dikenakan kewajiban membayar zakat yang ditinggalkan ditambah dengan denda adminitasi sebesar 10% dari jumlah zakat yang ditinggalkan.‚ÄĚ Usulan ini masuk dalam Bab X mengenai sanksi.

Wakil Ketua Komisi VIII dari Fraksi PKS Yoyoh Yusroh yang memimpin rapat menyatakan, usulan ini akan dipertimbangkan dalam Pansus dan Panja DPR yang membahas pasal demi pasal RUU Pengelolaan Zakat. Namun dalam sesi tanggapan, sejumlah anggota DPR Komisi VIII terlihat keberatan dengan usulan ini. ‚ÄúSebelum ada sanksi, perlu ada penjelasan dulu seperti apa pelaksanaannya,‚ÄĚ kata Saifuddin Donodjoyo, Anggota DPR Komisi VIII dari Fraksi Gerindra.

Di dalam RUU Pengelolaan Zakat versi DPR maupun usulan FOZ, kewajiban untuk membayar zakat berlaku bagi individu maupun perusahaan milik warga muslim. Kewajiban itu tidak harus disalurkan kepada badan pengumpul zakat atau amil zakat. ‚ÄúMasyarakat yang mau menyalurkan zakat sendiri tetap bisa,‚ÄĚ kata Ahmad Juwaini, Ketua Umum FOZ kepada KONTAN.

Sebagian besar UU ini bertendensi mengatur lembaga pengelola zakat. Antara lain, organisasi pengelola zakat harus mendapatkan sertifikasi dari Badan Pengelola Zakat di tingkat pusat. Pengelola zakat tingkat nasional disyaratkan memiliki wilayah operasional minimal di 10 propinsi dengan kemampuan mengumpulkan dana Rp 2 miliar per tahun. Namun FOZ mengusulkan Rp 5 miliar selama tiga tahun ber turut-turut dan telah diaudit oleh akuntan publik.

Sedangkan Pengelola zakat tingkat propinsi beroperasi minimal di 40% dari jumlah kabupaten dan mengumpulkan dana Rp 1 miliar per tahun. Sedangkan FOZ mengusulkan Rp 2 miliar pe dua tahun ber turut-turut dan telah diaudit oleh akuntan publik.

Sedangkan tingkat kabupaten, wilayah operasionalnya minimal di 40% dari jumlah kecamatan dan mampu mengumpulkan dana Rp 100 juta per tahun. Sedangkan FOZ mengusulkan Rp 500 juta per tahun dan telah diaudit oleh akuntan publik.

Dalam pembahasan ini, Komisi VIII DPR akan menetapkan bukti setoran zakat sebagai faktor pengurang penghasilan kena pajak sebelum dipotong pajak penghasilan (PPh). Sedangkan FOZ ingin, zakat menjadi pengurang PPh. Maksudnya, ‚Äúkalau bayar zakat Rp 1 juta, sementara kewajibannya pajaknya Rp 1 juta, itu bisa langsung dianggap lunas,‚ÄĚ kata Ahmad.

sumber: Kontan Online | Rabu, 17 Februari 2010 | 12:44

dicopas dari MP-nyah Ibu Yoyoh Yusroh

Blog Walking: Menelisik jiwa, mengusik kalbu…

Kamis, 8 April 2010

Ada yang beda dalam blog walking kali ini…

Ada yang menelisik jiwa, mengusik kalbu…
Malu hati… saat diri tak banyak berkontribusi T.T

Melihat, mengamati, merenungkan, apa yang sudah aku lakukan demi Dien ini dalam kehidupan nyata dan dalam sebuah wadah maya bernama MP? kebaikan? maslahat? manfaat?

Atau…..

Jangan-jangan aku menyumbang kesulitan, kerusakan, kebodohan, aib, dosa, kesia-sia-an? 

Astaghfirullaah!! banyak sekali hal buruk dan tidak berguna yang dilakukan

Blog Walking kesana kemari… banyak sekali content blog MP-er yang luar biasa, jauh dari content MPku yang isinya mirip diary… membandingkan diri…

Ada A – Z orang dengan kelebihan dan kontribusinya masing-masing pada lingkungan dan masyarakat

Hmmm melihat begitu banyak manfaat yang diberikan oleh orang-orang hebat itu pada sesamanya, aku merasa sungguh tertinggal, merasa terhempas, merugi, ciuutt…. akan syurga dan ridho-Nya Allah, mimpi sepertinya mengharap ridha dan syurga Allah bermodalkan amalan sekedarnya, amalan yang belum tentu diterima, banyak cacatnya, banyak berkurang karena dosa, masya Allah masih pantaskah aku hidup berbahagia?

Flash Back………………………………………………………………………….

Ternyata aku sudah punya akun MP sejak 3 tahun yang lalu!!!
Pertama kali aku mengaktifasi akun multiply di sebuah warnet dekat kampus…
(i don’t quite recall the exact date)

Dan hari ini aku mengaku bahwa:

Aku belum berkembang, aku belum berubah
Seharusnya… 3 tahun ini sudah banyak hal yang bisa aku berikan pada Dien ini dalam jelasnya nyata dan luasnya maya.

Dalam Nyata:
1. Harusnya sudah banyak orang yang kubantu
2. Harusnya banyak hal buruk dariku yang berubah satu persatu, harusnya banyak cita-citaku tercapai dalam rangka kebaikan agar banyak yang merasakan manfaatnya, dll

Dalam Maya:
Harusnya sudah banyak postinganku yang bermanfaat buat orang yang membaca, buat orang yang melihat -bukan sebagai ajang pamer- tapi berbagi untuk manfaat dan kehidupan yang lebih baik.


Hinggap dua pertanyaan….

Untuk apa aku di Dunia ini?
Untuk apa aku MP-an?


kepada seluruh MP-erzzz….

Mohon maaf atas segala khilaf, berupa kesalahan kata, sikap dan postingan yang kurang berkenan, mohon diingatkan…

al-Faqiirah ilaa afwi Rabbihaa…

Miranty Januaresty

(Copas) Fungsi Zakat

Fungsi Zakat


By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA

Zakat adalah satu dari rukun Islam yang lima, artinya zakat merupakan sendi agama. Bentuk zakat adalah memberikan sebagian harta secara reguler kepada orang lain yang berhak, ada yang setahun sekali setiap Idul Fitri (zakat fitrah), ada yang  setiap panen (zakat pertanian) ada yang setiap tutup buku (perdagangan) dan ada yang setiap berjumpa obyeknya (zakat barang temuan/harta karun). Bagi pembayar, zakat sebagaimana arti bahasa dari kata zakat mengandung arti suci dan tumbuh, yakni orang yang patuh membayar zakat , hatinya dididik  menjadi suci, yakni hatinya sedikit-sedikit dilatih untuk tidak terbelenggu oleh harta karena memberi kepada orang lain merupakan latihan jiwa membuang sifat tamak, menanamkan kesadaran bahwa didalam harta miliknya ada hak orang lain yang harus ditunaikan. Harta pun menjadi suci karena terbebas dari apa yang bukan miliknya.
 
Menurut al Qur’an, di dalam harta si kaya terkandung hak-hak orang lain, yang meminta dan yang tidak berani meminta. wa fi amwalihim haqqun li as saili wa al mahrum. Jadi zakat memang milik mustahiq yang harus dibayarkan, jika tidak dibayarkan maka berarti si kaya menahan hak-hak orang miskin yang berhak, dan perbuatan itu searti dengan korupsi. Zakat juga mengandung arti tumbuh, yakni bahwa harta yang dizakati akan tumbuh berkembang secara sehat seperti pohon yang rindang, indah dipandang mata, bisa untuk berteduh orang banyak dan buahnya bermanfaat.
 
Zakat merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan. Prinsip dasar syariat Islam adalah memperkecil beban, oleh karena itu zakat bersifat ringan, hanya 2,5 % (zakat niaga/kekayaan) , 5 % (zakat produksi pertanian padat modal) , 10 % (zakat produksi pertanian tadah hujan dan 20 % (zakat barang temuan atau rejeki nomplok). Zakat dipusatkan pada membayar, bukan pada menerima, oleh karena itu zakat lebih merupakan shok terapi bagi pemilik harta agar tidak serakah memonopoli kekayaan.
 
Zakat tidak relefan dengan pengentasan kemiskinan karena jumlahnya yang sangat sedikit. Oleh karena itu sebagaimana disamping salat wajib juga dianjurkan salat sunnat yang bermacam-macam dan jauh lebih banyak dibanding salat wajib, maka disamping kewajiban berzakat, pemilik harta dianjurkan untuk memberi sedekah dan infaq. Shadaqah adalah pemberian yang diberikan kepada fakir miskin dengan niat ibadah.
 
Fakir adalah orang yang tidak memiliki pekerjaan dan tidak pula memiliki harta untuk membiayai hidupnya, sedangkan orang miskin adalah orang yang memiliki pekerjaan tetapi hasilnya tidak mencukupi untuk membiayai hidupnya secara ‘pantas’. Jika zakat hanya diwajibkan kepada orang kaya, sadaqah bukan saja dianjurkan kepada orang kaya tetapi juga dianjurkan kepada orang miskin. Jika zakat ditentukan obyeknya, tarifnya dan mustahiqnya, maka sedekah tidak dibatasi jumlahnya.
 

Wassalam,

*Sumber: Milist DT posted by )

(Copas) Dana Zakat Dunia Siap Entaskan Kemiskinan

Good news… good news… alhamdulillah

By Republika Newsroom


Selasa, 25 Agustus 2009

LONDON — Zakat diyakini memiliki peran penting
dalam perkembangan sosial dan ekonomi jika digunakan secara benar. Alquran
telah menerangkan pentingnya berzakat dalam 82 ayat, sayangnya jutaan umat
Muslim di dunia masih belum memahami pentingnya menunaikan ibadah zakat.

Angka kemiskinan yang terus meningkat di dunia Islam diyakini terjadi akibat
banyaknya umat Muslim tak berzakat. Guna mengumpulkan dan menyalurkan zakat ke
seluruh penduduk miskin di dunia, BMB Group sebuah perusahaan berbasis syariah
di London, Inggris–berupaya mendirikan World Zakat Fund (WZF) atau Dana Zakat
Dunia.

WZF bertekad untuk mengumpulkan dan menyalurkan dana zakat dengan menerapkan
manajemen dan teknik modern. Chief Executive Officer (CEO) BMB
Islamic, Humayon Dar, mengatakan, pendirian WZF merupakan inisiatif dari
pemerintahan Malaysia. ”Ini merupakan resolusi dari Pemerintah Malaysia untuk
menyelesaikan masalah kemiskinan dengan menggunakan zakat,” ungkap Dar
kepada  Arab News.

Menurut Dar, dana yang akan dimasukkan ke dalam Dana Zakat Dunia (WZF) berada
di bawah Organisasi Konferensi Islam (OKI). ”Kami diberi mandat oleh
Pemerintah Malaysia untuk membangun Dana Zakat Dunia, mengumpulkan dana zakat
dan mengaturnya,” ujar Dar menambahkan. WZF, tutur dia, akan berbasis di
Bahrain.”Kami memilih Bahrain karena uang zakat itu sebenarnya bagian dari
dunia. Kami berharap proyek ini akan memberikan kontribusi yang signifikan
terhadap pengurangan kemiskinan di negara-negara anggota,” papar Dar
menegaskan.

Zakat yang semula hanya dilaksanakan negara-negara Muslim secara nasional,
lanjut Dar, kini akan dibawa menuju global. Pihaknya berharap, zakat akan
memiliki peran penting dalam mengurangi kemiskinan umat Muslim di dunia.Pada
tahap awal, papar Dar, WZF mendapat dukungan dari sejumlah pemerintah negara
OKI. Menurutnya, jika meminta dana zakat dari negara di luar anggota OKI
membutuhkan waktu yang sangat lama, yakni sekitar lima tahun, karena harus
berhadapan dengan masalah birokratis.

”Kami kemungkinan akan mendapatkan dana zakat sebanyak 5 miliar dolar AS dari
negara-negara Muslim,” tuturnya. Selain dari negara Muslim, kata Dar, zakat
juga bisa diperoleh dari 400 miliarder Muslim di dunia yang merupakan sumber
utama zakat. Pihaknya juga yakin bahwa zakat global akan memberikan dampak yang
besar.

”Jika 200 juta dari 1,5-1,7 miliar umat Muslim di seluruh dunia membayar zakat
sebanyak 10 dolar AS per tahun, maka kita akan mendapat tambahan dana sebanyak
2 miliar dolar,” imbuhnya. Dar mengungkapkan, sebanyak 35 persen dana zakat
yang terkumpul akan digunakan untuk konsumsi yang mendesak, untuk kepentingan
emergensi, dan untuk pertolongan. Sebagian dana zakat juga akan dikelola dan
diurus oleh International Zakat Organization (IZO).

Sedangkan sisanya, sebanyak 65 persen akan dikelola BMB. Target dana zakat
tahun pertama yang dikumpulkan sebanyak 750 juta dolar AS. Pihaknya berharap,
dana zakat tersebut akan terus berkembang menjadi sebanyak 10 miliar dolar
dalam kurun waktu 10 tahun.Dana zakat, lanjut Dar, seharusnya dikelola dengan
cara yang berkelanjutan, sehingga akan terus bertambah. ”Sebanyak 20 persen
akan diinvestasikan sebagai aset cair dan ekuitas global syariah. Sebagain
besar pelajar syariah sangat senang dengan rencana ini,” ungkapnya.

Dar mengatakan, Dana Zakat Dunia juga akan mau menerima dana selain dari zakat.
”Kami akan sangat senang menerima dana bantuan dari Islamic Development Bank
(IDB) atau lembaga keuangan lainnya,” tuturnya. Dana Zakat Dunia, terang Dar,
akan digunakan untuk membantu orang-orang miskin di Afrika.Dana zakat itu akan
dikelola ahli dalam bidang keuangan. Jika uang hanya diberikan kepada orang
miskin begitu saja, maka uang akan menguap dengan cepat. Tetapi, jika digunakan
dengan manajemen yang sistematis, maka uang itu akan membuat mustahik kaya dan
suatu hari mereka bisa membayar zakat.  dya/taq

* share dari zanikhan.multiply.com

[Copas] Bersihkan harta dgn "Zakat Profesi" yuuk ^^

Alhamdulillah, hak keuangan kita akan segera¬† cair. Untuk itu, sebelum menikmati hak keuangan tersebut, ada perlunya ‚Äúmengetahui dan memahami‚ÄĚ cara menyisihkan sebagian harta yang merupakan hak mustahik selain menjalankan salah satu rukun Islam berupa zakat. Izinkan kami yang lemah untuk menyampaikan beberapa penjelasan mengenai zakat penghasilan/ profesi.¬†

Terlepas dari berbagai khilafiyah (perbedaan pendapat di kalangan ulama), zakat profesi di Indonesia kini telah dijadikan sebuah landasan hukum. Setidaknya disebutkan dalam Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia No.3 Tahun 2003 Tentang Zakat Penghasilan.

Besarnya yang harus dikeluarkan Penghasilan/ profesi dari segi wujudnya berupa uang. Dari sisi ini, ia berbeda dengan hasil tanaman, dan lebih dekat dengan `naqdain` (emas dan perak). Oleh sebab itu, para ulama menyebutkan bahwa kadar zakat profesi yang dikeluarkan diqiyaskan (dianalogikan) berdasarkan zakat emas dan perak, yaitu `rub`ul usyur` atau 2,5% dari seluruh penghasilan kotor.

Nash (teks dasar)  yang menjelaskan kadar zakat `naqdaian` sebanyak 2, 5% adalah sabda Rasulullah SAW:
“Bila engkau memiliki 20 dinar (emas) dan sudah mencapai satu tahun
(haul), maka zakatnya setengah dinar (2, 5%)`‚ÄĚ (HR Ahmad, Abu Dawud dan al-Baihaqi).

Nishab dan Waktu Membayarnya

Nishab (bilangan tertentu) zakat penghasilan diqiyaskan dengan nishab emas, maka besarnya sebagai berikut. Nishab emas adalah 85 gram per tahun. Harga emas sekarang (per juli 2009) Rp 250.000/gram. Jadi nishab emas setara dengan 85 gram X Rp 250.000 =Rp 21.250.000/tahun. Sehingga nishab zakat profesi adalah Rp 21.250.000/12 bulan = Rp 1.770.833,- per bulan. Artinya, jika penghasilan kita setiap bulan sama atau lebih besar dari Rp 1.770.833, maka wajib mengeluarkan zakat.

Zakat profesi dibayarkan saat menerima pemasukan karena diqiyaskan kepada zakat pertanian yaitu pada saat panen atau saat menerima hasil. Bagi yang berpenghasilan bulanan, bisa membayar zakat setiap bulan sekalipun diperkirakan belum mencapai haul (waktu kena wajibnya zakat yaitu 12 bulan). Dan bagi yang berpenghasilan tidak rutin, maka membayar zakatnya ketika mendapatkan hasil. Artinya, membayar zakat profesi tidak harus menunggu setahun sekali.

Kaidah Perhitungan Zakat

Ada 2 kaidah dalam menghitung zakat, yaitu:

Menghitung dari pendapatan kasar (brutto)
Besar Zakat Profesi = Pendapatan total x 2,5 %

Menghitung dari pendapatan bersih (netto)
Besar Zakat Profesi = ( Pendapatan total-Pengeluaran Perbulan* ) x 2,5 %
Pengeluaran per bulan adalah pengeluaran kebutuhan primer (sandang, pangan, papan ).

Menurut Yusuf Qorodhowi, sangat dianjurkan untuk menghitung zakat dari pendapatan kasar (brutto), untuk lebih menjaga kehati-hatian.

Mustahik  Zakat (orang yang berhak menerima zakat)

1.    Fakir
2.    Miskin
3.    Amil zakat
4.    Mualaf
5.    Budak
6.    Orang yang berutang
7.    Orang yang berjuang fisabilillah (di Jalan Allah)
8.    Ibnu Sabil (orang yang sedang dalam perjalanan)

Mustahik tidak terbatas pada keterangan yang sempit. Zakat dapat pula diberikan kepada saudara atau kerabat dekat kita selama tidak termasuk dalam ushul (ayah, kakek, dan seterusnya) dan bukan pula furu’ (anak, cucu, dst). Sebab, nafkah anak memang merupakan kewajiban ayah. Zakat kepada saudara atau kerabat selain mendapat pahala sedekah juga mendapat pahala silaturahim sebagaimana ditegaskan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

Beliau juga berkata kepada Abu Thalhah ra tentang sedekah yang akan ia berikan, ‚ÄúBerikanlah kepada kerabat dekat!‚ÄĚ (HR al-Bukhari).

Kesimpulannya boleh memberikan zakat ataupun sedekah kepada adik atau kakak sepanjang mereka termasuk golongan yang berhak mendapatkannya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Media rujukan dan konsultasi online via YM, SMS, atau telepon:
http://www.mui.or.id/
http://www.syariahonline.com
http://www.pkpu.or.id/
http://www.rumahzakat.org/

Konsultasi : Ust. M. Saman 081314522135
______________________________

jika ada kekurangan, tafadhdhol..mohon koreksi dan solusinya..insyaALLAH, koreksi antum bermanfaat untuk lebih dari 1046 orang, baik Islam maupun Non Islam^_^

copas dari:
http://enha1987.multiply.com/journal/item/171/zakat_profesi_untuk_di_posting_di_web_pajakstan2008.com